Cuti tahunan 12 hari, tapi tiap minta cuti pasti ditanya “ada urusan penting?” atau dipersulit.
Cuti itu hak pekerja ya. Jangan seenaknya larang kami dong. Task sebelumnya kan udah aman juga.
@KucengTerbanggg Paling gak suka sama orang yang mencela makanan apalagi ada orang lain yg makan makanan itu. Kalau gak suka ya keep aja untuk diri sendiri. Itu etika dasar
gue kerja pake seragam full ketutup rapih + pake kerudung, ga pernah mancing2 jg tapi tetep aja ada makhluk mesum yg suka catcalling dan parahnya sampe up foto2 gue di sosmed tanpa izin dengan caption ga pantes padahal dia udah berkeluarga, BADDDJINGAN
intinya mah if you don't have something nice to say then keep your mouth shut, bcs your words kadang malah jadi alesan dia nangis tiap malem and asking to themselves what's wrong or being insecure about themselves, worse case? they committed to suicide
Menstruasi tiap bulan, kehamilan beberapa kali, lalu diakhiri menopause.
Sementara kita laki-laki, secara biologi, ya hidup lurus-lurus aja.
Ayo kita sadari sebentar.
Perempuan itu setiap bulan berhadapan dengan biologinya sendiri.
Dengan nyeri datang rutin sekali.
Dengan emosi naik turun tanpa diingini.
Dengan darah yang keluar, tanpa permisi.
Lalu di satu fase hidup, perempuan mengandung.
Menumbuhkan manusia hidup dalam dirinya.
Membagi nutrisi tubuhnya, energinya, tidurnya, napasnya.
Rahim membesar puluhan kali lipat. Organ-organ perutnya bergeser. Trus hormonnya loncat-loncat menari tanpa henti.
Dan ketika semua itu selesai, di dekade ke 5 tubuh berkata,
Haha belum selesai.
Tiba-tiba Menopause datang.
Badan rasa jadi tungku panas, lelah, gelisah, tubuh terasa asing, tapi tetap harus menjalani semua fungsi dan perannya sebagai Ibu.
Sementara biologi kita laki-laki?
Bangun tidur.
Tarik napas.
Minum air.
Kerja seharian.
Lalu merasa wah hari ini produktif sekali.
Kadang kita demam tinggi sedikit saja,
Nada bicara langsung melemah.
Rasanya ingin nulis pidato perpisahan
Setelah memahami ini, aku sering bertanya dalam hati, bagaimana bisa perempuan setangguh ini.
Bayangkan kita laki-laki yang mengalami menstruasi.
Mungkin sebulan sekali kantor akan tutup.
Grup WhatsApp penuh keluhan.
Rumah sakit penuh drama.
Satu kram kecil, sudah minta dipijat se-RT.
Kehamilan?
Laki-laki lapar satu jam saja sudah gelisah.
Jadi kalau hari ini kita melihat perempuan tetap tersenyum,
tetap bekerja,
tetap mengurus keluarga,
tetap peduli orang lain,
Kita menyadari kekuatan versi berbeda.
Dan kita, para laki-laki,
Sudah selayaknya lebih menghargai dan menyayanginya. 🩷