jam kerja itu membantu pekerja dalam dua cara: 1) memberikan batas agar ambisi tidak berbalik merugikan kesehatan fisik dan mental mereka; dan 2) mengakomodasi mereka yang tidak suka bekerja tapi butuh uangnya.
entah kenapa orang yang overconfident selalu nganggap personal setiap kali orang ga suka sama dia.
maksudnya, produk kan kalau gak laku ya tinggal ga usah dijual lagi ya π€ alih-alih nganggap bahwa pasar jahat sama brand-nya, mending perbaiki atau ganti produknya dan move on.
entah kenapa banyak orang gagal yg akhirnya merasa pantas untuk menjadi pahlawan di hidup orang lain. entah tangga jenis apa yg orang ini panjat. dan entah proses rekrutmen seperti apa yg para pengikutnya jalankan. "hey, dia tidak punya pekerjaan, mari kita jadikan dia pahlawan!"
meyakini sesuatu tidak sama dengan mengharapkan bahwa orang lain meyakini hal yang sama.
bayangkan sebuah lingkungan di mana orang-orang masih kesulitan memahami konsep ini.
kopi hitam yg kamu seruput di pagi hari itu selalu bilang gini: "bro, saya sih bisa aja bantuin kamu hari ini, tapi gantiin tidur kamu yang kurang tadi malam sih, berat bro. ya kita bagi-bagi tugas lah. kamu tidur yang cukup, saya bantu suplai kafeinanya. ga bisa dua duanya bro!"
ini tidak di-backup oleh data empiris by the way, cuma berdasarkan observasi pribadi aja, soalnya kayaknya orang usia 40 hari ini sama orang usia 40 zaman dulu lebih kuat orang usia 40 zaman dulu, haha