Sebanyak 112 warga Gaza tewas dan 760 lainnya luka-luka saat mengantre bantuan makanan akibat penembakan brutal tentara Israel, Kamis (29/2/2024), menurut pihak otoritas Palestina dan saksi mata.
Hal ini dikonfirmasi oleh jurnalis lokal Khader Al Za’anoun yang berada di lokasi kejadian. Ia mengatakan banyak orang berkumpul menunggu makanan yang dibagikan dari truk bantuan.
Namun, orang-orang langsung berlarian dan panik setelah Israel melepaskan tembakan. Akibatnya, banyak orang yang juga tewas karena ditabrak truk.
Penembakan ini juga dikonfirmasi oleh pihak Israel. Mereka bilang pasukannya menembaki massa karena telah mengancam pasukan mereka. Pihak Israel pun membantah penjelasan Kementerian Kesehatan Palestina.
“Truk-truk [bantuan] itu melaju ke utara, kemudian terjadi penyerbuan [ke truk tersebut], dan setelah itu, terjadi peristiwa [sekelompok warga Gaza] melawan pasukan kami. Begitulah yang terjadi Kamis pagi ini,” kata juru bicara Israel, dikutip CNN.
Atas kejadian ini Departemen Luar Negeri AS menekan Israel untuk melakukan penyelidikan.
| Narasi Daily
@awemany Gpp mas... Kalo nanti mau coba lagi dan saya punya hak suara, insya Allah suara saya pasti ke Mas Ardi.
Lagiankan baru pertama mas... Si om aja sampe 4 kali akhirnya bs jadi juga 😁
Israel’s Iron Dome interceptor has reportedly malfunctioned. The system’s missiles have been seen doing U-turns and hitting houses and a hospital in Tel Aviv.
Eric Cantona on IG: 🗣“Membela hak asasi manusia Palestina tidak berarti Anda pro-Hamas. Mengatakan “Free Palestine” tidak berarti kamu anti-Semit atau menginginkan hilangnya semua orang Yahudi.
“Free Palestine” berarti membebaskan warga Palestina dari pendudukan Israel yang telah merampas hak asasi manusia mereka selama 75 tahun.
“Free Palestine” berarti berhenti mengurung 2,3 juta warga Palestina di penjara terbuka terbesar di dunia, yang setengahnya adalah anak-anak.
“Free Palestine” berarti mengakhiri apartheid yang diberlakukan oleh pemerintah Israel.
“Free Palestine” berarti memberi rakyat Palestina kendali atas infrastruktur dasar negaranya.”
Cantona