Ternyata ada lanjutannya, dan makin menyedihkan. Kok sebegitunya sih.
Please, janganlah begitu. Ini bukan lagi sekadar doa, tetapi sudah mendekati pengkultusan kekuasaan: seolah-olah jika Tuhan hanya menerima satu doa hari itu, maka doa yang paling layak diprioritaskan adalah doa seorang penguasa. Masak Tuhan diandaikan hanya punya satu slot untuk mendengar manusia, lalu yang didorong ke depan justru orang yang memegang kuasa? Bukankah dalam banyak ajaran agama, doa orang-orang yang teraniaya, tertindas, kelaparan, kehilangan rumah, atau diperlakukan tidak adil justru mendapat tempat yang sangat istimewa? Menteri Agama semestinya mengingatkan penguasa bahwa ia adalah pelayan rakyat, bukan meminta Tuhan seolah-olah menjadi pelayan kekuasaan.
true, ga ada satu kata pun dalam sesi doa tadi yg mendoakan korban gempa NTT
menag:
"kami bersyukur, di bawah pemerintahan prab-gib tercapai puncak kerukunan agama tertinggi, 77,85 %"
"seandainya engkau hanya menerima 1 doa, maka kabulkanlah doa pemimpin negri kami krn doanya pasti berdampak bagi seluruh bangsa"
Tidak merayakan, bukan berarti tidak menghargai jasa pahlawan. Menurut saya, di antara duka yang menimpa saudara kita, penanggulangan bencana yg seolah tak jadi prioritas, reaksi terhadap kritik yg represif, dan kebijakan yg tidak bijak, kata โmerdekaโ menjadi hal yg menyakitkan
beda negara, beda cara merespon ketika ada bencana gempa
Jepang:
gempa M 7,1. PM Jepang langsung satset muncul di TV ngasih instruksi dgn wajah kelihatan panik
Indo:
gempa M 7,7. korban meninggal udh 47 org. respon pemerintah? posting lewat akun ig seskab
@Telkomsel min saya bisa login Prime Video, tapi ga bisa dapet layanannya. udah pake awalan 62, udah akses link https://t.co/nxTjzXBQ0I, udah pake wifi dan paket data, ga bisa juga, piye ya?