Dengan hormat, saya sungguh heran kenapa Pemerintah 🇮🇩 tidak memenuhi undangan Iran utk mengirim delegasi resmi ke pemakaman almarhum Ayatollah Khamenei yg terbunuh dlm serangan militer ilegal.
Yg saya dengar, berbagai upaya gigih Iran utk mengundang Pemerintah 🇮🇩 tidak mendapat tanggapan. (Mereka kan juga punya harga diri - tidak mungkin mengemis-emis kehadiran kita.) Akhirnya, yg hadir hanya Dubes RI di Teheran - yg dianggap oleh Teheran sbg sikap menyepelekan undangan ini, bahkan dianggap sbg tamparan. Sementara Arab Saudi, Qatar, Turki, Oman, Kazakhtan, Mesir, Pakistan, Rusia, Tiongkok, India, Malaysia, Bangladesh dll (lihat daftar dibawah) sama sekali tidak ragu mengirim delegasi resmi pada tingkat Menteri, bahkan Pakistan pada tingkat Presiden. 🇮🇩 sbg negara berpenduduk muslim terbesar di dunia satu-satunya yg ABSEN mengirim delegasi. Bahkan Malaysia nampak lebih bebas aktif dari Indonesia.
Apakah ini berarti polugri "bebas aktif" kita mulai LUNTUR krn 🇮🇩 takut/sungkan thdp Amerika ? Has “FEAR” become a factor in Indonesian foreign policy ? Ataukah kekhilafan ini lebih mencerminkan MANAJEMEN sistem politik luar negeri yang penuh masalah - sebagaimana biasanya, surat undangan macet di berbagai meja dan tidak ada yg berani mengambil keputusan. Paling tidak 🇮🇩 bisa mengirim Wamenlu urusan dunia Islam Anis Matta - tapi beliau justru keliling Asia Tengah utk kunjungan yg sifatnya rutin.
Kita seakan melupakan bhw Iran adalah sahabat lama Indonesia, hubungan selalu terjaga dgn hangat dan saling menghormati, dan tidak pernah ada konflik antara kedua negara. Kehadiran delegasi resmi 🇮🇩 dlm acara penghormatan terakhir Ayatollah Khamenei (yg sayangnya tidak terjadi) seharusnya menjadi momen pembuktian diplomasi bebas aktif Indonesia, momen persahabatan RI-Iran sekaligus sinyal tegas dari Jakarta bhw adalah aksi pembunuhan Ayatollah Khamenei adalah aksi ilegal yg melanggar hukum dan norma internasional.
Jangan sampai kita selalu lantang bicara bebas aktif, tapi begitu diminta menentukan sikap dlm situasi yg sensitif, kita bersembunyi.
Please remember : bebas aktif adalah #diplomasiberprinsip, bukan #diplomasisungkan
Boleh dikutip.
Steven Spielberg didn’t like Stanley Kubrick’s The Shining the first time he saw it.
At dinner, Kubrick asked him, “How’d you like my movie?”
Spielberg tried praising it, but Kubrick immediately cut through it:
“Well Steven, obviously you didn’t like my picture very much.”
Pressed to be honest, Spielberg admitted, “I thought Jack Nicholson… it was a great performance, but it was almost like Kabuki theater.”
Kubrick asked, “You mean you think Jack went over the top?”
“Yeah… I kind of did,” Spielberg replied.
Kubrick then fired back in the smartest way possible.
“Quickly, without thinking, who are your top favorite actors of all time?”
Spielberg listed Spencer Tracy, Henry Fonda, Jimmy Stewart, Cary Grant, Clark Gable…
Kubrick stopped him.
“Okay… where was James Cagney on that list?”
Spielberg hesitated, then replied,
'Ah, but he's not in the top five.
Kubrick smiled:
“You don't consider James Cagney one of the five best actors around??? You see, I do. This is why Jack Nicholson's performance is a great one.”
The way Israelis keep talking as if Iran just randomly decided to victimize them with missiles -- due to anti-Semitism -- is almost impressive in its sociopathic delusion.
Israelis really believe they have the divine right to bomb and exterminate anyone with no retaliation.