Uang yang kita pegang bukanlah uang tetapi adalah surat utang Bank Sentral yang berjanji menjaga nilai yang tertulis di kertas itu.
Uang adalah alat untuk mentransfer nilai. Saya bekerja, kemudian saya dapat gaji. Gaji itu didapat dari energi saya berkerja. Maka uang adalah energi. Bank Sentral bisa mencetak uang tapi tidak bisa mencetak beras, jagung, sawit dll.
Jadi uang dicetak berdasarkan kegiatan ekonomi, berkeringat dulu baru jadi uang. Jika didunia ini hanya ada saya dan kamu yang masing-masing punya 100 juta maka seharusnya di bank sentral tercetak 200 juta, alih alih 200 juta kas bank sentral ada 350 juta, duit siapa yang 150 juta itu?
Harga beras saat uang yang dicetak 200 juta lebih murah daripada saat uang beredar 350 juta. Kayak rumah bapak saya.
Dulu setiap dollar yang dicetak ada emas yang dimiliki Fed 1$=0.88gram emas, karena permintaan dollar meningkat, emas di Fed berkurang, alasannya beli dollar sama dengan beli emas, khawatir emasnya habis, pada tahun 1971, Presiden AS Richard Nixon melepas pegging emas per dollar itu, sehingga nilai dollar dapat melayang. Melayang artinya tergantung permintaan pasar. Sama seperti hukum ekonomi, semakin banyak permintaan semakin dikit supplynya. Sehingga untuk menjaga dollar tetap terus mempunyai permintaan, maka dollar harus dipakai sebagai transaksi internasional.
Setelah Perang Yon Kippur dan Isreal menang, AS datang ke Saudi dan mengatakan, apakah mau dilindungi AS dari Isreal karena Saudi Mesir dan 4 negara itu kalah perang. Saudi setuju dengan Imbalan bahwa semua perdagangan minyak harus dengan dollar, itulah Petrodollar, karena semua negara perlu minyak, maka negara menyimpannya menjadi cadangan devisa.
Waktu berlalu, alih-alih melindungi Saudi, perjanjian Petrodollar itu bukan melindungi Saudi tetapi melindungi Isreal, karena akhirnya semua pertahanan Saudi bergantung pada AS, dan hanya perlu satu klik saja untuk meruntuhkan Saudi jika AS mau.
Maka itu Saudi hanya bisa mengutuk tanpa ada tindakan konkrit.
Balik lagi ke Uang, setelah lepas dari emas, maka Uang sejatinya tak dapat disebut dengan uang karena tidak lagi dapat menjadi store of value, store of value artinya alat untuk menjaga nilai. Uang tak bisa menjaga nilai, karena definisinya sudah berubah, yaitu Uang = Surat utang yang diterbitkan bank sentral yang kita pegang sehari-hari.
Maka kalau pertanyaanmu kenapa harus narik pajak jika bisa cetak uang, rubahlah menjadi kenapa harus narik pajak jika bisa cetak utang?
Ngga masuk akal kan? Itulah gundulku.
Trump menaikan Tarif dan memerintahkan Kemenkeu untuk menghapus aturan yg tidak penting serta berjanji memberikan pinjaman ke seluruh orang amerika serta bisnis di Amerika untuk menyelesaikan Krisis biaya hidup yang terus naik.
Kedengerennya bagus, tetapi dari pernyataannya, Trump gagal memahami sistem keuangan. Merangsang ekonomi dengan memberikan pinjaman tidak akan meringankan biaya hidup, tapi akan malah menaikkan inflasi karena jumlah edar uang bertambah. Jadi kalau ada yg bilang karena Tarif Bitcoin jatuh, itu saya B ajahlah. Males argumen. ๐
Ekonomi ruwet birokrasi memang menaikkan ekonomi, tapi itu hanya porsi kecil. Porsi utamanya adalah Fed. Bukan birokrasi.
Mohon maaf kepanjangan, ayok tidur.
izin nimbrung bawa data. kalo nanya negara bakal krisis sistemik kek 98 jawabannya sih engga ya. negara (dan elitnya) baik baik aja, di atas kertas PDB masih tumbuh di 5%, inflasi juga terkendali di 3,4%
TAPI kalo nanya rakyatnya krisis? IYAA. kita lagi dihantam krisis biaya hidup. ini realita yang sering luput dari narasi perekonomian stabil pemerintah
coba cek gambar BPS. pemerintah bisa aja bangga inflasi cuma 3,48%. padahal kalo dibedah, penyumbang utamanya itu beras, ayam, sama listrik. kebutuhan dasar perut naek gila gilaan, sementara gaji rata2 ya stuck. pertumbuhan ekonomi 5% itu nyatanya belum inklusif, cuannya ngumpul di atas, sementara kelas menengah kegencet realita sama terpaksa makan tabungan. ada kegagalan kebijakan untuk mastiin daya beli masyarakat bawah terjaga di tengah inflasi pangan ini
should we be worried? panik massal sih gaperlu, tapi waspada wajib. mindsetnya sekarang mode survival. fokus nurunin pengeluaran konsumtif dulu dan tebelin dana darurat (at least 3-6 bulan pengeluaran). we are on our own
Di episode putbal terbaru, tentang menjemput hidayah, ada satu kalimat yg buka pikiran aku banget, kalimatnya kurang lebih:
"Jgn fokus pada tujuan, tp fokus lah pada prosesnya."
Jadi, gmn kalau pada akhirnya kita ga jd apa2?
Jawabannya ya ga apa2.
Yg penting adalah kita berada di jalur yg benar utk mencapai apapun tujuannya.
Kalian setuju ga?
Izin berpendapat, setuju ga setuju rapopo.
Pinter tok kurang lengkap kalo ga banyak nongkrong.
Banyak nongkrong, banyak pov baru, banyak dengerin hal baru, banyak ide.
Setiap manusia punya โecho chamberโ nya masing2, sampe di tongkrongan tau โoh jebul ngeneโ