✅ RESMI : Besiktas datangkan winger muda İlhan Fakılı (20/LW/🇹🇷) dari Clermont.
Biaya : €2.7 juta
Kontrak : 4 tahun
Fakılı sempat ditolak Galatasaray & Fenerbahce di bulan Januari lalu, sekarang merapat ke Besiktas. 🦅
@ramzanrachmat@RidhaIntifadha "israel gpt tolong buatkan saya komentar untuk membantah argumen ini",ketara banget Ainya bang manusia gak ngetik dengan struktur serapi itu😹
Solusi dari gw mengenai masalah DPR ini,maaf kalau gw Makai AI soalnya gw gak jago ngerangkai kata, tapi kalau menurut kalian ide gw bagus silahkan didukung karena kita semua sadar sistem yang saat ini sudah gagal mau diganti pun orangnya bakal sama aja (A Thread)
Bayangin Indonesia dengan sistem ini:
UU dibuat oleh para ahli yang ngerti apa yang mereka kerjain.
DPR jadi corong rakyat, bukan corong oligarki.
Rakyat punya wakil yang bisa benar-benar maju tanpa partai besar.
Negara ini jalan dengan otak, diawasi dengan suara rakyat.
Solusi dari gw mengenai masalah DPR ini,maaf kalau gw Makai AI soalnya gw gak jago ngerangkai kata, tapi kalau menurut kalian ide gw bagus silahkan didukung karena kita semua sadar sistem yang saat ini sudah gagal mau diganti pun orangnya bakal sama aja (A Thread)
5. Kenapa partai harus dikurangi dominasi (kita udah muak)
Partai politik sekarang = sarang kepentingan.
Dimana ada partai → ada sponsor, ada sogokan.
Rakyat harus bisa mencalonkan diri secara independen, biar yang maju bukan cuma orang kaya atau orang yang punya partai.
4. Kenapa DPR tetap ada (check and balance)
Gue nggak mau DPR dihapus, karena itu bisa dibilang otoriter.
DPR tetap ada → tapi fokus sebagai “alarm rakyat”.
Kalau teknokrat salah langkah, DPR yang teriak duluan, DPR yang investigasi, DPR yang jadi rem.
Negara lain pun udah terbukti: Singapura maju karena teknokratnya, bukan karena DPR-nya cerewet.
Tekonkrat bukan malaikat, makanya mereka tetap harus diawasi DPR dan publik.
3. Kenapa harus teknokrat (pembenaran logisnya)
Otak lebih penting dari otot politik.
Kebijakan publik itu bukan janji kampanye, tapi keputusan ilmiah → contoh: pandemi, energi, krisis pangan, AI, climate change. Politisi nggak punya ilmunya.
Kenapa? Karena UU itu blueprint bangsa. Nggak bisa ditulis oleh orang yang kerjanya cuma cari suara 5 tahun sekali. Harus dibuat oleh orang yang ngerti hukum, ekonomi, kesehatan, teknologi, pendidikan.
DPR dikembalikan ke makna aslinya: Dewan Perwakilan Rakyat, yaitu corong suara rakyat → mereka mengawasi, mengkritik, membawa aspirasi.
Fungsi membuat UU dipindahkan ke Dewan Teknis Nasional → isinya teknokrat, intelektual, negarawan, yang dipilih melalui seleksi ketat.
2. Ide utama (solusi yang gue tawarin)
💡 Pisahkan fungsi DPR dan fungsi pembuat undang-undang.
DPR jangan lagi punya kuasa bikin UU, karena mereka nggak punya kapasitas.
1. Masalah utama (kenapa harus berubah)
DPR sekarang bukan wakil rakyat → mereka lebih sibuk jadi “wakil partai” dan “wakil oligarki”
UU yang lahir kebanyakan pesenan, bukan kebutuhan rakyat
Sistem partai politik udah kayak pasar
siapa yang punya duit, dia yang punya kuasa
@Studypq surprisingly ini bagus banget Lo
gak butuh login atau apapun jadi simpel banget dan bisa pakai Ai? wtf gw gak paham codingan sama sekali tapi this is very impressive
Meanwhile kamu di pojok:
> “Tapi kan yang dikritik tuh pejabat? Pemimpin? Mereka kan seharusnya tahan kritik?
Tapi gak ada yang jawab. Karena drama sudah selesai
Dan kebenaran bukan bagian dari naskah, kalau mau aman harusnya berguru dulu dengan fufufafa
#BebaskanKeluargaKami
kira-kira begini alurnya
Aparat: “Kita harus tegas. Tunjukin kalau negara ini punya wibawa.”
→ Jadi ditahan dulu, bukan karena harus, tapi buat jaga gengsi. Karena kalau langsung dilepas, kayak ngaku salah.
Di dunia birokrasi, "gak salah tapi malu" itu dosa besar.