Menurut operator CSIS Jusuf Wanandi, Soeharto itu aslinya sangat insecure. Ia lulusan SD. Kicep dikelilingi profesor.
Soeharto pun punya ambisi ego: ia harus bisa unggul dari mereka, yaitu dengan menjadi bos dan menjadikan mereka pion dalam papan caturnya.
Ini contoh manajemen insecurity yang sukses. Soeharto, yang emosinya matang (dan jahat), berhasil menyalurkan insecurity nya untuk membentuk kleptokrasi yang sangat efektif dan bertahan 32 tahun.
Ia sangat gembira ketika dikelilingi profesor seperti Mafia Berkeley kemudian melihat bagaimana para profesor itu tunduk dan mengikuti kepemimpinannya, yang hanya lulusan SD.
Habibie paling sukses dalam hal ini. Ia bisa mencium insecurity Soeharto. Ia tahu reputasi pribadinya sebagai orang jenius terpintar di Indonesia. Habibie pun gercep menjilat habis Soeharto, yang langsung kesengsem karena terus menerus dipanggil "Super Genius Soeharto" (SGS) oleh orang sekaliber Habibie. Kemudian Habibie jadi wapres lalu jadi presiden.
Insecurity negatif adalah kecemburuan. Melihat orang pintar, orang rusak seperti ini tidak akan berpikir "bagaimana saya bisa mengungguli mereka", melainkan "bagaimana saya bisa menghancurkan mereka".
Orang toxic egomaniak gila sombong seperti ini sangat gelisah, sakit, tersiksa, kejang berbusa melihat orang lain lebih pintar dan lebih jago daripada dia yang bodoh, betulan bodoh, dan dihina dan ditertawakan sebagai bodoh oleh jutaan orang. Hatinya yang busuk penuh dengan iri, dengki, dan kebencian.
Saya coba lacak jejak leluhur Presiden kita lima generasi ke atas berdasar kliping berita, iklan, arsip dan buku-buku lawas. Banyak data-data detail dan informasi baru yg mungkin keluarganya pun enggak tahu.
Jadi alih-alih marah, presiden harusnya berterima kasih pada kami para "londo Ireng" ini yg menyusun historiografi keluarganya selengkap mungkin. 🫰
Bisa dibaca di sini:
https://t.co/ad7V9gb6wa
*Maaf kalau gak sempurna, saya developed microsite-nya sendirian 😵💫
SETIDAKNYA DENGAN INI !!!!📛🔄
Meskipun nggak bisa ikutan demo at least turut memeriahkan di dunia maya…
Lanjutkan dimanapun perjuangan kalian,
semangat terus buat teman teman yang terjun ke jalan✊🔥
Reminder to:
• Gibran menyuap mahasiswa UBK 300 juta
• Korupsi emas jampidsus 74KG
• Kasus keracunan mbg
• Korupsi 10M Kebun Binatang Surabaya
• Korupsi pengadaan kipas angin Kopdes 1,8 Triliun
• pemotongan anggaran perpusnas 377 M
• Dana belanja pendidikan Indonesia terendah, hanya 1,3%
• BBM Pertalite Mulai langka
Saking gaada berita baik di negara ini🥲🥲
Kalo ada konten demo lewat diberanda kalian langsung like dan posting ulang!
Jika itupun kalo Kalian peduli dengan kecemasan negara saat ini, dengan melakukan itu secara tidak langsung kita membantu perjuangan temen" yg disana melalui sosial media, karena media terbungkam!
Oscar-winning actor Javier Bardem told Mehdi Hasan on Zeteo that the world is increasingly rallying behind Palestine as Israel's genocidal actions in Gaza have become impossible to ignore.
Bardem argued that the growing worldwide support for Palestine is a direct response to the atrocities witnessed in Gaza and the West Bank, saying that "anybody with minimal common sense understands that that is wrong."
Discussing the political backdrop to the Spain–Argentina World Cup final, he also criticised Argentine President Javier Milei for openly aligning himself with Benjamin Netanyahu and far-right Israeli leaders, saying it was unfair to present Argentina as represented by those figures.
Bardem stressed that Netanyahu, Ben-Gvir, and the Israeli cabinet do not represent Jewish people and warned against antisemitism, while insisting that criticism of the Israeli government is both legitimate and necessary.
The actor said younger generations are driving a historic shift in public opinion because they are witnessing Israel's actions in real time and are increasingly demanding accountability, justice, and an end to the impunity enjoyed by Israel's leadership on the world stage.