Sejak kapan budaya nyumbang waktu tetangga/keluarga punya hajat mau itu nikahan, sunatan, pamitan itu jadi hal yang wajib. Seakan jadi aib klo enggak dilakuin. Giliran pas ada yang meninggal, bukannya nyumbang untuk rasa belasungkawa tpi malah ngarep dapet nasi kotakan.
#why
Sekarang ini segala lini masyarakat harus sadar, bahwa untuk memutus rantai setan sistem oligarki, feodal dkk, harus membangun kekuatan oposisi yg terstruktur, sistematis dan masif. Biar ga ada lagi suara2 yg mudah digadai dengan seonggok amplop dan sembako dari penguasa.
Mereka telah membentuk sistem yang melindungi nafsu kekuasaan mulai dari merangkul pemngku kbijakan di desa hingga tingkat provinsi, untuk "mengamankan" keberpihakan warganya pd penguasa saat pemilihan. Bayangkan masa jabatannya saja ditambah! Kita sdng dihegemoni oleh penguasa.
Membayangkan sesuatu dr apa yg saya saksikan, masuk ke dalam alam bawah sadar saya, sampai diproyeksikan ke dalam mimpi, hingga akhirnya hal itu nyata terjadi. 😂
Imam al-Hasan al-Basri berkata :
Dunia ini ada tiga hari :
1- Semalam, sesungguhnya ia telah berlalu pergi.
2- Hari esok, boleh jadi kamu tidak sempat memasukinya.
3- Hari ini, ia adalah milik kamu. Beramallah padanya.
Rujuk Al-Zuhd, Al-Baihaqi (1/196).
Sehingga kita tau, arah kemana harus melangkah. Karena sejatinya proses kita menjalani hidup itu seperti siklus. Apa yg kita lalui skrg, pasti org tua kita pernah lalui juga. Bedanya bagaimana cara kita menyikapinya, dan solusi apa yg kita punya.
Ikatan keluarga bagaimana pun takkan pernah putus sampe akhir hayat. Garis takdir yang telah tertulis takkan pernah luntur walau pun sekuat mungkin kita coba menghapusnya. "Kembali" ke keluarga adalah cara kita untuk memahami "grand design" takdir tersebut.
Terima kasih matari, segera setelah senjamu hilang, biar ku telusuri petang.
Kalaulah dirasa cukup, takkan sampai larut redup, besok kita bersua di sinar pagi.
Kita minta A tapi Allah kasih B, tau gak kenapa?
QS Al baqarah: 216
Boleh jadi kamu membeci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.
Tak habis pikir, kagumku hanya sebatas diam tanpa berucap
Bodohku, kebiasaan ini tak bisa hilang barang sekejap
Atau, justru tak ada nyali untuk sekedar mulai menatap
Hingga, berujung sesal yang terus menerus menancap