Mata adalah “jendela” jiwa, beberapa orang memiliki kemampuan untuk bisa menilik yang mana tangis karena haru, menangis karena luka, menangis karena amarah, atau menangis karena bahagia, pun bila tangisan itu hanya bualan. Tidak semua mata... https://t.co/KK6qfvuMFU
Jangan sampai saya lalai karena dibuat lupa kilau dunia bahwa waktu tak pernah bisa diputar ke arah kiri, penyesalan yang selalu menjadi pahlawan kesiangan. Maka biarkan Allah tampar saya sampai terkapar ketika mulai bergeser mundur ke... https://t.co/qwcIzvz5Ey
“Bergaul di lingkungan baik untuk membaikkan lakumu. Berkumpul dengan orang-orang beriman untuk menguatkan lagi ibadahmu. Dan pilihlah cinta dari seorang mukmin yang sanggup menuntun dan mendukung dunia-akhiratmu.” - Fasih Radiana https://t.co/ztcvKpx14T
Di mana dia yang rajin membingkis kata, yang orang sebut-sebut ia sebagai mata terdalam dari sembunyinya kepedihan? Atau kecuali ia pegangi telinganya sendiri, menghilang dari berisiknya hening.
Maka sabar terbagi menjadi tiga: 1) sabar dalam ketaatan, 2) sabar untuk meninggalkan yang haram, 3) sabar menerima takdir pahit.
Allah ta’ala berfirman kepada penduduk surga, “keselamatan atas kalian karena kesabaran kalian.” (QS. Ar Ra’d [13] : 24).
Sesuatu yang butuh kesabaran di dalamnya tidaklah hanya berupa menghadapi musibah, tetapi juga meninggalkan larangan Allah yang ternyata sesuatu yang kita sukai; pun taat pada perintah Allah yang berat dilaksanakan.
Baru tadi sebelum zuhur Ustaz Yazid Jawas حفظه الله mengingatkan bahwa rasulullah صَلَّى الَلَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda, "orang yang jenius adalah orang yang selalu mengingat pemutus kelezatan; yaitu kematian."
Semoga kita dimatikan dalam keadaan Allah ridho kepada kita.
bahwa kita sedang berpura-pura menjadi yang paling asih dalam asuh, padahal diri justru yang paling fasih dalam tuduh.
bahwa kita sedang berpura-pura sedang mengumpulkan pahala surga, nyatanya angan dunia di erat pelipis mata.