Thank you for having me bang Yos! @pinkbourbon8898.
Thank you juga buat temen2 yang hadir semalem, rame banget!
My pleasure bisa sharing dan diskusi bareng.
Materinya saya share di sini buat yang kemarin minta: https://t.co/JWTFIxzMsv
Buat yang semalem request pembahasan topik lain dan mau diskusi lebih mendalam, I’ll see you guys in the next @klinikp88 event!
Kebetulan saya ngisi di hari ke-3.
See you soon!
POV seperti ini yang harus lebih sering disebarluaskan dan dipromosikan. Terutama di zaman dengan penetrasi dan penggunaan media sosial semasif ini.
Untung saat saya mulai berkenalan dengan industri pasar modal, bacaaan yg saya telan modelan "a random walk down wall street", "fooled by randomness", atau "liar's poker."
Solusi yang dia kasih kedengerannya aneh: turunin ekspektasi lo.
"The secret to happiness is low expectations." Kedengerannya pesimis.
Tapi logikanya: kalo lo expect biasa aja, lo bakal lebih sering positively surprised. Kalo lo expect yang terbaik dari ratusan pilihan, lo bakal selalu kecewa.
Schwartz bedain dua tipe orang: "maximizer" yang selalu cari yang terbaik, dan "satisficer" yang cari yang cukup bagus. Tipe kedua lebih bahagia.
Ideologi Prabowo adalah begini:
1. Rakyat adalah bodoh, tolol, biomassa kasta Sudra yang tidak mampu melakukan apapun dan mudah ditipu
2. Sudra hanya perlu diisi perutnya, dan ditembak apabila ada segelintir melunjak
3. Setelah rakyat diam, rampoklah negara sampai habis tidak bersisa
Pertanyaan besarnya adalah begini: apakah asumsi dasar rezim Prabowo benar, atau salah? Apakah iya rakyat Indonesia adalah biomassa monyet bodoh yang terlalu bodoh untuk berpikir ataupun bertindak?
gw cuma mau bilang :
PP 20/2026 ini bagus karena nutup celah pihak2 yg ga layak dapet fasilitas tarif umkm untuk manfaatin fasilitas tsb melalui skema bunching dan firm splitting (mecah usaha dan omset)
yg aneh itu ya orang2 ga ngerti yg bikin berita bombastis.
my take:
banyak kebijakan plenger rezim. yg ini bukan salah satunya.
The sprawling multi-ethnic archipelago cannot simply be given orders as if it were an army unit. It needs a leader who listens to many voices, rather than one who surrounds himself with yes-men https://t.co/3Rf4W3HXnX
Otoriter itu term politik,
Saya simpulkan kenapa bisa mengarah kesana:
1. Tersisa hanya PDIP Oposisi di Parlemen (itupun masih gamang);
2. Prabowo bilang oposisi itu budaya barat, Indonesia tidak perlu oposisi;
3. Dalam berbagai pidato, Prabowo punya sentimen sama orang pintar dan kritis.
4. Pelibatan unsur dan budaya militer untuk semua kegiatan sipil, dari Retreat kabinet, Pendamping Haji sampai pembekalan beasiswa LPDP;
5. Pelibatan unsur militer untuk mengelola program pemerintah, MBG dan KDMP;
6. Kekerasan terhadap masyarakat sipil meningkat, penyerangan yang melibatkan unsur militer lebih sering terjadi, tidak hanya di kasus Andrie Yunus yang paling parah, sampe penjaga warung Madura dan kurir makanan kena gebuk;
7. Ancaman dan teror untuk siapapun yang kritis terhadap program pemerintah;
8. Tekanan terhadap Media Massa untuk tidak memberitakan yang buruk2 bahkan intervensi pemberitaan;
Silahkan ditambah;
Berkendara di Jakarta adalah sebuah permainan prisoners dilemma.
Semua tertib: semua untung dikit
Kita tertib, yg lain enggak: kita rugi banyak
Kita ga tertib, yg lain tertib: kita untung banyak
Kita ga tertib, yg lain jg ga tertib: semua rugi banyak.
@UncleHuss1 Read the Ravages of time. Even better art, storytelling, fights and schemes that make every kingdom strategist look like toddlers. And not a single soul knows about it for some reason. It's even older than kingdom.