kalau jadi, kabarin
kalau ngga jadi, tetep kabarin
kalau telat, ya tetep kabarin juga
kayaknya ini tuh basic manner, tapi masih banyak yang suka sepelein.
@americhanoo_ Pernah punya temen kayak gini, alhamdulillah skrg udh ku cut off. Gapapa punya circle pertemanan yg kecil tp gak menemukan anomali kyk gini lg di hidup kita😁
Nangis banget lihat video ini dan bener adanyaa 😭
Ya Allah Rabbi habli minassholihiin...
3 tahun kita jadi dunianya
4-12 tahun kita hanya kebagian sorenya
13-18 tahun kita hanya sabtu minggunya
19-25 tahun kita mungkin hanya tanggal merahnya
Kemudian setelahnya mungkin hanya sesempatnya...
Mari hadirkan jiwa raga kita untuk anak anak kita ya ayah bunda... 🥹
📽️IG: hwandjay_story
Alasan sebagian orang yang lebih milih diam ketika lagi marah:
- Nggak mau buang-buang energi
- Sadar omongannya bisa nyakiti banget
- Karena kalau ngomong pasti nangis
Jerman, Jepang dan Belanda pulang.
Bola memang bundar.
Jadi, ga usah nanyain dukun dan cenayang..
...namun tim Marokko ini istimewa, ketika tim negara lain sibuk dgn para pacar dan istri , tim Marokko memuliakan sekali ibu mereka..
MasyaAllah❣️
CIRI CEWEK SERIUS
1. dia jujur +terbuka
2. gak akan ngerepotin
3. dia tidak banyak menuntut
4. selalu mendukungmu
5. punya self kontrol yang baik
6. mampu berkomitmen
7. memiliki boundaries
8. mau effort dan ngasih feedback
KELEMAHANNYA : seringnya nggak becus milih cowok
"Pertamax naik ga ngaruh juga kali.. kehidupan kita, orang itu BBM nya orang kaya"
Teruntuk kamu yg punya opini seperti ini, silakan baca sampai habis ya.
✅ Efek Kenaikan Harga Pertamax Jadi Rp16.250 per Liter ke Seluruh Lapisan Masyarakat
Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026 (kenaikan ±Rp3.950 atau sekitar 32%).
Ini BBM non-subsidi yang biasa dipakai kendaraan menengah ke atas (mobil keluarga, motor injeksi modern, dll). Berikut simulasi dampaknya secara bertahap dan mendalam.
1. Dampak Langsung (Hari 1–7)
- Pemilik Kendaraan Pribadi (Mobil & Motor yang Pakai Pertamax):
Biaya operasional naik signifikan.
Contoh: Mobil yang habis 10 liter/hari (commuter Jakarta) → tambahan ±Rp39.500/hari atau Rp1,1 juta/bulan. Motor yang pakai Pertamax (beberapa matic premium) juga terasa.
Kalangan menengah atas (golongan ini paling banyak pakai) langsung merasakan “dompet lebih tipis”.
- Ojek Online & Transportasi Online:
Banyak driver yang pakai Pertamax untuk kendaraan lebih irit dan bersih. Mereka harus naikkan order minimum atau kurangi jam operasional. Penumpang akhirnya bayar lebih mahal (jika tarif disesuaikan).
2. Dampak ke Transportasi & Logistik (Minggu 1–4)
- Tarif angkutan umum, travel, truk logistik, dan ojol cenderung naik bertahap (meski Pertalite & Solar subsidi belum naik).
- Biaya distribusi barang naik → harga sembako, makanan, dan barang konsumsi di pasar tradisional/modern mulai merayap naik.
- Contoh: Sayur-mayur dari pasar induk ke retail → ongkos angkut naik → harga eceran naik 5-15% dalam 1-2 bulan.
3. Dampak ke Lapisan Masyarakat
Lapisan Bawah (Miskin & Rentan)✅
Meski tidak langsung pakai Pertamax, efek rantai pasok membuat harga kebutuhan pokok naik. Daya beli turun, pengeluaran untuk makan & transportasi harian membengkak. Banyak yang beralih ke Pertalite (bisa picu antrean & kelangkaan jika permintaan melonjak). Risiko inflasi menekan kelompok ini paling keras.
Lapisan Menengah Bawah (Pekerja Harian, UMKM, Karyawan Swasta)✅
- UMKM & pedagang kecil: Biaya kirim barang & operasional naik → margin keuntungan tipis atau naikkan harga jual.
- Karyawan yang commuting pakai mobil/motor: Harus potong pengeluaran lain (hiburan, tabungan, pendidikan anak).
- Banyak yang pindah ke transportasi umum atau kerja dari rumah (jika memungkinkan).
Lapisan Menengah Atas & Profesional✅
- Paling terdampak langsung karena konsumsi Pertamax tinggi (mobil pribadi, keluarga).
- Bisa mengurangi perjalanan non-esensial, liburan, atau belanja impulsif.
- Tapi mereka lebih resilient (bisa pakai kartu kredit, tabungan, atau investasi untuk buffer).
Lapisan Atas / Bisnis Besar✅
- Perusahaan logistik & manufaktur yang pakai campuran BBM: Biaya produksi naik.
- Bisa menaikkan harga produk atau efisiensi (PHK ringan atau kurangi shift).
- Investor asing & pasar saham mungkin bereaksi negatif jangka pendek (IHSG fluktuatif).
Gue heran deh kok masih aja ada orang yang bilang “Pertamax naik ga masalah, kan yang pake juga orang2 mampu”
Entah mereka buzzer atau emang tolol alami.
Yang jadi masalah itu EFEK DOMINO-nya, bukan cuma perkara harga naik 3ribu.
Ini efek domino yang akan terjadi dari kenaikan per hari ini:
1. Migrasi massal ke BBM lebih murah. Harga Pertamax naik → orang yang biasa pakai yang “premium” (kelas menengah atas) langsung switch ke Pertalite yang lebih murah. Hasilnya: permintaan Pertalite meledak. Padahal Pertalite kan kuotanya terbatas (subsidi), jadi stok di SPBU cepet habis.
2. Pertalite langka + antrean panjang. Antre Pertalite di SPBU jadi tambah rame. Yang gak mau antri berjam-jam atau gak kebagian akhirnya terpaksa isi Pertamax (yang lebih mahal).
3. Biaya logistik & transportasi naik Truk, angkot, ojek online, pengiriman barang semua naik ongkosnya (meski mereka pakai solar/ Pertalite, tapi efek rantai supply-nya ikut naik karena driver dan perusahaan logistik juga kena imbas). Akhirnya harga barang di pasar naik semua.
4. Inflasi & harga sembako naik Efek dari nomor 3: dari meja makan sampai warung kecil. Harga beras, sayur, mie instan, bahkan jasa ojek naik. UMKM yang paling kena getahnya. Modal produksi naik, daya beli masyarakat turun, penjualan melambat.
5. Black market & penyelundupan Pertalite yang langka sering muncul di pedagang eceran dengan harga lebih mahal (kadang sama mahalnya Pertamax). Subsidi yang seharusnya buat rakyat kecil malah bocor.
6. Beban subsidi pemerintah membengkak. Demand Pertalite naik drastis → pemerintah/Pertamina harus nambah pasokan subsidi. Kalau gak diatur, APBN makin tekor, bisa-bisa akhirnya Pertalite juga naik atau dibatasi lebih ketat (misalnya pakai MyPertamina, plat nomor ganjil-genap, dll).
7. Efek jangka panjang ke ekonomi & masyarakat
- Driver ojol & angkot kurangi shift → pendapatan turun.
- Petani & nelayan (yang pakai solar/Pertalite) ongkos produksi naik → harga pangan naik lagi.
- Inflasi umum naik → Bank Indonesia mungkin naikin suku bunga → pinjaman mahal → investasi melambat.
Intinya, yang tadinya “cuma naik buat orang berduit” malah bikin semua orang kena getahnya lewat rantai yang panjang.
ada tulisan cantik bgt, kira-kira isinya begini:
“semoga kamu selalu dipertemukan dengan seseorang yang dapat berbicara bahasa mu, sehingga kamu tidak perlu menghabiskan waktu seumur hidup untuk menerjemahkan jiwamu..”
“Kenapa aku suka sama dia, tapi malah dingin pas udah dapet?”
Aku pernah ada di fase itu. Suka banget waktu masih PDKT, tiap chat masuk rasanya bikin hari jadi lebih hidup. Ada rasa excited, nungguin, senyum sendiri tanpa alasan jelas. Tapi begitu dia mulai serius, mulai konsisten, mulai nunjukin kalau dia benar-benar ada dan mau, justru aku yang berubah.