seporsi adab
nyakitin orang itu pilihan tapi nyalahin mereka karena bereaksi atas luka yg kamu kasih, itu kamu sakit jiwa
jangan dibalik seolah-olah mereka sumber masalah
jabatan bisa hilang, karir bisa rusak, kekayaan bisa habis. tapi caramu memperlakukan manusia itu abadi. tetaplah rendah hati, biar yg tinggi itu langit
jabatan bisa hilang, karir bisa rusak, kekayaan bisa habis. tapi caramu memperlakukan manusia itu abadi. tetaplah rendah hati, biar yg tinggi itu langit
jabatan bisa hilang, karir bisa rusak, kekayaan bisa habis. tapi caramu memperlakukan manusia itu abadi. tetaplah rendah hati, biar yg tinggi itu langit
jabatan bisa hilang, karir bisa rusak, kekayaan bisa habis. tapi caramu memperlakukan manusia itu abadi. tetaplah rendah hati, biar yg tinggi itu langit
@yappingfess gw selalu matiin gara gara dosen gw dlu matiin sampe misskom trus jadi keundur jadwal sidang yg gw udah fix dihari itu mau balik kampung karna urgent, udah 10 tahun gw matiin read
https://t.co/uHhbTnjq9z
Kipas angin di kamar kalo diperhatiin, makin sering muter, makin banyak debu yang nempel di baling-balingnya. Padahal dia gerak terus. Mirip sama kita yang sibuk kerja, sibuk nyari ini-itu, mondar-mandir kesana-kemari. Kita pikir dengan sibuk, kita bisa bersih dari masalah. Nggak tahunya, makin kita banyak gerak, makin banyak juga hal-hal melelahkan yang nempel di kepala. Kadang, kita cuma butuh beneran dipencet tombol off nya, diem, terus dibersihin pelan-pelan
Kipas angin di kamar kalo diperhatiin, makin sering muter, makin banyak debu yang nempel di baling-balingnya. Padahal dia gerak terus. Mirip sama kita yang sibuk kerja, sibuk nyari ini-itu, mondar-mandir kesana-kemari. Kita pikir dengan sibuk, kita bisa bersih dari masalah. Nggak tahunya, makin kita banyak gerak, makin banyak juga hal-hal melelahkan yang nempel di kepala. Kadang, kita cuma butuh beneran dipencet tombol off nya, diem, terus dibersihin pelan-pelan
Kipas angin di kamar kalo diperhatiin, makin sering muter, makin banyak debu yang nempel di baling-balingnya. Padahal dia gerak terus. Mirip sama kita yang sibuk kerja, sibuk nyari ini-itu, mondar-mandir kesana-kemari. Kita pikir dengan sibuk, kita bisa bersih dari masalah. Nggak tahunya, makin kita banyak gerak, makin banyak juga hal-hal melelahkan yang nempel di kepala. Kadang, kita cuma butuh beneran dipencet tombol off nya, diem, terus dibersihin pelan-pelan
pengen banget meluk seseorang sambil nangis dan bilang, "aku ga sekuat itu, aku ga seceria itu, aku ga sesabar itu, dan aku ga bisa pura-pura kuat terus, ada kalanya aku juga nangisin semua hal yang terjadi"
just a reminder:
"kalau dia tega ngelakuin hal yang dia tau itu nyakitin kamu tapi tetep lakuin itu. itu artinya dia ga cinta sama kamu, dia cuman suka dicintai sama kamu"
setara itu bukan harus sama pendidikannya, tapi nyambung pola pikirnya. bukan harus dari background yang sama, tapi punya value dan prinsip yang sejalan, setara bukan soal siapa kerja dimana, tapi seberapa luas cara dia ngeliat dunia. karena kalau hidup harus sama persis ya capek. tapi kalau bisa saling ngerti, saling ngisi, dan saling tumbuh itu baru definisi "setara" yang sebenernya.
in this generation, gua bakal nganggap semua
laki laki yang ngirim makan, bunga, chat tiap saat itu cuma ramah sampai mereka teriak:
"gue suka sama lo” di depan mata gue.
karena semua orang friendly, jadi udah gagampang percaya.