Tujuanku ke bumi adalah untuk Jumatan. Dari Senin sampai Kamis: Persiapan. Sabtu dan Minggu: Evaluasi. Semuanya baik-baik saja. Di senggang waktu bermain bersama manusia yang lain atau bersama binatang-binatang yang lucu itu.
Untuk semua hal yang tak pernah dimiliki meski seringkali jadi angan, semoga diberi kelapangan hati untuk meneruskan perjalanan. Semoga ada kesempatan-kesempatan yang lebih baik untuk masa depan.
Jangan lupa makan. Kelola perasaan. Cek lagi rencana. Jangan lalai. Tahun ini masih awal, masih panjang sisanya. Inget, selamatkan dirimu sendiri. Sebab yang kau pikir cahaya bisa padam tiba-tiba.
Aku juga ingin menjadi apa yang kau abadikan.
Menjadi apa yang kau rawat dalam pikiran.
Menjadi titik favorit pada sebuah ingatan.
Menjadi harap pada semoga-semoga yang kau langitkan.
Dunia ini indah dengan segala kerumitannya, dengan berbagai sudut pandang orang-orang di dalamnya. Kadang kita perlu berhenti sejenak dari perjalanan ini, karena terus berlari kencang membuat kita melewatkan banyak hal kecil yang perlu dihargai.
Beberapa pembaca memahami kata-kata, beberapa kata kata memahami pembacanya.
Tidak semua buku harus ditamatkan, tidak semua yang tamat harus dibukukan. Terkadang cukup untuk dikenang, lalu pudar dan menghilang.
Berjuang tapi tidak sedang melawan siapapun. Melangkah tanpa berusaha mengalahkan orang lain. Sejak awal perjalanan ini untuk diri sendiri, bukan menyaingi yang lain.
Beberapa orang datang tapi tidak sedang kita tunggu. Beberapa hal pergi tapi itu tidak kita mau. Kita harus terima bahwa banyak sekali keadaan yang tidak bisa kita atur.