Hal yang sangat keren dari DBL itu bagiku adalah memberikan kesempatan. Juga menciptakan ekosistem matang yang dibangun secara konsisten selama dua dekade.
Melaty, pelatih tim basket putra dan guru SMAN 3 Padang salah satunya.
Sepuluh tahun yg lalu, saat membela tim SMAN 2 Payakumbuh, Melaty terpilih sbg MVP DBL Padang. Setahun kemudian, dia masuk first team DBL Padang. Kedua prestasinya itu mengantarnya masuk dalam pusat pelatihan student-athlete basket terbesar di Indonesia, DBL Camp.
Tahun ini, Melaty mengantarkan tim putra SMAN 3 Padang menembus semifinal DBL Padang. Lagi2, dia terpilih masuk DBL Camp. Kali ini dgn peran yg berbeda. Pada usia 26 tahun, Melaty adalah pelatih perempuan termuda di DBL Camp 2025.
Melaty adalah contoh bagaimana DBL mewujud menjadi entitas yg inklusif, menjunjung tinggi keberagaman, dan kesetaraan. Meski perempuan, Melaty mendapatkan kepercayaan untuk melatih tim putra.
Bagi Melaty melatih tim putra itu sulit. Karakter pemainnya keras. Intensitasnya tingggi. Tetapi Melaty menghadapinya dengan antusias. Dia terus belajar. Tidak hanya dalam aspek basket, tetapi juga mendalami sisi-sisi psikologi olahraga.
Melaty adalah 1 dari 11 pelatih perempuan yg terpilih mengikuti DBL Camp 2025. Ini adalah rekor terbanyak partisipasi pelatih perempuan sejak DBL Camp mulai bergulir pada 16 tahun yang lalu. Tahun ini, mengalahkan rekor sebelumnya yakni 7 pelatih perempuan di DBL Camp 2023.
๐ธ: DBL