"kita sudah sampai pada masa kebodohan merajalela"
"ketika MBG dibela, keracunan dianggap biasa. mempertontonkan keserakahan & membiarkan negri ini dalam malapetaka" 🥹🥲
Cerita ini nyata ya teman teman, saya mendengar cerita ini langsung dari orangnya.
Setelah sidang selesai, yang kebetulan beliau datang dari Kudus untuk melihat persidangan secara langsung.
Ketika beliau mendapatkan teror itu, beliau memilih untuk melawan. Sampai pelaku itu, mendapatkan konsekuensi dari tindakannya sendiri.
HAHAHAHA negara udah bubarin ratusan atau bahkan ribuan diskusi pelajar, mahasiswa, & gerakan lainnya. Sekalinya mahasiswa yang bubarin atau sabotase langsung playing victim ngerasa hak kebebasan berpendapatnya dibatasi.
Saya meyakini gestur Nanik yang sering nangis-nangis ini bagian dari strategi propaganda politik yang sangat sadar.
Kita tahu konsultan politik Prabowo ini sangat piawai memainkan psikologi massa dan emosi publik (Gemoy playbook).
Harapannya mungkin supaya menarik simpati masyarakat awam lalu memberi ruang pemakluman pada masalah utama dari kebijakan MBG yang dampaknya lebih banyak ke elit daripada ke rakyat.
gw jadi berpikir kalo hal ini ada kaitannya kenapa anak-anak muda di western countries punya self esteem sama confident yang tinggi dibanding negara timur (especially indonesia) karena ya banyak standar-standar tolol yang dibuat ama boomers
Guys, kelen liat ini.
Kata Bang @BudiBukanIntel, MBG itu bisa banget biayanya hanya 40 T kalau dibikin cukup untuk orang miskin ekstrem.
40 T itu kecil banget, hanya sekitar 1% DARI APBN kita.
Dan bantuannya itu tepat sasaran. Untuk anak orang miskin yang sebagian besar kekurangan gizi.
Ga kek skrang,,
Anggaran MBG sampai 268 triliun.
Sekitar 223 triliunnya itu diambil dari pos APBN untuk pendidikan yang mencapai 769 triliun.
Gila ga tuh? MBG dianggap bagian dari pendidikan? aokwowkowk
====
Dampak MBG yang diambil dari dana pendidikan itu cukup besar bagi guru dan sekolah.
Kalau menurut mas @zanatul_91 dalam kesaksian di MK
- Ada pemutusan kontrak guru PPPK/honorer di beberapa daerah
- Ketidakjelasan pengangkatan PPPK
- Beban kerja guru bertambah karena harus ngurus pembagian MBG
- Banyak sekolah menunda pembangunan sarpras karena anggarannya tidak ada.
Kesejahteraan guru menurun seperti misalnya
- Tunjangan guru madrasah tertunda
- Ada guru PPPK Paruh Waktu cuman dibayar 50-500 ribu per bulan
- Gaji guru-guru sering terlambat
Dipikir-pikir gugatan ke Mahkamah Konstitusi itu mirip kaya "demo" versi lebih advanced.
1) Kita bisa protes, presentasikan data, memperlihatkan keadaan, ke negara.
2) Bebas dari gangguan parcok dan parjo.
3) Sidangnya beberapa kali, semua terekam live. Dokumentasinya ada PDF-nya semua.
4) Tiap sidangnya diliput sama jurnalis. Ditulis di berita di media.
5) Didengarkan hakim yang keputusannya bisa mengubah undang-undang.
6) Undang-undang mau gak mau dilaksanakan oleh pemerintah.
***
Saya ngikutin beberapa kasus di MK:
a) Tunjangan dan sertifikasi dosen diberhentikan selama tugas belajar
b) Tuntutan upah guru dan dosen agar minimum UMR
c) Tunjangan fungsional dosen yang nominalnya gak berubah sejak 2007
d) Anggaran pendidikan gak boleh dipakai MBG, digugat oleh 6-7 pihak sekaligus.
***
Semua keluhan yang nyata.
Sepertinya kita harus lebih banyak manfaatkan.
Kalau Gibran aja manfaatin, kenapa kita enggak?
There is something profoundly disturbing about the way Indonesia’s Cabinet Secretary, Teddy Indra Wijaya, chose to defend President Prabowo Subianto’s diplomacy on Palestine. The problem is not that he defended his president; that is, after all, part of his job. The problem is that in trying to elevate Prabowo into a heroic statesman, Teddy ended up revealing a far more troubling reality: the extent to which Indonesian officials have begun mistaking the management of catastrophe for the achievement of justice.
#Opinion by Dr. Muhammad Zulfikar Rakhmat & Shafa Kalila Aryanti
Read: https://t.co/GB8QxrzUlO
Kalian harus tahu ini juga wak...✋️✋️✋️
Buat nampol pejabat dirut tvri yang kolot itu.
Perbandingan indonesia vs Malaysia hak siar piala dunia 2026
1. INDONESIA: Rp1,3 TRILIUN
TVRI free-to-air gratis di tv digital tapi Berbayar di streaming
2. MALAYSIA: Rp569 Miliar
Semua gratis baik tv digital maupun streaming di RTM sekali klik tanpa daftar tanpa ribet.
Begitulah bedanya negara maju vs negara mundur. Semua di persulit padahal udah pakai duit rakyat.