Banjir itu bukan kutukan langit.
Itu hanyalah cara alam berkata,
βAku sudah terlalu lama diam terhadap rakusmu.β
Manusia menebang hutan dengan alasan pembangunan, padahal yang sedang dibangun adalah bencana.
Lalu ketika air mengamuk,
rumah-rumah terendam, jalan lumpuh, mereka berteriak memohon keadilan.
Menyalahkan cuaca, padahal pelakunya jelas,
keserakahan yang disulut oleh manusia sendiri.Bumi tidak pernah jahat,tapi ia juga punya batas sabar.
Pada akhirnya yang tenggelam bukan hanya daratan,tapi juga akal sehat
yang sejak awal sudah hanyut
oleh ego dan kerakusan manusia terhadap alam.
Pesan Abu Darda kepada istrinya :
βJika aku marah maka (berusahalah) buat aku tenang/ridho, dan jika kau yang marah, aku akan (berusaha) membuatmu ridho. Karena jika kita tidak demikian, maka begitu cepat kita akan bercerai.β
(Raudhatul βUqala, 106)