@SKUY2DFESS Evelyn membutuhkan ini untuk menyembuhkan diri dari kesunyian di dalam rumahnya.
Saat dia baru saja memejamkan mata, suara seorang wanita membuatnya membuka kembali dengan perlahan, perhatian langsung tertuju pada pemilik suara itu.
Dia tersenyum tipis. >
!2DFess
Youโre currently reading a proposal from a man who seeks for new faces to be acquainted with. Feel free to drop a keyword written in your preferable language, or leave a retweet to be approached later.
WโOC, 30.
!2Dfess โ(๏พโใฎโ)๏พ*
Selamat malam! Di sini aku hendak mencari lingkungan untuk anakku yang baru brojol (โงโโฆ)/. RT saja untuk bermutual yas! Atau bisa juga kirim kata kunci atau IC kamu di kolom balasan~โก
Iris jamrud milik Evelyn terus memandangi @LEAVERSEND yang kini duduk di hadapannya, dibatasi oleh meja berbentuk bundar di antara keduanya dan minuman masing-masing di atasnya.
โAku yakin kau menyadari betapa tampan dirimu, Alan...โ tuturnya di akhiri dengan seringai >
@LEAVERSEND โMungkin.โ
Evelyn mengulangi satu kata kunci dari jawaban pria tersebut, dengan suara rendah sambil ujung jari telunjuknya bergerak memutar di atas meja. Pandangan sama sekali tidak dia alihkan dari pria di hadapan.
โBerarti โmungkinโ itu bisa hilang bila >
Dan setelah keduanya berada di dalam, Adam menutup pintu lalu masuk ke dalam mobil; melakukan tugasnya sebagai supir.
Selama perjalanan, Harry menceritakan bahwa Adam telah menjadi supir yang biasa mengantar-jemput tamu di perusahaan, bahkan kerap membawa dirinya
Benar-benar manis.
Berapa lama pria bernama Adam ini akan bertahan hingga belangnya terlihat?
Harry pasti bukan hanya akan memecatnya tapi juga mengakhiri eksistensinya.
Tapi sejujurnya, dia sedikit tidak mengerti mengapa Harry memutuskan untuk memberinya
berarti pada wajah pria itu, namun sekilas, dia dapat melihat ada rasa sakit dari pancaran matanya.
"Sekarang..." Harry merangkul pinggang Evelyn. "...bawa kami jalan-jalan."
Adam membukakan pintu mobil belakang. Harry mempersilakan Evelyn untuk masuk lebih dahulu.
dia merasa seperti pernah melihat pria ini. Entah di mana.
"Nah, Adam..." suara Harry memecah pikiran Evelyn. "Bawa Evelyn ke mana pun yang dia mau. Jika terjadi apa pun padanya, kabari aku."
Pria bernama Adam itu menganggukkan kepalanya. Tidak ada ekspresi
memiliki wajah yang begitu muda, terlihat tampan namun juga manis. Iris matanya memiliki warna yang berbeda. Tidak mungkin dia menggunakan lens kontak, kan? Sengaja memiliki warna mata yang berbeda... sungguh aneh.
Dan satu hal yang membuat otaknya berputar,
"Senang bertemu dengan Anda. Nama saya Adam. Adam Miracle."
Ketika pria asing yang ternyata akan menjadi supir pribadinya itu bersuara, dia dapat merasakan darahnya berdesir. Dan dia menjadi sadar akan penampilan pria itu.
Rambutnya berwarna keabuan meskipun
Oh, astaga... berapa lama mereka berdua membuatnya menunggu?
"Mulai hari ini, dia akan menjadi supir pribadimu," tutur Harry tiba-tiba; membuatnya sedikit tersentak meskipun tak tampak dari gestur dan ekspresinya.
"Hei, perkenalkan dirimu."
bersiap-siap dengan jari-jari kekar itu menjamah setiap bagian tubuhnya.
Pria itu sengaja memilihkan dress yang mengekspos leher dan area belahan dadanya sehingga bekas gigitan pria itu dapat dilihat oleh pria asing yang kini berada di hadapan mobil Harry.
tidak mengabari, jangan ngomel kalau aku lama.โ
Dia beranjak dan berlari kecil menuju ke kamarnya sembari sadar bahwa Harry mengikutinya.
. . .
Evelyn selesai lebih lama dari yang telah dia ekspektasikan. Tentu, karena Harry terus mengganggu dirinya selama dia
titah Harry kepadanya. "Aku akan membelikan apa pun yang kau mau hari ini."
Tentu saja, Evelyn tersenyum sumrigah. Kebetulan, dia sudah memiliki daftar barang yang ingin dibeli. Bahkan walaupun bukan hari ulang tahunnya, dia akan tuntut dari Harry.
โSalahmu karena