There’s a saying, “If you love food, start fasting; If you love sleeping, start waking up for Tahajjud; If you love money, start giving more charity; If you love listening to music, start listening to Quran. Because your love for Dunya should not outweigh your love for Allah.”
Setelah aku pelajari, ternyata sekitar 80% doa para nabi tidak diawali dengan kata ‘semoga’. Mereka berdoa dengan penuh keyakinan, seolah sedang mengetuk pintu yang pasti dibuka oleh Allah.
Dulu aku sering mendoakan anak dengan kalimat, ‘Semoga anakku menjadi anak yang sholeh/sholehah, semoga sukses, semoga bahagia.’
Lalu aku mulai belajar dari doa-doa para nabi.
Bukan lagi ‘semoga’, tetapi:
“Ya Allah, jadikan anakku anak yang sholeh/sholehah.”
“Ya Allah, anugerahkan kepadanya ilmu yang bermanfaat.”
“Ya Allah, lindungi hatinya dan kuatkan imannya.”
Bukan karena merasa paling yakin, tetapi karena aku percaya kepada Dzat yang sedang aku mintai.
Sejak itu, caraku mendoakan anak berubah. Lebih dekat, lebih penuh harap, dan lebih yakin bahwa tidak ada doa yang sia-sia di hadapan Allah.”
SC : threads.titinmoms003
*Apa saja tugas pokok manusia di muka bumi?*
Al Qur'an menjawab.....
1. Ibadah
Surah Adh-Dhariyat, Verse 56:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
2. Menjadi Kholifah(pemimpin, minimal memimpin diri sendiri agar senantiasa taat kepada Allah SWT.)
Surah Al-Baqara, Verse 30:
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".
3. Saling menasehati untuk senantiasa taat kepada Allah SWT
Surah Aal-e-Imran, Verse 104:
وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.
Air mata dan ketakutan seorang ayah tidak terlihat,
cintanya tidak diungkapkan,
tetapi kasih sayang dan perlindungannya tetap sebagai pilar kekuatan sepanjang hidup kita...
Kisah Menteri Paling Miskin, Menguasai 9 Bahasa Dunia tapi Hidup Mengontrak Dari Gang ke Gang Sampai Akhir Hayatnya
Dunia mengenalnya sbg "The Grand Old Man" Diplomat jenius yg menguasai 9 bahasa asing.
Pria yg disegani lawan debatnya di Liga Bangsa Bangsa (sekarang PBB). Dialah H. Agus Salim
Tapi dibalik jas mentareng dan rokok kreteknya tersimpan kehidupan asli yg jauh dari kata mewah, bahkan bisa dibilang sangat melarat untuk ukuran seorang pejabat Negara.
Di balik keteguhan Agus Salim ada seorang wanita hebat bernama Zainatun Nahar. Beliau bukan sosok isteri pejabat yg sibuk arisan atau pamer kemewahan, Zainatun adalah wanita yg rela hidup Nomaden. Selama mendampingi suaminya mereka tidak pernah memiliki rumah pribadi, mereka selalu berpindah dari kontrakan sempit ke kontrakan lain di gang-gang becek Jakarta (Tanah Abang, Jatinegara, Karet)
Gaji Agus Salim sebagai pejabat sering kali habis untuk perjuangan dan sedekah. Saking sulitnya ekonomi mereka, Zainatun sering memutar otak agar anak2nya bisa makan. Pernah suatu hari tidak ada uang belanja tapi Zainatun tidak mengeluh, ia mengolah apa yg ada, ia tetap tersenyum menyambut suaminya pulang meski di meja makan hanya ada nasi dan kecap.
Kisah paling legendaris terjadi saat mereka mengontrak di gang sempit Tanah Abang, saat itu hujan deras dan rumah mereka bocor parah, air masuk ke ruang tamu. Kebetulan ada tamu penting (Tokoh Pergerakan) yg datang berkunjung.
Apakah Agus Salim malu? Tidak, ia justru mengajak isterinya bernyanyi sambil menaruh ember2 di bawah bocoran air.
Dengan jenaka Agus Salim berkata kpd tamunya "Maaf, nyonya (Zainatun) sedang sibuk mengatur bendungan, sebentar lg kita akan punya kolam renang di dalam rumah".
Mereka tertawa bersama, Zainatun tidak merasa hina ia justru bangga. Bahwa kemiskinan harta tidak bisa merampas kebahagiaan dan harga diri keluarga mereka.
Sebenarnya mudah saja bagi Agus Salim untuk menerima "hadiah" rumah atau uang dari kawan2nya, tapi ia dan Zainatun sepakat menolaknya. Mereka memegang prinsip "Leiden is Lijdn" Memimpin itu menderita. Mereka tidak mau hidup enak dari fasilitas Negara sementara Rakyatnya masih sengsara.
Hingga Agus Salim wafat pada 4 November 1954 ia tetap tidak punya rumah sendiri.
Ia mewariskan nama besar tapi tidak harta benda.
Zainatun melepas kepergian suaminya dgn tegar. Ia tahu suaminya adalah mutiara yg tak perlu dibungkus kotak emas untuk bersinar
Semoga saja kisah ini bisa menjadi inspirasi bagi pejabat kita
terutama para petinggi BGN yg beli mtr listrik tanpa izin DPR
Adabmu luar biasa nak 🤗
Met tivitas semuanya semoga Allah lancarkan segala urusan kita pada hari ini dan yg sdg sakit semoga segera diangkat penyakitnya 🤲
FAKTA TENTANG ALLAH
YANG MEMBUATKU MENANGIS
1. Ketika kamu mengingat Allah, Dia pun mengingatmu
(QS. Al-Baqarah: 152)
2. Ketika kamu menyebut Allah di hadapan manusia,
Dia menyebutmu di hadapan para malaikat
(HR. Bukhari no. 7405)
3. Jika kamu mendekat kepada Allah dengan berjalan,
Dia akan mendatangimu dengan berlari
(HR. Bukhari no. 7405)
4. Jika kamu merindukan pertemuan dengan Allah,
Dia pun merindukan pertemuan denganmu
(HR. Bukhari no. 6507)
Surat Yunus — Ketika Kesabaran Menjadi Senjata yang Lebih Tajam dari Kemarahan
Yunus adalah surat kesepuluh dalam Al-Qur'an. 109 ayat.
Dan ia adalah surat pertama dalam Al-Qur'an yang dinamai dengan nama seorang nabi bukan nama kaumnya, bukan nama peristiwanya, tapi nama orangnya.
Tapi ironisnya Nabi Yunus sendiri hanya disebut secara eksplisit di dua tempat dalam surat ini.
Karena Al-Qur'an tidak menamai surat ini untuk menceritakan Yunus.
Ia menamakannya untuk mengajarkan satu pelajaran yang paling sulit dipelajari manusia dari kisah Yunus:
Bagaimana bersabar ketika merasa sudah melakukan segalanya dengan benar — namun hasilnya belum juga datang.
Jika kita bedah strukturnya:
Dibuka dengan pembelaan terhadap wahyu kaum Makkah heran mengapa Al-Qur'an turun kepada manusia biasa, bukan kepada malaikat.
Allah menjawab: justru karena ia manusia, ia bisa menjadi teladan bagi manusia lainnya.
Lalu masuk ke argumen tauhid melalui alam semesta matahari, bulan, pergantian siang dan malam.
Tanda-tanda yang dilihat setiap hari tapi jarang direnungkan.
Kemudian kisah Nuh nabi yang berdakwah 950 tahun dan hanya mendapat segelintir pengikut. Bukan kegagalan.
Tapi pelajaran tentang bagaimana standar kesuksesan dalam pandangan Allah berbeda dari standar manusia.
Lalu kisah Musa dan Firaun dengan fokus pada momen ketika Firaun hampir tenggelam dan baru mau beriman.
Tapi taubat di ujung nyawa tidak diterima karena iman yang lahir dari kepepetan bukan iman yang lahir dari kesadaran.
Dan di sinilah Yunus disebut nabi yang meninggalkan kaumnya sebelum mendapat izin Allah, ditelan ikan, berdoa dalam kegelapan, dikeluarkan, dan kembali untuk menyaksikan seluruh kaumnya beriman sekaligus.
Yang paling mencengangkan:
Yunus adalah satu-satunya nabi dalam Al-Qur'an yang kaumnya beriman *setelah* ia pergi meninggalkan mereka.
Seluruh nabi lain kaumnya beriman karena dakwahnya langsung. Yunus kaumnya beriman justru ketika ia tidak ada.
Ini bukan ironi. Ini pelajaran tentang sebab dan akibat dalam skala ilahi bahwa terkadang benih yang kita tanam tidak kita lihat tumbuhnya sendiri.
Bahwa kerja dakwah, kerja kebaikan, kerja perubahan tidak selalu berbuah di depan mata kita.
Dan Allah menegaskan dalam satu ayat yang menggetarkan:
"Maka mengapa tidak ada suatu negeri pun yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya, selain kaum Yunus?"
— QS. Yunus: 98
Kaum Yunus adalah satu-satunya kaum dalam sejarah Al-Qur'an yang beriman kolektif sebelum azab benar-benar turun dan Allah menerima iman mereka.
Satu pengecualian dalam seluruh sejarah kenabian.
Dan itu terjadi pada kaum yang nabinya bahkan tidak ada di antara mereka.
Kaitan dengan psikologi modern:
Yunus meninggalkan kaumnya karena frustrasi ia merasa sudah cukup bersabar, sudah cukup berdakwah, sudah cukup menunggu.
Ini adalah apa yang psikologi modern sebut sebagai *burnout* kelelahan emosional dan spiritual akibat memberi terlalu banyak tanpa melihat hasil.
Tapi Al-Qur'an tidak menghakimi Yunus sebagai lemah.
Ia menunjukkan konsekuensi dari keputusan yang diambil tanpa izin dan kemudian membuka jalan pemulihan melalui doa dalam kegelapan total:
"Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh-zhaalimiin."
Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.
Ini adalah doa yang tidak meminta apapun.
Tidak ada permohonan spesifik. Tidak ada tawar-menawar. Hanya pengakuan bahwa Allah adalah Allah, dan aku telah salah.
Para psikolog terapi kognitif menyebut ini sebagai radical acceptance penerimaan total atas realitas tanpa penolakan sebagai langkah pertama pemulihan dari trauma dan kelelahan jiwa.
Al-Qur'an sudah mengajarkannya dalam tiga baris doa dari perut ikan, di dasar lautan, dalam kegelapan yang berlapis-lapis.
Yang membuat Yunus melampaui zamannya:
Ayat 44 adalah salah satu pernyataan paling jelas tentang free will — kehendak bebas manusia — dalam seluruh Al-Qur'an:
"Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikit pun, tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri."
Di tengah perdebatan filosofis selama berabad-abad tentang takdir dan kehendak bebas — Al-Qur'an menjawab dengan jernih:
Allah tidak menentukan kezaliman manusia. Manusia memilihnya sendiri. Dan konsekuensinya adalah milik mereka sendiri pula.
Ini adalah fondasi akuntabilitas moral yang paling kokoh — karena tanpa kehendak bebas, tidak ada tanggung jawab. Dan tanpa tanggung jawab, tidak ada keadilan yang bermakna.
Penutup:
Yunus ditutup dengan tiga ayat terakhir yang ditujukan langsung kepada Rasulullah SAW dan melalui beliau, kepada setiap jiwa yang pernah merasa lelah berjuang sendirian:
"Dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan, dan Dia adalah sebaik-baik pemberi keputusan."
QS. Yunus: 109
Satu kalimat. Tapi beratnya menanggung seluruh kegelisahan manusia yang pernah bertanya sampai kapan?
Yunus mengajarkan bahwa perjalanan seorang nabi pun tidak selalu lurus dan mulus. Bahkan orang yang paling dekat dengan Allah pun bisa kelelahan, bisa salah langkah, bisa masuk ke dalam kegelapan yang terasa tanpa ujung.
Tapi selama doa masih dipanjatkan meski dari perut ikan, meski dari dasar lautan, meski dalam kegelapan yang berlapis
Allah selalu mendengar. Dan pertolongan-Nya selalu datang meski tidak selalu dalam bentuk yang kita bayangkan, dan tidak selalu dalam waktu yang kita inginkan.
---
"Doa saudaraku Yunus: Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh-zhaalimiin — tidaklah seorang Muslim berdoa dengannya dalam suatu urusan melainkan Allah akan mengabulkannya.
— HR. Tirmidzi
Mitokondria: Jejak Ibu yang Allah Tanam dalam Tubuhmu
Saat kamu dewasa, rasa rindu pada ibu sering
datang tiba-tiba.
Kadang saat lelah.
Kadang saat hati terasa berat.
Tahukah kamu?
Di dalam tubuhmu ada bagian kecil yang hanya diwariskan dari ibu.
Namanya mitokondria.
Mitokondria ada di setiap sel tubuhmu.
Tugasnya memberi energi agar kamu bisa hidup
dan beraktivitas.
Bahkan ketika ibu telah wafat,
bagian itu tetap ada dan terus bekerja.
Seolah Allah ingin menunjukkan,
bahwa ada jejak ibu yang benar-benar hidup
di dalam dirimu.
Bukan hanya kenangan.
Bukan hanya foto lama.
Tapi bagian nyata dari tubuhmu hari ini.
Jadi jika hari ini kamu sedang sangat merindukan
ibu, ingatlah: Allah Maha Lembut.
Ada bagian dari dirinya yang Allah titipkan untuk selalu menemanimu.
Semoga rindu itu menjadi doa,
dan pertemuan kembali terjadi di surga-Nya. 🤍
Seorang anak bernama Sendi harus menjalani hidup seorang diri setelah kedua orang tuanya meninggal dunia. Ia juga merupakan anak berkebutuhan khusus yang kini berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa pendamping.
Untuk bertahan hidup, Sendi berjualan jajanan keliling. Meski dengan kondisi fisik yang terbatas dan sering kelelahan, ia tetap berusaha agar bisa makan setiap harinya. Kisah ini menjadi pengingat akan kerasnya realita yang dihadapi sebagian anak di luar sana, sekaligus pentingnya kepedulian lingkungan sekitar.
Jejak sejarah yang berulang di Timur Tengah.
🔻 1 April 1979, Republik Islam Iran berdiri, Iran mulai mengekspor revolusinya ke seantero Timur Tengah.
🔻 Iraq, Kuwait dan Saudi Arabia merasa terancam dengan menjalarnya Revolusi Islam yang diusung oleh Iran.
🔻 Rezim monarki Kuwait dan Saudi Arabia sepakat untuk membentuk aliansi dan meminta Iraq agar mengambil langkah pencegahan guna membendung meluasnya pengaruh Revolusi Islam Iran yang akan mengancam eksistensi kekuasaan monarki di semenanjung Arab.
🔻22 September 1980 , Iraq menginvasi Iran. Sedangkan Kuwait dan Saudi Arabia memberikan dukungan dengan menggelontorkan pinjaman dana untuk membiayai invasi Iraq.
🔻Perang berkecamuk hingga tahun 1988, berakhir dengan gencatan senjata tanpa batas waktu.
🔻Iraq mengalami krisis ekonomi, kas negara terkuras untuk membiayai perang selama 8 tahun. Ditambah lagi beban hutang yang menjerat Iraq mencapai angka lebih dari US$70-80 miliar. Paling besar hutang kepada negara Arab ($30-40 miliar) termasuk $14 miliar ke Kuwait.
🔻Iraq mengajukan proposal penghapusan hutang kepada Arab Saudi dan Kuwait dengan alasan bahwa hutang tersebut dipergunakan untuk membiayai agenda bersama yakni menangkal ekspor Revolusi Islam Iran, namun permintaan Saddam Hussein tersebut ditolak dan Iraq diharuskan untuk melunasi hutang tersebut.
🔻 Saddam Hussein berang, merasa telah dikhianati oleh Kuwait dan Saudi, juga oleh negara Arab lainnya.
🔻 Saddam mengklaim bahwa secara historis Kuwait adalah bagian dari negara Iraq, merujuk pada peta wilayah masa Kekhalifahan Utsmani.
🔻 Kuwait menolak klaim tersebut, lalu menggenjot produksi minyak hingga melampaui batas yang telah disepakati oleh OPEC.
🔻 Harga minyak merosot, membuat Iraq semakin kesulitan untuk melunasi hutang-hutangnya.
🔻 Saddam Hussein mengancam akan mengambil tindakan militer apabila Kuwait tidak mengurangi produksi minyaknya.
🔻 Kuwait bersikeras dan mengatakan bahwa mereka adalah negara yang berdaulat, tidak mau menuruti permintaan Saddam.
🔻Iraq melancarkan invasinya, merebut Kuwait dan menjadikannya sebagai bagian yang tak terpisahkan dari Iraq.
🔻 Dunia internasional murka, menentang agresi militer atas Kuwait.
🔻 AS tampil untuk memperingatkan Iraq agar segera mundur dari Kuwait.
🔻 Saddam bersedia mundur dengan syarat Israel mundur dari wilayah Palestina.
🔻AS memanfaatkan PBB untuk menekan Iraq, sehingga PBB menerbitkan resolusi yang memerintahkan agar Iraq mundur dari Kuwait.
🔻 Iraq menolak, sekutu atas mandat dari PBB menggelar operasi untuk membebaskan Kuwait.
🔻AS meminta akses kepada Saudi agar bisa menggunakan pangkalan militernya untuk menyerang Iraq.
🔻 Saudi menyanggupi, beberapa wilayahnya dijadikan pangkalan militer AS untuk memukul mundur pasukan Iraq dengan imbalan jaminan keamanan atas seluruh Saudi Arabia.
🔻 Pasukan Iraq terusir dari Kuwait, sementara AS menawarkan kerjasama baru kepada Saudi.
🔻 Kerjasama pertahanan disepakati, AS memberikan hak kepada Saudi untuk mengimpor berbagai alutsista canggih dari AS dengan metode kredit, Saudi tertarik dan meratifikasi perjanjian tersebut, dengan tujuan agar Saudi bisa memperkuat pertahanan di pangkalan militer AS.
🔻 Kuwait, Bahrain, UAE juga ikut menyepakati kerjasama pertahanan serupa. Nilai hutang mereka kepada AS melonjak drastis.
🔻28 Februari 2026, AS menyerang Iran.
🔻 Iran membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di Teluk Persia.
🔻AS menuntut agar negara-negara Teluk mengerahkan alutsista yang mereka beli dari AS untuk melindungi pangkalan militer AS di negara-negara tersebut.
🔻Serangan masif Iran menguras stok rudal pertahanan udara milik negara-negara Arab.
🔻 Kini negara-negara Teluk tidak hanya kehabisan stok rudal pencegat, tapi juga harus menanggung hutang.
🔻 Akhirnya negara-negara itu merasakan pengalaman yang sama dengan yang dialami oleh Saddam, dipaksa membiayai perang demi kepentingan negara lain.
Sejarah akan terus berulang.
Hujan Berkah Turun di Makkah pada Hari Terakhir Ramadan! 🕋
Pada malam ke-30 Ramadan 1447 H (19 Maret 2026), langit Makkah meneteskan rahmat-Nya saat jamaah melaksanakan Qiyamul Lail terakhir di Masjidil Haram. Tetesan hujan bercampur air mata haru, doa-doa semakin khusyuk menggema.
Segala puji bagi Allah yang Maha Pengasih. Semoga hujan ini membawa berkah, mengampuni dosa, dan doa kita dikabulkan. Amin Ya Rabbal 'alamin 🤲
#HujanMakkah #AkhirRamadan #Ramadan1447H #IdulFitriSoon
Jangan lupa,
Karena lupa adalah khianat
Jangan terbiasa,
Karena merasa biasa melihat kejahatan tanpa melakukan sesuatu, adalah juga kejahatan.
700 Hari Thufan Al Aqsha.
Adakah kita masih turut berjuang?
MUI sampai sekarang masih tetap menyerukan boikot produk2 yg mendukung penjajahan di Palestina, termasuk memboikot orang2 yang mendukung Srael menyerang Gaza. Mk jgn pernah mengundang orang2 yg pro genosida jadi narasumber di Indonesia. haram hukumnya bersekutu dg penjajah.