DAFTAR AMALAN YANG
PAHALANYA SAMPAI
KEPADA MAYIT
1. Mendoakan mayit (bukan kirim bacaan Al-Fatihah)
(HR. Muslim no. 160, Abu Daud no. 3221, dishahihkan Syaikh Al-Albani)
2. Memintakan ampunan (istighfar) untuk mayit.
(HR. Ahmad no. 10618, Ibnu Majah no. 3660, dishahihkan Syaikh Al-Albani)
3. Haji dan Umrah untuk mayit.
(HR. Muslim no. 1149)
4. Membayar Qodho' puasa mayit.
(HR. Bukhari no. 1952 dan Muslim no. 1147)
5. Membayar hutang atau nadzar mayit.
(HR. Bukhari no. 2298 dan Muslim no. 1619)
6. Sedekah atas nama mayit.
(HR. Bukhari no. 2756)
7. Amalan shalih dari anak yang shalih.
(HR. Abu Daud no. 3528 dan An Nasa'i no. 4451, dishahihkan Syaikh Al-Albani)
8. Sedekah jariyah dan ilmu yang bermanfaat.
(HR. Muslim no. 1631)
“Kami Datang untuk Bertanding, Tapi Kami Diciptakan untuk Beribadah”
Di tengah hiruk-pikuk dunia olahraga yang dipenuhi sorotan kamera, kontrak bernilai fantastis, dan ambisi meraih kemenangan, sebuah kalimat sederhana dari pelatih tim nasional Senegal, Pape Thiaw, mengingatkan banyak orang tentang sesuatu yang jauh lebih besar daripada sepak bola.
Ketika ditanya mengapa tetap keluar untuk menunaikan sholat Jum’at meski ada peringatan cuaca buruk dan angin kencang, ia tidak berbicara tentang strategi, prestasi, atau target pertandingan. Ia justru mengembalikan pembicaraan pada hakikat kehidupan.
“Kalian takut kepada angin, sementara kami takut kepada Allah, Zat yang menciptakan angin.”
Betapa sering manusia begitu sibuk menjaga urusan dunia, namun lalai menjaga hubungannya dengan Sang Pencipta. Kita rela menunda makan, menunda istirahat, bahkan mengorbankan waktu bersama keluarga demi pekerjaan atau kesenangan. Namun ketika panggilan Allah berkumandang, tidak sedikit yang mencari alasan untuk menunda.
Padahal pertandingan sebesar apa pun suatu hari akan berakhir. Trofi akan berdebu. Gelar akan dilupakan. Nama besar akan tergantikan oleh generasi berikutnya. Tetapi satu sujud yang ikhlas di hadapan Allah akan tetap bernilai hingga hari ketika seluruh manusia berdiri di hadapan-Nya.
Pape Thiaw seakan ingin mengingatkan bahwa manusia tidak diciptakan untuk mengejar dunia semata. Kemenangan terbesar bukanlah mengangkat piala, melainkan tetap taat ketika dunia menawarkan seribu alasan untuk lalai.
Karena pada akhirnya, kita tidak akan ditanya berapa banyak pertandingan yang kita menangkan, berapa banyak harta yang kita kumpulkan, atau seberapa terkenal nama kita. Yang akan ditanya adalah: bagaimana kita memenuhi tujuan penciptaan kita.
Dunia adalah tempat singgah. Prestasi adalah bonus. Sedangkan ibadah adalah alasan utama mengapa kita ada.
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Semoga kita tidak pernah menukar panggilan Allah dengan tepuk tangan manusia.
Teman gue beli Avanza 2019.
Harga 135 juta.
Murah dikit dari pasaran.
BPKB ada. STNK ada. Pajak hidup.
Nama di BPKB sesuai KTP penjual.
Semua keliatan beres.
Langsung deal. Langsung transfer.
3 bulan kemudian.
Dia mau jual lagi karena butuh uang.
Calon pembeli baru minta cek fisik dulu.
Bareng ke Samsat.
Petugas cek nomor rangka.
Diam lama.
Terus bilang:
"Pak, BPKB ini diduga palsu."
Teman gue shock.
Kira salah baca.
Petugas tunjuk satu per satu.
Serat kertas diterawang, gak ada benang merah biru.
Nomor seri dicek di sistem, gak terdaftar.
Hologram terlalu mulus. Terlalu licin.
Palsu. Tapi hampir sempurna.
Balik ke penjual.
Nomor masih aktif hari pertama.
Jawabnya:
"Saya juga gak tau Pak, saya beli kondisi gitu."
Telepon berikutnya.
Tidak diangkat.
Berikutnya lagi.
Nomornya tidak aktif.
Lapor polisi.
Mobilnya ditahan sebagai barang bukti.
Penjual belum ketangkap.
135 juta raib.
Mobilnya raib.
Penjualnya raib.
BPKB palsu sekarang bukan kaleng-kaleng.
Kertas mirip. Hologram mirip. Tanda tangan mirip.
Mata telanjang gak akan ketahuan.
Tapi ada 3 hal yang selalu ninggalin jejak:
1. Serat kertas.
BPKB asli kalau diterawang — ada benang merah dan biru di dalam kertas.
Palsu: polos. Atau seratnya dicetak, bukan tertanam.
2. Nomor seri.
Tiap BPKB punya nomor seri unik yang terdaftar di sistem Polri.
Cek di: https://t.co/UA5mhtlZUI
Palsu: nomornya gak akan muncul. Atau muncul tapi datanya beda.
3. Tekstur cover.
BPKB asli covernya agak kasar, ada tekstur grid halus.
Palsu: terlalu mulus dan licin waktu dipegang.
Tapi cek dokumen saja gak cukup.
Nomor rangka dan mesin juga bisa dimanipulasi.
Digerinda halus. Di-stamp ulang.
Kelihatan mulus kalau cuma dilihat sekilas.
Yang bisa deteksi: senter kuat + kaca pembesar.
Sorot miring ke nomor rangka.
Kalau ada bekas gerindaan, batalkan transaksi.
Ini checklist wajib sebelum bayar:
Terawang kertas BPKB → cek serat merah biru.
Cek nomor seri BPKB → ke website Korlantas Polri.
Pegang cover BPKB → harus kasar, bukan licin.
Sorot nomor rangka pakai senter → cek bekas gerindaan.
Bandingkan digit per digit → satu angka beda = batalkan.
Minta cek fisik bareng ke Samsat → gratis, 30 menit.
TAMPARAN TERAKHIR:
Lo pegang BPKB-nya.
Tapi gak diterawang.
Lo baca nomornya.
Tapi gak dicek ke sistem.
Lo lihat hologramnya.
Tapi gak diraba teksturnya.
Semua butuh kurang dari 5 menit.
Tapi di-skip.
Dan itu yang bikin 135 juta raib semalam.
Kami menolak satu kebohongan yang terlalu lama dianggap kebenaran:
"Semakin banyak ibadah, semakin cepat kaya."
Ibadah bukan transaksi. Sujud bukan alat mencari keuntungan. Dzikir bukan investasi untuk melipatgandakan harta.
Allah tidak pernah menjanjikan bahwa setiap orang saleh akan menjadi kaya. Yang Allah janjikan adalah petunjuk, keberkahan, ketenangan, ampunan, dan keselamatan.
Jika kekayaan menjadi ukuran kemuliaan, para nabi seharusnya menjadi manusia terkaya di zamannya.
Islam tidak mengajarkan kita menyembah Allah demi dunia. Islam mengajarkan kita menyembah Allah karena Dia memang layak disembah.
Ibadah yang mengejar harta akan runtuh saat harta tidak datang. Ibadah yang mencari ridha Allah akan tetap tegak dalam kaya maupun miskin.
Bukan kekayaan yang menjadi bukti kedekatan kepada Allah, melainkan ketakwaan.
Ustadz Bachtiar Nasir:
"Media yang menyuarakan Palestina kian melemah".
*Mengaji saja tidak cukup, kita harus jadi jurnalis²*
"Berbicaralah, tulislah tentang Gaza, agar kelak ucapanmu dan tulisanmu hari ini bisa menjadi pembelamu di hari kiamat." ‼️
Khutbah Jum’at:
Orang Hebat adalah orang yang meninggalkan dunia sebelum dia meninggal dunia. Dia bersedekah sampai kaya, bukan menunggu kaya baru bersedekah.
Dia berdakwah sampai alim, bukan menunggu alim baru berdakwah. Dia datang ke masjid sampai tua, bukan menunggu tua baru ke masjid. Dia beramal sampai ikhlas, bukan menunggu ikhlas baru beramal.
Insya-Allah ketika hatimu kau gunakan untuk membahagiakan orang lain, maka Allah akan mengirimkan seseorang secara khusus untuk membahagiakanmu.
Berhaji gak dibolehkan, jual hewan qurban, ternaknya di curi…
——
Menjelang Idul Adha, duka menyelimuti keluarga penggembala Palestina, Sameeha Rasheed, di Tepi Barat.
Sekitar 45 ekor domba miliknya dilaporkan dicuri oleh pemukim Israel saat dini hari, membuat keluarganya kehilangan sumber penghasilan utama sekaligus hewan kurban yang telah dipersiapkan untuk hari raya.
Sameeha mengatakan hasil penjualan domba biasanya digunakan untuk kebutuhan hidup dan biaya pengobatan suaminya yang menderita kanker. Kini, ia mengaku tidak memiliki apa pun lagi untuk dijual maupun dikurbankan saat Idul Adha tiba.
Sc: tasawufcenter’, Reuters
ya simply karena perintah qurban di idul adha awal mulanya dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail🥲 masa setaun sekali masih ngeluh…
lagian ya kalo dibedah dan mau merenung + tadabbur lebih lanjut, kisah Nabi Ibrahim nyembelih Nabi Ismail tuh sangat amat relate sama kehidupan kita sehari hari:
1. funfact, Nabi Ismail itu anak pertama yg ditunggu tunggu banget sama Nabi Ibrahim berpuluh puluh tahun lamanya.
u bayangin ada pejuang garis 2 yg baru dikasih anak di umur 80an tahun? kebayang ga seseneng dan sesayang apa elu ama anak lu?🥲🥹
dan galama setelah kelahirannya, beliau disuruh Allah ninggalin istri & anak itu di padang pasir tanpa kehidupan bermodal iman dan percaya sama Allah.
trus bertahun2 kemudian, beliau balik liat anak istri, tapi ternyata tau tau disuruh nyembelin anak itu? kebayang ga seberat apa jadi Nabi Ibrahim?💔
2. betapa Nabi Ibrahim sangat menerima dan terbuka sama pendapat anaknya. ayahnya ga serta merta maksa dan nyeret Nabi Ismail buat disembelih. enggak. gaada paksaan samsek.
justru Nabi Ibrahim ajak deep talk Nabi Ismail dan MENGHARGAI pendapat anaknya. ini tuh parenting bagus bgt???
makanya Nabi Ibrahim bilang di surah Ash Shaffat : “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu”
Nabi Ibrahim ga bilang “ayo sekarang kita sembelih kamu. Allah nyuruh nih!”. engga. beliau tetep nanya “apa pendapatmu?” karena ini jg bersangkutan sama hidup matinya Nabi Ismail🥹
3. baktinya Nabi Ismail dan imannya yg another level.
lagi seneng senengnya ketemu bapaknya yg lama ga keliatan, trus tiba2 bapaknya bilang dapet wahyu yg minta dia nyembelih anaknya sendiri…😭
apakah dia takut? ya pasti ada rasa takut. manusiawi. tapi Nabi Ismail justru yg mendorong ayahnya utk jgn ragu dan takut beliau bilang “Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.“
u bayangin seketakutan apa mereka berdua? yg satu udh megang pisau dan leher anaknya buat nyembelih, yg satu lehernya udh ada pisau dan AYAHNYA sendiri yg nyembelih?????
tapi keduanya ga ragu sama Allah. keduanya yakin Allah pasti tolong. keduanya udh liat sendiri klo Allah ga ninggalin.
Nabi Ibrahim udh pernah dilempar ke api dan apinya jd dingin
Nabi Ismail udh pernah ditinggal di padang pasir tanpa kehidupan dan tiba tiba muncul air zamzam dari hentakan kakinya
Allah Maha Baik. Allah gapernah ninggalin hambaNya.
waktu awal Nabi Muhammad diutus jadi Rasul, orang pertama yg beriman tuh istrinya, Ibunda Khadijah.
di saat yg sama, Rasulullah overthinking dan cemas sampe beliau bilang “dia (Khadijah) adalah orang yang beriman kepadaku, tatkala orang orang mengingkariku”
but look at us now. segini banyak org yg lagi haji, org yg beriman sama Rasulullah. padahal ini baru sekian persen dari seluruh umat muslim di dunia…
Rasulullah seseneng apa ya liat umatnya sebanyak ini?🥹
allahumma sholli ‘ala muhammad🦋
gue mah sesimpel minta ujan berenti dulu kalo lagi di jalan, minta ganti sandal ilang, minta ganti pulpen ilang aja ke Allah
apalagi minta yg besar besar kayak minta haji, minta umroh, minta masuk surga, minta keluarga samawa, minta duit 10M, minta beasiswa s2 dll. gada yg gamungkin bagi Allah. Allah Sang Maha Kaya
minta ke Allah jgn sungkan sungkan guys. minta yg besar sekalian. ke siapa lg kita minta kalo bukan ke Allah?😋
INI 7 TANDA SHALATMU SEDANG BERMASALAH. NO. 5 PALING SERING KITA ALAMI.
1. TERBURU-BURU SEPERTI AYAM MEMATUK
Tidak ada Thuma’ninah (ketenangan). Kamu ingin cepat selesai seolah shalat adalah beban yang harus segera disingkirkan, bukan kebutuhan.
2. LUPA JUMLAH RAKAAT
Jika kamu sering lupa rakaat, berarti pikiranmu sama sekali tidak hadir di depan Allah (gaflatul qalb).
3. TIDAK MEMBEKAS PADA AKHLAK
Allah berfirman shalat itu mencegah perbuatan keji. Jika kamu shalat tapi lisan masih tajam (ghibah) dan maksiat jalan terus tanpa rasa sesal, berarti shalatmu baru sebatas gerakan fisik.
4. MENUNDA HINGGA AKHIR WAKTU
Selalu menunggu "menit-menit terakhir" sebelum waktu shalat habis. Ini menunjukkan bahwa Allah belum menjadi prioritas utama dalam time management-mu.
5. PIKIRAN "TRAVELLING" KE URUSAN DUNIA
Dari takbir sampai salam, pikiranmu sibuk menyusun to-do list, mengingat kunci yang hilang, atau memikirkan omongan orang. Kamu hanya "absen" raga, tapi jiwa entah ke mana.
6. TERASA BERAT UNTUK MELAKUKANNYA
Merasa shalat sebagai beban berat (heavy burden) adalah ciri-ciri kemunafikan yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Orang yang beriman seharusnya menemukan comfort dalam shalat.
7. TIDAK MERASAKAN MANISNYA DIALOG
Shalat adalah komunikasi antara hamba dan Rabb-nya. Jika kamu tidak merasakan ketenangan atau "recharge" energi setelah shalat, berarti ada penghalang antara hatimu dan Allah.
Yaa Allah…
Sampe merinding dengernya 😭💔
Tamu dari Palestina, Dr. Basim Naim, dihalangi masuk Indonesia, pada Sabtu, minggu lalu.
IBHRS mempertanyakan siapa yang menghalangi?
Apakah Presiden? Menteri, BIN? Kapolri? Imigrasi? Atau siapa?
Apakah Presiden tau hal ini? Ini tindakan kurang ajar.
Siapakah Dr. Basim Naim dan tim dari Palestina?
Simak deh video ini sampe selesai.
Bener-bener bikin meriding….
RT ya gaes biar sampe ke Presiden @prabowo
Sc: IBTV YT Channel
Gue pernah ketemu orang yang hidupnya jauh dari kata mapan. Umur udah kepala tiga, kerjaan naik turun, tabungan nggak seberapa, masa depan juga belum ada bentuk pastinya. Tapi anehnya, dia jalanin hidup dengan santai. Bukan santai yang males, tapi santai yang tenang.
Sementara gue? Semua terlihat baik-baik aja dari luar, tapi tiap malam pikiran gue ribut sendiri. Ngebandingin hidup, takut ketinggalan, takut gagal, takut masa depan nggak sesuai rencana.
Fun fact...
Pernah gak kamu gak krasan di tempat baru? Entah di perantuan, tempat kerja, pondok pesantren, dsb.
Ternyata Rasulullah SAW dulu pernah mengalami hal itu. Karena beliau dari kecil hingga umur 50 tahun itu hidup di Mekah, ketika beliau hijrah ke Madinah, rasa tidak kerasan itu ada.
Akhirnya apa yang beliau lakukan? Berdoa... yupp.. karena beliau sadar bahwa yang membolak-balikkan hati adalah Allah. Maka doa adalah koentji.
"Allāhumma habbib ilainā al madīnah kahubbinā makkah aw asyadd."
Kelak di hari kiamat, akan ada seseorang yang 'pasang badan' di hadapan Allah demi menyelamatkan temannya dari neraka.
Rasulullah Saw. bersabda:
Demi Allah, kelak di hari kiamat kalian tidak akan pernah melihat seseorang yang begitu gigih,
*AMALAN KECIL YANG DIAM-DIAM DICINTAI RASULULLAH*
1. *SAAT MENGUAP,*
tahan mulut dengan menggabungkan bibir, atau jika tidak tertahan, tutup mulut dengan tangan, dan jangan mengeluarkan suara seperti "hah".
(hr. muslim no. 2995)
2. *MENUTUP WAJAH DENGAN TANGAN ATAU KAIN,*
merendahkan suara dan mengucap "alhamdulillah" saat bersin.
(hr. abu daud: 5029, tirmidzi: 2948, dan ahmad: 9662)
3. *SAAT MENDENGAR ORANG LAIN BERSIN DAN MENGUCAP HAMDALLAH,*
maka ucapkan "yarhamukallah" (bagi laki-laki) atau "yarhamukillah" (bagi perempuan).
(hr. bukhari no. 6224)
4. *SEBELUM TIDUR,*
dianjurkan berwudhu lalu berbaring miring ke kanan.
(hr. bukhari no. 247)
5. *MENGIBAS TEMPAT TIDUR SEBELUM BERBARING DAN MENGUCAP "BISMILLAH" SAAT HENDAK TIDUR.*
(hr. bukhari no. 6320, 5143 dan muslim no. 2563)
7. *SAAT MENYISIR RAMBUT,*
dimulai dari bagian kanan dengan tangan kanan.
(hr. bukhari no. 168 dan muslim no. 268)