BEBERAPA USTADZ SALAFI (BERMANHAJ SALAF) YANG PERNAH KULIAH TEKNIK
Beberapa ustadz Salafi yang pernah kuliah ilmu teknik (ada yang selesai hingga S3, dan ada yang tidak selesai) :
1. Ustadz Firanda Andirja, Teknik Kimia UGM
2. Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, Teknik Kimia UGM
3. Ustadz Fauzan Abdullah, Teknik Kimia UGM
4. Ustadz Amrullah Akadhinta, Teknik Sipil UGM
5. Ustadz Yasir, Teknik Nuklir UGM.
6. Ustadz Abu Yazid Nurdin, Teknik Nuklir UGM
7. Ustadz Kholid Syamhudi, Teknik Nuklir UGM
8. Ustadz Ammi Nur Baits, Teknik Nuklir UGM.
9. Ustadz Muflih Safitra, Teknik Industri UII
10. Ustadz Noor Akhmad Setiawan, Teknik Elektro UGM
11. Ustadz Andy O Latief, Mipa Fisika UI
Setelah menyelesaikan kuliah teknik di kampusnya masing-masing, Alhamdulillah berkat bimbingan Allah Subhanahu wa Ta'ala akhirnya mereka melanjutkan kuliah lagi dalam bidang agama Secara umum (rata-rata), mereka menekuni/belajar bidang agama ke negeri Saudi Arabia (Universitas Islam Madinah dan selainnya) hingga menjadi seorang ustadz.
Kelakuan zionis yahudi yg umum tersebar dan ini harus segera dimusnahkan
1. Dia yg salah tapi org lain yg disalahkan
2. Doyan ngeriba
3. Egois
4. Org lain susah bodo amat, yg penting dia hepi
5. Demennya nindas org
6. Boongnya ga ketulungan
Apalagi?
TERUNTUK SEGENAP PRAJURIT KOMANDO SATUAN OPERASI KHUSUS NETIZEN JULID ANTI ZIONIS ISRAEL (BRIGADE HASSAN BIN TSABIT)
Di beberapa medan juang, jika para sahabat lainnya bersenjatakan pedang, Hasan bin Tsabit ra bersenjatakan bait-bait syair tulisan. Ya, sejak ia beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan menyatakan ke-Islam-annya, beliau selalu membersamai Sang Baginda. Hassan bin Tsabit ra memiliki spesialisasi khusus di ‘matra udara’: melumpuhkan musuh dengan bait-bait syair tulisannya.
Dengan syairnya yg laksana anak panah yg menembus pikiran dan relung hati, tulisan-tulisan Hassan bin Tsabit mampu memporak-porandakan mentalitas dan psikologis musuh. Tak sedikit musuh yg frustasi dan berbalik ke belakang atau bahkan tersadar dan memperoleh hidayah-Nya.
Sayyiduna Rasulullah Muhammad saw seringkali memuji dan mendoakan Hassan bin Tsabit ra. Beliau bersabda:
“Wahai Hassan, engkau tentu mengetahui yg telah dilakukan kaum musyrikin Makkah. Karena itu, padamkanlah semangat mereka dengan syair-syairmu. Sebaliknya juga, bangkitkanlah semangat kaum Muslimin dengan syair-syairmu.
Wahai Hassan, seranglah mereka dengan syairmu. Sesungguhnya malaikat Jibril bersamamu.” (HR. Bukhari)
Ya, kita yg terpaut jarak yg jauh dengan Palestina bukan jadi alasan kita tak bisa berkontribusi turut serta. Kita mungkin tak bersama barisan Brigade Izzuddin Al Qassam-nya Hamas (berikat kepala hijau), atau Brigade Syuhada Al Aqsha-nya Fatah (berikat kepala kuning), atau Brigade Abu Ali Mustafa-nya PFLP (berikat kepala merah), atau Brigade Saraya Al Quds-nya PIJ yg berhadapan secara langsung dengan Zionis Israel di Gaza, Tepi Barat dan Yerussalem. Tapi, sejatinya kita berada dalam barisan juang yg sama. Berjuang meluluh lantakkan musuh menjemput kemenangan kemerdekaan Palestina.
Ya, seluruh prajurit Komando Satuan Operasi Khusus Netizen Julid Anti Zionis Israel ini tergabung dalam Brigade Hassan bin Tsabit. Yg dengan senjata ‘julid’-nya kita, kita porak-porandakan mentalitas para tentara Zionis Israel sampai mereka putus asa, berbalik ke belakang atau bahkan mendapatkan hidayah-Nya dengan bertaubat dengan sebenar-benarnya.
Julid kita yg dulu tak berarti itu, kini adalah senjata. Julid kita yg dulu menjerumuskan kita ke dalam keburukan itu, kini menghantarkan kita ke surga-Nya.
Maka, misi kita bukan main-main! Misi kita serius! Sangat serius!
Julid Fi Sabilillah: Berani. Bersatu. Menang! Komando!
Cc: Komandan SatOps @Greschinov untuk disebarluaskan kepada segenap prajurit di medan laga.