ya Allah ini jahat banget
anak SMP mukul kepala temennya pake palu sampe pecah trus bangga banget ngechat ke temannya yang lain.
orang tua pelaku playing victim katanya miskin gak bisa bantu pengobatan.
pelaku tau gak akan ditangkep karna di bawah umur, korbannya gak cuma satu.
lokasi : singkawang
PENCURI MANGGA TEW4S USAI TERJATUH DAN KEPALANYA TERBENTUR PARIT, KELUARGA PELAKU PENCURIAN TAK TERIMA HINGGA DATANGI DAN RUSAK RUMAH KORBAN
Polisi menggelar prarekonstruksi kasus meninggalnya Ri saat mencuri mangga di Jalan KS Tubun Gang Bersama 7 RT 32, Kelurahan Api-Api.
Prarekonstruksi dipimpin Kanit Pidum Polres Bontang Markus Sihotang dengan menghadirkan saksi berinisial M yang saat itu bersama Ri melancarkan aksinya, Sabtu (9/5/2026). “Agar jelas dan mengetahui seluruh kejadian,” kata Markus Sihotang di lokasi saat ditemui.
M mengungkapkan awalnya ia dan Ri bermain domino di kawasan Berbas Pantai. Setelah itu, Ri mengajaknya keluar dengan alasan membeli rokok menggunakan sepeda motor.
Namun saat tiba di Gang Bersama 7 sekitar pukul 03.00 Wita, Ri ternyata mengajak M melakukan pencurian mangga. “Ternyata saya dibawa almarhum untuk membantu mencuri mangga,” ujar M saat prarekonstruksi.
M menjelaskan, saat aksi berlangsung ia berada di bawah pohon sementara Ri memanjat pohon mangga. Tak lama kemudian, mereka kepergok pemilik rumah.
“Almarhum melompat lalu terjatuh, kepala terbentur pinggir parit. Dia sempat berdiri sedikit lalu jatuh lagi,” ungkapnya.
Menurut M, ia sempat ingin menolong Ri namun panik karena melihat pemilik rumah keluar ke teras. “Pemilik rumah masih berada di teras, dan saya kabur,” tambahnya.
Dalam prarekonstruksi tersebut, penghuni rumah diperankan salah satu personel kepolisian. Adegan kemudian berlanjut saat tetangga penghuni rumah keluar setelah mendengar teriakan maling.
Perhatian mereka saat itu tertuju kepada M yang melarikan diri. Mereka belum menyadari Ri sudah tergeletak di lokasi dalam kondisi terluka.
“Pas sadar dengar suara ngorok dicari pakai senter karena gelap, ternyata ada orang,” ujarnya.
Dia mengaku langsung pergi melapor ke petugas siskamling, lalu menghubungi Bhabinkamtibmas Kelurahan Api-Api, Brigpol Edo Olo V Limbong. Warga tidak berani mengangkat korban karena khawatir kondisi Ri semakin parah.
Beberapa menit kemudian, Bhabinkamtibmas datang ke lokasi dan mendapati korban masih tergeletak dengan masker menutupi wajah.
“Pas maskernya dibuka, mulutnya sudah mengeluarkan darah,” kata Edo, yang juga mengikuti reka prarekonstruksi.
Selanjutnya, warga bersama petugas membantu mengevakuasi Ri ke teras rumah sambil menunggu ambulans datang.
Ini beneran kejadian yang bikin darah mendidih banget!
Ini bukti banyak ortu didik anak ga becus!
Ada video yang lagi viral nunjukin sekelompok bocah biadab lagi keroyok anak kecil yang lagi jualan di toko.
Dagangannya diambil seenak jidat, dirampok rame-rame kayak preman kecil.
Anaknya cuma bisa pasrah, barang jualannya yang mungkin cuma jajanan murah buat cari duit sehari-hari langsung lenyap.
Ini bukan main curi-curi doang.
Ini pengeroyokan dilakukan geng anak ingusan ke anak yang lagi berusaha jualan buat hidup.
Kalau dibiarkan, besok-besok anak kita yang jualan atau yang lagi main di luar bisa jadi korban yang sama.
Orang tua mana aja nih? Sekolah mana? Kenapa anak-anak udah berani begini?
Kalian sadar ga kalo ini adalah bibit-bibit premanisme yang bikin Indonesia telat maju?
Makin janggal euy
1. Bayi dikasih ke orang lain, alasannya si teteh dipanggil ga datang²
2. Gelang bayi dilepas, alasan takut banyak virus
3. Scurity tiba-tiba pinjem hp si teteh
*Rangkuman dari video yg beredar*
Semoga diusut yg disebut suster sama securitynya. Pesen makanan aja kalau dipanggil ga datang barangnya ga dikasih ke orang lain, apalagi ini bayi
Vid: ayobandungcom
"Israel wants to live in peace with its neighbours" is the biggest lie of all time.
This is the West Bank.
No Hamas, no war, yet attacked like this daily by "settlers" backed by the IDF.
A savagely violent Jewish supremacy armed by the EU/UK/US
Israel killed 3 Indonesian UN peacekeepers in South Lebanon.
They were wearing blue helmets.
They were in UN uniforms.
They were peacekeepers.
Israel bombed them anyway.
Not a peep in Western media.
Not a word from the international community.
Kick Israel out of the UN.
Pria Yahudi diduga hendak merebut sebuah rumah di New York dengan membawa dokumen yang diklaim sebagai bukti kepemilikan dan meminta penghuni segera pergi.
Insiden ini menjadi sorotan setelah aparat yang datang ke lokasi tidak langsung mengambil tindakan tegas, sehingga memicu perdebatan publik.
Peristiwa tersebut kemudian dibandingkan dengan situasi di Tepi Barat dan Yerusalem, di mana sengketa kepemilikan rumah kerap memicu konflik berkepanjangan.
Baca berita selengkapnya hanya di https://t.co/b5qg1C6zPr
#PriaYahudi #Yahudi #NewYork #Rumah #SINDONews #SINDONewscom #SINDNewsbeyondheadlines #SINDONewsTV #iNewsMediaGroup #Beritaviral #BeritaTerkini
Ceritanya abis pulang kampung dari Pandeglang mau OTW Bandung, terus di Jakarta melipir lah ke daerah Tn. Abang, nahh ketika lagi buka maps di pinggir jalan tiba2 datang 3 hama ini, ujug2 minta uang, katanya karena plat luar Jakarta jadi harus bayar uang lewat, dan tiba2 e-money yg disimpan di dashboard diambil sama hama ini, mana baru isi juga. Terus minta uang lah sekian, nanti dibalikin, ujung2nya uang diambil, e-money gak balik 😭
🎥ariphidayat
Seorang Gadis SD Terseret usai Jadi Korban Pembobolan Rumah di Marelan
Seorang anak perempuan berseragam SD menjadi korban tindak pencurian dengan kek3ras4n di kawasan Lorong 36 Gang Perabot, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan. Peristiwa ini terjadi ketika pelaku masuk ke rumah korban dan berusaha mengambil sebuah telepon genggam, Sabtu (10/1/2026).
Korban yang berusaha mempertahankan barang miliknya sempat terseret oleh pelaku hingga mengalami luka dan trauma. Aksi tersebut menunjukkan modus operandi pelaku yang nekat masuk ke rumah untuk mengincar barang berharga.
Kasus ini menimbulkan keresahan di lingkungan setempat, mengingat pelaku berani melakukan aksi pencurian di dalam rumah.
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada serta meningkatkan keamanan rumah masing-masing guna mencegah kejadian serupa.
Sc. Ig/medanterkini