gosip baru tempo bilang pemerintah prabowo sangat ugal ugalan dalam gunain anggaran:
- pemerintah lagi cekak duit
- jadi nambal defisit apbn
- dengan ngambil dari sana-sini
- cara pertama: narik dividen danantara 120 triliun,
- padahal dulu udah disepakati dividen itu buat danantara sendiri
- purbaya bilang itu perintah presiden
- tapi bos danantara rosan malah bantah
- katanya belum ada pembahasan
- efeknya danantara susah investasi jangka panjang,
- investor jadi ragu
- cara kedua: nahan restitusi pajak
- padahal itu hak wajib pajak yang dijamin undang-undang
- alasannya katanya banyak kebocoran
- tapi imbasnya melebar sampai perusahaan asing
- jadi headline di jepang juga
- cara ketiga: genjot pnbp
- contohnya tarif notaris naik gila-gilaan sampai 500 juta buat pindah ke jakarta
- istilahnya kuasi fiskal atau ilusi fiskal
- di kertas defisit keliatan aman di bawah 3 persen,
- padahal bebannya digeser ke luar neraca
- yang gak bisa disulap itu bunga utang
- udah 580 triliun
- setara 25 persen penerimaan pajak
- masalah terbesarnya transparansi
- data apbn makin susah diakses
- sampai ekonom pun bingung defisitnya beneran aman apa enggak
Keracunan MBG tuh runyam.
Misal mau laporin ya. Lapor ke siapa?
Lapor ke polisi? Polisinya punya dapur SPPG.
Lapor ke tentara? Tentaranya punya dapur SPPG.
Lapor ke DPRD? Anggota DPRD-nya punya dapur SPPG.
Lapor ke DPR? Anggota DPR-nya punya dapur SPPG.
Lapor ke pejabat terkait? Pejabatnya punya dapur SPPG.
Emang mau ditindaklanjuti laporannya?
Lihat videonya, heran kok tutup karena alasan enggak ada anak muda yang mau bekerja di peternakan?
Lihat komentarnya, eh ternyata masalahnya ada pada warlok dan ormas setempat yang tidak mau ada pekerja dari luar daerah, tapi mereka pilih-pilih pekerjaan sampai usaha peternakannya tutup.
Btw, kira-kira kenapa anak mereka lebih memilih tinggal di Australia daripada bertahan mengurus peternakan yang sudah jelas-jelas stabil, ya?
Ada sebab lain sepertinya; ketidakpastian hukum dan banyaknya pungutan liar atau masalah-masalah klasik lainnya, misal.
Bung Hatta pernah nemu iklan sepatu di koran. dia gunting. dia simpen di dompet, sepatu itu nggak pernah kebeli sampe beliau wafat
Sepatunya namanya Bally. Merek Swiss, mahal, terkenal di era 1950an, waktu itu beliau menjabat Wakil Presiden RI
Sebenernya kalau mau, Bung Hatta tinggal minta, satu telpon, beres, tapi beliau pilih nabung dan nabungnya nggak pernah cukup karena selalu kepake buat bantu orang lain
Setelah beliau wafat tahun 1980, keluarganya nemu secarik kertas terlipat rapi didompetnya, itu iklan sepatu Bally yang sama, masih disimpan selama puluhan tahun
Bung Hatta pengen sepatu itu. tapi beliau nggak mau pake jabatan buat kepentingan pribadi
Islam nyebut ini wara' menjaga diri dari sesuatu yang sebenernya boleh, tapi takut merusak hati
Guntingan iklan itu bukan simbol kemiskinan, itu simbol bahwa beliau tau mana yang milik negara dan mana yang milik dirinya
Karena itu yang sekarang udah banyak orang yang lupa
Suka banget denger analogi ini:
“Apa yang kita lakuin di private, pasti bakalan keliatan di public.”
Ada 4 contoh:
1. Orang yang doyan baca, aura sama ilmunya bakal langsung keliatan pas lagi ngobrol sama orang lain.
2. Orang yang suka olahraga, bakalan keliatan lebih fit dan sehat.
3. Orang yang disiplin, bakalan keliatan lebih pede dan keyakinannya tinggi.
4. Orang yang tipe fokus, bakalan keliatan results sama powernya di hidup dia.
Kadang akuisisi itu memang bukan buat dikembangin, tapi buat “disuntik mati” pelan-pelan.
Indofood itu konglomerasi milik Salim Group. Dari hulu sampai hilir mereka pegang semua: tepungnya (Bogasari), minyak gorengnya (Salim Ivomas), produk makanannya (Indofood, Indomilk, Sari Roti, dll.), tempat jualannya (Indomaret), sampai retail dan propertinya juga masih dalam grup yang sama.
Dulu Upnormal bisa dibilang salah satu kompetitor KFC. Mereka gak sekedar jual makanan, mereka sama-sama jual experience, sebagai tempat nongkrong, dll. Nah, salah satu pemegang saham KFC juga Salim Group. Dan jauh sebelum Salim Group akuisisi Upnormal, mereka udah punya mitra usaha kayak warung-warung warmindo itu.
Jadi Upnormal diakuisisi cuma buat diambil data dan consumer habit-nya, plus jadi tempat testing kalau Indomie launch rasa baru. Habis itu pelan-pelan “dimatiin” supaya gak jadi saingan lagi buat mitra perusahaannya. Toh tanpa Upnormal pun, Indomie tetap laris di warteg, warmindo, dan warung kaki lima lainnya.
(Lanjutan somasi)
Somasi ini bisa dikirim sendiri oleh orang pribadi ya. Diadopsi saja substansinya.
Ini kebetulan saya banyak rekan di firma hukum, jadi bisa cepat dibantu. Tapi kita semua bisa lawan, jangan takut kalau memang benar ✊
Tadi siang habis dapat ancaman untuk menghapus postingan twit tentang Menteri PU (terlampir), dengan membuka data pribadi yang berisi alamat, NIK, TTL, data keluarga, dan lokasi terakhir gawai saya.
Saya sedang draft somasi dan akan kirim balik sebagai jawaban 🙏
Menurut psikologi
Kalau seseorang tiba-tiba kehilangan motivasi, maunya tidur terus, sudah tidak lagi menikmati hal-hal yang dulu disukai, merasa kehilangan semangat, jadi lebih sensitif, mudah tersulut emosi oleh hal-hal kecil, mulai mengabaikan diri sendiri, pola makan berantakan, dan tidurnya tidak teratur...
Belum tentu itu karena dia malas.
Bisa jadi tubuh dan pikirannya sedang mengalami burnout, kelelahan mental yang membuat semuanya terasa berat. Bahkan, ada seseorang yang sampai merasa asing dengan dirinya sendiri.
Habis baca perjanjiannya, ini gila sih... Amerika dibabat habis di meja perundingan!
Poin-poin kesepakatan antara Iran-Amerika:
- Amerika akan membayar pampasan perang/ganti rugi kepada Iran sebesar $300 miliar dolar (Rp5.400 triliun) atau setara dengan 40 tahun MBG. Iran menang banyakkk 😭😭
- Amerika setuju untuk tidak menambah personil di kawasan Timur Tengah dan membolehkan Iran mengelola nuklirnya untuk tujuan damai.
- Semua sanksi terhadap Iran dicabut, mulai dari sanksi ekonomi, perdagangan, sanksi DK PBB, dan resolusi IAEA.
- Produk minyak dan gas Iran bebas dijual, termasuk juga pembebasan transaksi bank-bank Iran.
- Amerika akan menghentikan pembekuan aset-aset Iran di luar negeri, artinya Iran akan segera memperoleh keuntungan bisnisnya dari luar negeri.
Asli, baru pertama kali ini ngeliat perjanjian Amerika vs. negara lain tapi Amerikanya yang harus ngalah banyak😭😭
Ini baru riil negara yang ditakuti asing 😭 BRAVO IRAN!
Belajar komunikasi lagi hari ini dari CHOKY SITOHANG, TOP GLOBAL NGOLAH.
Percaya atau nggak, skill ini bisa buat hidup kamu jadi lebih mudah. Ada banyak pelajaran yang bisa kita catat dari 1 video ini aja.
1. 00:01 "Pak Edi yang mana ini? Udah lama ini nggak ketemu kayaknya"
Ini konteksnya kalau kamu masuk ke ruangan, lagi cari seseorang tapi belum tatap muka. Atau kamu tau orang itu, tapi baru via online dan belum pernah ketemu offline.
2. 00:07 Salaman seenggaknya kalau di video durasinya 8 detik sampai 00:15 tapi itu karena dipotong videonya, at least 10 detik. Jadi ketika salaman jangan buru-buru dilepas.
3. 00:09 "Terima kasih kepercayaannya, terima kasih berkatnya buat keluarga kami"
Kalau kita dapat project atau pekerjaan, jangan lupa untuk nyapa yang ngasi project atau pekerjaan itu. Sampaikan terima kasih karena udah percaya.
4. 00:22 "And, this Raynaldo. Good to see you, brother"
Lagi-lagi penting buat riset dulu, mau ketemu siapa, apa jabatan atau posisinya, istri atau anaknya. Orang bakal lebih senang kalau kita tau tentang dia.
5. 00:43 "Apa kabar, sehat? Baik atau bahagia?"
Nah, ini memang kelas PEMAEN. Jawaban "baik" dibawa ke next level jadi "bahagia. Bisa jadi referensi kalau kamu nanya kabar orang lain terutama kalau jumpa di event yang memang harusnya orang happy.
6. 00:47 "Pembina saya ini. Itokku"
Di detik 00:33 juga ada penggunaan "Direktur saya". Harus diakui Indonesia adalah negara timur yang senang menggunakan panggilan honorifik, untuk nunjukkin rasa hormat, status sosial, jabatan, usia, atau hubungan tertentu.
7. 00:58 "Ini auditor yang bicara"
Ini lanjutan dari frame sebelumnya di detik 00:56 kalau Choky dipuji terlihat lebih muda. Nah, kalau di event atau momen tertentu kamu dipuji, terima. Bahkan amplify. Misal dipuji pintar, amplify, "Ah, kalau bapak yang bilang, saya nggak ada keraguan".
Poin mana yang bakal kamu praktekkin? 😅
Udah berapa kali akun ini bilang, skema BGN pake yayasan itu sengaja agar tidak bayar pajak penghasilan badan.
Insentif harian tidak dicatat sbg penghasilan. Tp dianggap sbg hibah
Mostly SPPG juga bukan PKP jadi ga mungut PPN
Jadi 335 Triliun uang muter tanpa generate pajak