untuk perempuan yang ga sengaja baca tweet ini, semoga kamu menikah dengan orang yang akan selalu memilih kamu berulang kali, yang akan selalu memperjuangkan dan mengusahakan kamu di depan keluarga dan semua orang. dari banyaknya cinta yang dirayakan, semoga kamu termasuk salah satu didalamnya🤍
ya allah, aku mau jadi istri dan ibu... bukan sekedar punya pasangan atau anak, tapi punya rumah yang di dalamnya ada cinta, kasih sayang, ketenangan, rasa aman dan saling menjaga setiap hari. aamiin...
dear dairy
ya Allah , maybe i’m struggling with my current situation , but i have zero hate for your takdir. please grant me the ikhlas and patience i need , until i finally see why you arraged everything this way.
Di banding ketemu someone gua lebih berharap bisa berdamai dengan diri sendiri, menerima hal-hal di luar kendali dan memaafkan apa-apa yg udh terjadi,
I think that's more difficult
Dulu gue kira kalau komunikasi adalah kuncinya. Sampai akhirnya gue sadar kalau saling memahami adalah kuncinya.
It's all about understanding. Lu bisa komunikasikan semua hal yang lu mau ke seseoang, tapi kalau mereka ga paham sama lu, it's silent chaos.
titik terendah itu bukan pas kamu sendirian, tapi pas kamu kehilangan spark dalam diri sendiri, kamu tetap jalan, tapi empty af, tetap napas, tapi rasanya ga bener-bener hidup, tetap senyum seolah everything is fine, hal-hal yang dulu bikin kamu semangat tiba-tiba ga lagi terasa berarti, hal kecil yang biasanya bikin bahagia sekarang cuma terasa biasa aja
bahkan pas lagi ketawa, ada rasa asing di dalam. seolah kamu cuma lagi nonton versi dirimu yang udah berubah. and that’s the loneliest part, bukan karena kamu sendirian, tapi karena kamu ngerasa kehilangan dirimu sendiri.
i looOooOve being called “sayang” 😭
like, it’s literally just one word, but somehow “iyaa sayangg?”, “kenapa sayangg?”, or “sayanggkuu” hits different...
gak tau kenapa, tapi satu kata itu bisa bikin
ngerasa disayang banget 🥹🤍