Aku hanyalah manusia.
Aku bisa belajar mencintai, tapi aku pun berpeluang melukai. Aku bisa berlaku ramah, tapi kadang aku berbuat salah. Aku bisa membuatmu tertawa, tapi adakalanya aku membuatmu kecewa.
Ya, begitulah aku.
Akhirnya masing-masing dari kita akan sibuk dengan dunianya. Dulu begitu dekat, sekarang sudah bersekat.
Bahkan prioritas pertemanan bukan lagi yang selalu ada, tapi siapa yang bertahan di dunia dan hingga di surga.
Bahagia bisa dari mana saja, pun itu hanya sementara. Sedangkan ketenangan, ia tak datang kecuali dari Allah.
Mungkin saja seseorang sedang bersedih saat ini karena masalahnya, tapi ia tetap tenang karena yakin Allah juga pasti sudah menyiapkan pertolongan-Nya.
“Sayang banget, kok bisa dia begitu, ya. Padahal ganteng, loh.”
“Dih, sudah jelek, nggak bisa apa-apa pula, kesel banget lihatnya.”
“Ya ampun, gemes banget. Nggak papa deh lemot, yang penting cantik.”
“Rajin, sih. Baik, sih. Pinter, sih. Tapi biasa banget wajahnya.”
Wahai yang menginginkan keselamatan, manfaatkan waktu senggangmu, gunakanlah tenagamu untuk kebaikan, isilah masa mudamu dengan ibadah, agar kelak saat usia senja, hatimu sudah terlatih untuk taat dan ragamu sudah terbiasa jauh dari maksiat.
Siapa kita? Yg baru rajin beribadah, ketika sudah dikepung masalah.
Siapa kita? Yg banyak mintanya, tapi beribadah semaunya.
Siapa kita? Yg diberi banyak nikmat, tapi membalasnya dengan maksiat.
Siapa kita berani terus-terusan begitu? Bukankah harusnya kita malu dan berbenah?
Tuntunan hanya dijadikan tontonan, sedangkan tontonan justru dijadikan tuntunan.
Agama itu yang dicari adalah ilmiahnya, bukan hanya karena banyak yang melakukannya.
Jangan sekali-kali coba berbohong. Karena satu kebohongan sudah cukup membuat orang lain tidak lagi memercayai kita.
Sedangkan untuk dipercayai, kita butuh banyak kejujuran.
Belajar agama memang kadang menjemukan, tapi bukan berarti harus memilih penceramah karena lawakan dan banyolan.
Kita belajar agama untuk melembutkan hati. Jika yang dicari hanya jenaka, bukankah terlalu banyak tertawa justru akan mengeraskan hati?
Ternyata, yang penting dalam hubungan bukan sekadar komunikasi, tetapi juga intonasi.
Ternyata, yang penting dalam hubungan bukan hanya membanggakan kelebihan pasangan, tetapi juga menoleransi kekurangan.
Hidup bukan tentang seberapa lama kita menjalani kehidupan, berapa banyak harta yang kita kumpulkan, atau berapa ramai perhatian yang kita dapatkan. Tapi tentang bagaimana kita belajar dan memperoleh kebahagiaan.
Carilah hobi yg tak sekadar menghiburmu, tapi carilah hobi yang...
1. Membantumu mendapatkan uang
2. Membantumu untuk berkarir
3. Membantumu untuk lebih kreatif
4. Membantumu menambah wawasan (terutama dalam agama)
5. Membantumu lebih dewasa dalam berpikir dan membuat keputusan.
Adakalanya perjuangan itu lebih indah ketimbang setelah kita mendapatkan apa yg kita inginkan.
Karena di dalam perjuangan, ada usaha dan pengorbanan yg hanya Allah yg mengetahuinya.
Karena di dalam perjuangan, ada jatuh bangun yg hanya Allah yg Maha adil dalam menilainya.
Kadang kita diuji dengan kebuntuan, ketidakberdayaan, hingga bingung apa yg seharusnya dilakukan.
Semua itu agar kita tidak menyandarkan urusan kepada diri kita atau orang lain, melainkan hanya kepada Allah kita berserah dan meminta pertolongan.