Tidak. Kami tidak kasihan. Kebanyakan dari 1,5 juta orang itu adalah kroni-kroni pemilik MBG yang menikmati keuntungan banyak di atas penderitaan rakyat Indonesia.
Kami tidak kasihan. Siapa suruh kalian kredit mobil tanpa tahu feasibility bisnisnya bagaimana.
Kami tidak kasihan pada kantin-kantin MBG dan 1,5 juta orang yang katanya relawan tapi digaji lumayan.
Menurut gua mungkin alasan kenapa naik kelas sosial itu susah…
karena yang harus dilawan bukan cuma kondisi ekonomi, tapi juga pola pikir yang udah diwariskan jauh sebelum kita lahir.
Semakin gw besar, semakin gw sadar kalau kemiskinan itu bukan cuma soal saldo rekening. Tapi juga soal cara melihat dunia.
Ada yang dari kecil diajarin:
“coba aja dulu.”
Ada yang dari kecil diajarin:
“jangan aneh-aneh.”
Ada yang tumbuh dengan keyakinan:
“gagal itu bagian dari proses.”
Ada yang tumbuh dengan keyakinan:
“jangan ambil risiko nanti makin susah.”
Dan sering kali kita nggak sadar kalau suara-suara itu masih ikut hidup di kepala kita sampai dewasa. Makanya menurut gw pendidikan itu penting.
Bukan cuma karena ijazah.
Tapi karena pendidikan bisa membuka jendela yang sebelumnya nggak pernah kita lihat. Ngasih perspektif baru. Ngasih pilihan baru. Ngasih cara berpikir yang berbeda dari lingkungan tempat kita dibesarkan.
Tapi pendidikan aja nggak cukup. Karena percuma tahu banyak hal kalau setiap ketemu ketidakpastian langsung mundur. Di titik itu yang dibutuhkan adalah grit.
Kemampuan buat tetap jalan meskipun capek. Tetap belajar meskipun lambat. Tetap nyoba meskipun berkali-kali gagal.
Kalau dianalogikan:
Pola pikir = mobilnya.
Grit = bensinnya.
Relasi = jalan tolnya.
Kalau salah satu nggak ada, perjalanan naik kelas sosial jadi jauh lebih berat. Dan mungkin itu alasan kenapa sampai hari ini gw masih terus belajar. Bikin konten. Cari peluang.
Daftar hal-hal yang kemungkinan ditolaknya lebih besar daripada diterimanya.
Karena jujur… gw nggak cuma pengen hidup lebih baik dari hari ini. Gw pengen jadi generasi yang memutus pola yang selama ini diwariskan.
Biar kalau suatu hari punya anak, mereka nggak perlu mulai dari titik yang sama seperti kita dulu.
They removed CD/DVD drives from devices.
They made physical media harder to buy and use.
They removed expandable storage from phones.
They pushed us into streaming subscriptions.
They made always-online normal.
They made unlimited internet necessary.
Then slowly raised the price of everything.
Ownership quietly became renting.
Gue gakan pernah lupa betapa jahatnya negara ini ke warganya yang udah berhasil ngeharumin nama Indonesia di industri game internasional.
- Menang award, pialanya dipajakin
- Dikirimin devkit gratis, dipajakin
- CD fisik game buatan sendiri, dipajakin
Gimana ga capek?
Eileen menunjukkan apa yg tidak dimiliki murid Indonesia pada umumnya:
✨️ metacognition knowledge ✨️
Metakognisi itu kemampuan “ngeliatin isi kepala sendiri.” Gak cuma berpikir, tapi SADAR bahwa kita SEDANG BERPIKIR. Lebih jauh lagi, kita bisa mengevaluasi cara berpikir itu, apakah membantu, apakah bikin stres, apakah perlu diubah. Persis kayak Eileen yang pensive. Dia kelihatan banget kalau nyaman jadi orang yang banyak mikir. Dia nggak lihat proses refleksi itu sbg overthinking tapi malah dia jadiin tools to grow. Eileen ini bukti kalau orang hebat itu ya orang yg paham cara kerja pikirannya sendiri, gak cuma yang pintar/berbakat aja.
Murid Indonesia belum banyak yg terlatih skill metakognisinya. Kenapa? Ini menarik bangettttt.
1. Budaya belajar berorientasi jawaban
Pendidikan kita menjadikan murid terbiasa untuk fokus ngejar nilai, akhirnya selalu memikirkan 1-2 jawaban yg benar. Untuk jawab soal dengan cepat dan tepat, akhirnya juga sekadar menghafal konsep. Akibatnya, jarang dilatih bertanya:
- kenapa harus pake strategi ini?
- biar cepet paham harus ngapain?
Padahal metakognisi itu berkembang ketika proses jauh lebih dihargai dibanding hasil.
Sistem pendidikan kita gmn? Maunya ke mana? Please kami mah juga bingung, belajarnya disuruh ala finland, asesmennya ala asia.
2. Keamanan psikologis
Ini masih berkaitan dengan poin 1. Naturally, murid itu akan reflektif ketika mereka merasa aman dalam mengekspresikan pikiran. Mereka gak takut salah jawab/bertindak atau gak takut dicap bodoh. Kalau lingkungannya masih menekankan budaya malu bertanya dan takut salah, ya udah selamanya akan terjebak pada pengetahuan level prosedural aja. Keamanan psikologis berkaitan erat dengan poin berikutnya.
3. Beban kognitif dan tekanan sosial
Banyak murid menghadapi kondisi tekanan ekonomi keluarga dan lingkungan yang kurang suportif. Kondisi ini malah membuat murid dalam mode fight, energinya lebih banyak dipakai untuk mikir gimana cara bertahan hidup besok alih-alih belajar dan melakukan refleksi mendalam. Banyak kan kalian lihat di TikTok/Instagram, anak SD sepulang sekolah mulung beras di pasar, anak SMA bangun sebelum subuh karena masak risol buat dijual ke sekolah. Murid saya? Sepulang sekolah mereka ke ladang. Kalau musim panen, pasti wali kelas sering dapat izin "Assalamu'alaikum bu, besok saya izin gak masuk sekolah karena ikut panen kubis/jeruk/dll" 🥺
Kenapa ya anak kecil sampe punya beban ekonomi? Karena penghasilan ortunya gak cukup meski udah kerja siang malam. Kenapa kok bisa gitu? Emangnya gak ada lapangan pekerjaan kah?
4. Kurang contoh dan model berpikir
Metakognisi itu bisa berkembang melalui modeling. Kalau murid jarang melihat
- gurunya making thinking visible (thinking out loud)
- orang dewasa yg merefleksikan pengalaman
bisa jadi murid gak akan punya contoh bahwa proses berpikir dan merefleksi itu wajar.
Nah sekarang pertanyaannya gaji pokok guru apakah layak?
Krn sejatinya, Lossless Audio (CD Quality) di Apple Music itu HARUS didengarkan via wired cable. Dan real Lossless kalo kalian pake DAC (Digital-to-Analog-Converter). Mau semahal apapun TWS kalian (even Airpods) yg kalian dengarkan bukan Lossless, tp “compress file” berupa AAC. Bukan Lossless CD Quality.
SPOTIFY WILL COST YOU THOUSANDS OF DOLLARS OVER THE YEARS
CDS ARE CHEAPER AND THE ARTISTS GET PAID, RIPPING THEM IS EASY, LEGAL, AND TEACHES YOU ABOUT USING COMPUTERS AND DATA PROTECTION
I WILL NEVER STOP TALKING ABOUT THIS
Bangsa Eropa menemukan cara mengubah fakta sejarah kekejaman politik dan perang menjadi sesuatu yg fiksi dan fantasi
Masyarakat dunia lupa Vlad Dracula asli yg bikin hutan mayat sepanjang 8 km dgn cara sprt ditusuk sate. Yg diingat skrng Dracula sbg ikon vampir internasional
People don't seem to realize that before phones you would just not see people nor hear from them for months and it was just fine. It is not the default to have access to anyone 24/7, nobody owes you that access and you don't owe it to anybody.
Sebelum ada yang julid, tolong dicatat bahwa kata kuncinya adalah PILIHAN. Istri Mas Dhany dan perempuan mana pun boleh MEMILIH perannya di ranah domestik dan publik.
Perempuan yang MEMILIH menjadi ibu rumah tangga dan tidak bekerja itu baik. Perempuan yang MEMILIH berlaga di ranah publik atau bekerja di luar rumah juga baik.
Hal yang tidak baik adalah bila kamu punya gaji mentok UMK, anak tiga, cicilan motor belum lunas, masih numpang di rumah orang tua, tapi sok-sokan MELARANG istri bekerja dengan alasan "perempuan di rumah aja", padahal hanya melanggengkan relasi kuasa.
Di agama kita, perintahnya memang hajar pelaku yang memaksa merenggut harta dan kehormatan kita.
Rasulullah ﷺ menyebutkan, kalau pelaku mati, maka tempatnya di neraka. Kalau korban yang meninggal, maka ia syahid.
Boleh di cek di Syarh Imam Nawawi terhadap sohih Muslim.
Semoga Allah menolong sang korban yang dizalimi.
It takes ~8 years for the emotional bond to an ex-partner to fully dissolve.
It takes ~8 years for the majority of cells in the human body to be replaced.