lu expect apa sama Indonesia??? hahaha
narasi "kalau negara serius ingin meningkatkan literasi" itu udah utopis banget. pendidikan dasar aja bukan hal prioritas, apalagi literasi
Gue bukan ahli perpajakan
Tapi serius gue bertanya
Kenapa ya buku itu jadi objek pajak?
Padahal, buku itu:
Bukan barang mewah
Bukan barang tersier
Bahkan punya fungsi pendidikan..
Contohnya nih, bacaan seperti fiksi dan novel itu melatih kemampuan imajinasi pembaca..
Atau bacaan populer yang justru membangun kebiasaan membaca.
Nah yang menariknya..
Hanya beberapa buku yang bebas pajak:
- buku agama, kitab suci dan buku pelajaran umum menurut PMK 5/2020.
Di luar itu malah dikenakan pajak. Kenapa ada pembedaan seperti ini?
Padahal, kalau negara serius ingin meningkatkan literasi...
Semua jenis buku jangan dipajakin. Kalau harganya lebih murah, makin banyak yang membeli buku.
Penerbit senang, penulis juga untung (apalagi kalau besaran loyaltinya memihak penulis)
Daripada rakyat asyik nonton video pendek,
Apa ga lebih baik rakyat jadi suka baca buku?
FOTO: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
@txtdrimedia Sebagai rakyat, ayo kerja samanya jadi pemilih yang bijak. Kita gapunya kuasa apapun untuk mengubah kebijakan demi terwujudnya keadilan. Imo lewat pemilu lah jalannya karena demo pun kecil kemungkinan didengar. Jadi setelah melihat ini semua, tolong bijak memilih yaa, tolong :((
sedih banget, padahal kerjaan dosen palugada banget, bayangin
- mengajar: mempersiapkan RPS, PPT, belajar
- penelitian: publish artikel, nulis buku
- bimbingan skripsi: satu dosen bisa megang 10 mahasiswa, dichat tiap hari, otak harus sat set pindah dr keluhan mahasiswa 1 ke yg lain
- jadi DPL magang atau KKN
- belom kalau menjabat kaya dekan, kaprodi, yg harus banyak rapat dengan pihak ini itu, TTD, dll
berhak untuk menyuarakan keadilan, Pak/Buππ»ππ»
Purbaya soal sikap Prabowo yang mengetahui Dadan korupsi:
"Bukan dikibulin, dia tau (Dadan korupsi) tapi dia hatinya baik."
Saking baiknya ngebiarin Dadan sempat korupsi dulu baru diringkus πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Kakak dari Jerome Polin juga turut memberikan komentar melalui Threads-nya,
"Kejarlah ilmu sampai ke negeri Cina.... -sampai S2, S3, jadi Professor, kerja, pensiun, udah di sana aja"
Setelah menghalalkan seks bebas & hubungan sesama jenis, mendekonstruksi konsep gender, menentang pernikahan & nilai keluarga, sekarang tinggal menunggu waktu aja lagi sampai kaum kufur LGBT ini gencar menghalalkan hubungan inses & pedofilia dengan dekonstruksi age of minor nya.