Gila!?!?!🤬
Barusan ada yang cerita kalau dia nabung deposito di bank B*A selama 3 tahun buat dana pendidikan anak.
Ternyata….
Depositonya gak pernah dibuat. Dananya malah masuk ke rekening lain yang bisa diakses oknum sampai habis.
Ngeri sih kalau kronologi ini memang benar.
Jadi kepikiran, harus percaya ke mana lagi kalau bank sebesar ini aja masih bisa kecolongan gara-gara ulah oknum?
Pada akhirnya, secanggih apa pun sistemnya, yang paling susah diprediksi tetap faktor manusia. Inilah mengapa kedepannya sistem harus full mesin automasi alias AI.
Jadi pelajaran buat semua orang supaya jangan cuma simpan bilyet atau bukti setor, tapi sesekali cek juga status produk dan rekening kita.
Btw, ada yang pernah ngalamin sendiri atau punya keluarga/teman yang jadi korban oknum di bank? Ceritain dong?👇
Anda benar pak, kita pikir2 orang kayak kita ini bayar pajak kendaraan, pajak PBB, pajak bila makan di resto, pajak cukai rokok, masak masih kurang? kemudian uang dibuat bancaan, lak jancokan kan iku.
Andi F. Noya menyuarakan isi hatinya. Ia marah dengan Pemerintah. Sebab, pemerintah tidak mencarikan pekerjaan untuknya, namun ketika sudah dapat kerja, tiba-tiba pajaknya begitu besar. Dan, apesnya lagi, pajak dari keringat rakyat ini banyak yang dikorupsi.
Kenapa ya para pemimpin negri ini tdk cerdas? Kalo BBM mahal, solusinya bkn WFH, tp kembangin angkutan umum, potong anggaran MBG 1 minggu saja lalu untuk beli bus listrik yg dpt dibagikan ke semua Provinsi n Kabupaten/Kota agar masyarakat tetap produktif dg gunakan angkutan umum
Udah keluar uang 1,3 Triliun, hasilnya salah desain.
Dan tidak ada satu orang pun yang dijadikan tersangka.
Apakah mungkin untuk bangun ulang Coretax dengan vibecoding?
Gaji Menteri tuh nggak seberapa, btw. Gedenya di tunjangan, dana taktis, dll.
Kalau mau serius penghematan mending potong jumlah anggota kabinet sekalian lah. Punya puluhan Wakil Menteri gitu buat apa.