ternyata gw blm se-mature itu buat explaining why do i get so disappointed, why do i feel like u dont appreciate me enough, why do i feel like im worthless, keep wondering "w/o my body & money, would people still be around me?", and why are u so inconsiderate
ini salah satu statement dari bang Raditya Dika yang menurutku kena banget
“aku tidak mau berhubungan lagi dengan orang itu selama lamanya, dengan cara aku menganggap dia tidak ada. jadi yang lebih parah dari membenci orang adalah dengan menganggap dia tidak pernah ada wujudnya. ini lebih menyakitkan daripada dibenci, untuk dianggap tidak ada”
Ini bener baget✅
Kita ga ada kewajiban ngajarin orang dewasa etika dasar yang baik dan benar, serta how to respect others.
Keputusan yg tepat mbak, kamu keren.
sekarang ngerti knp banyak orang bilang kangen jaman sekolah atau kuliah tuh krn kita sm temen2 kita ada di fase yg sama. mau gimana keadaannya kita gk ngerasa sendirian.
adulting feels so lonely, semua orang sibuk sm hidupnya sendiri. fasenya beda, prioritasnya jg.
Attitude itu kebaca justru waktu kamu ketemu orang yang gak bisa ngasih kamu apa-apa.
Caramu ngobrol dengan kasir, caramu menyapa pak satpam, caramu say thank you ke ojek online.
Be human yang bisa humanize the human.
tololnya gua adalah
walaupun gua disepelein, dicari pas ada butuhnya doang atau the worst case nya cuma dimanfaatin, gua susah buat lost respect atau cut off orang yg bikin gua setolol itu
ninggalin seseorang yang slowrespon dan komunikasinya jelek pas kamu lagi butuh kehadiran dia itu pilihan yang tepat, karena kamu layak dapetin yang lebih baik.
percaya atau tidak, hukum tabur tuai itu nyata, seseorang yang menyakiti kita, lalu melanjutkan hidupnya tanpa rasa bersalah, pasti akan hancur, entah itu dari jalur pekerjaan, rejeki, keluarga, kesehatan bahkan percintaan.
intinya ikhlas saja biar Tuhan yang membalas.