Gimana gak sakit?
- Rupiah Anjlok ke 17.300, padahal target Presiden Rp 5.000
- IHSG janjinya to the Moon 28.000, faktanya NYUNGSEP ke 6.900 dari 9000an poin
- Defisit Parah, Per Maret saja 240 Triliun (hampir 1% PDB)
- Mengatur uang 335 Triliun untuk MBG tanpa jaminan yang jelas bagi keuangan negara
- Negara tiba2 impor 105.000 Pick Up dari India
- BGN tiba2 Impor 25.000 Motor listrik tanpa sepengetahuan Purbaya
- Asing Menarik Modal, lebih tertarik dengan Vietnam & Filipina
- Bank HIMBARA disuruh memfasilitasi kredit program MBG Dan KOPDES
cc: threads
Bayangin aja lu dituduh antek asing sama orang yang bergabung dengan agenda asing yang terang-terangan adalah pengkhianatan terhadap amanat konstitusi.
(Perdamaian di Gaza tapi tidak melibatkan rakyat Palestina sama sekali itu penjajahan btw)
"335 TRILIUN buat makan siang itu setara dengan:
🎓 3,3 JUTA anak kuliah GRATIS sampai lulus S1 (kampus terkemuka yaa)
🏥 670 RUMAH SAKIT baru standar internasional (bisa bikin lapangan kerja baru)
🏫 167 RIBU sekolah rusak diperbaiki total.
👩🏫 Gaji 5,5 JUTA guru honorer jadi 5 JUTA/bulan (kesejahteraan guru meningkat).
Kisah seorang siswi bernama Zulfa asal Garut menyita perhatian publik setelah videonya viral di media sosial.
Dalam video itu, Zulfa tampak bersekolah sambil mengasuh adiknya yang masih balita dan berjualan makanan kecil demi membantu keluarga.
Pihak sekolah membenarkan bahwa Zulfa merupakan siswa MTs Al-Irsyad Karangpawitan.
Meski hidup sederhana dan harus membantu orang tuanya yang bekerja serabutan, Zulfa dikenal berprestasi dan tetap semangat menempuh pendidikan.
🎥: Tiktok/banghelmibahe
Penulis: Ari Maulana Karang, Eris Eka Jaya
Kreatif: Safira Nurulita
Produser: Elizabeth Ayudya Ratna Rininta
` #Garut #Siswi #Viral ##Read
Semarang, Rabu, 24 Agustus 2022
Malam itu Onee mulai khawatir, suaminya, Iwan, tidak kunjung pulang kerja.
Iwan berangkat pagi itu, dengan agenda ke salah satu acara di sebuah hotel sebagai narasumber dari Badan Pendapatan Daerah kota Semarang, tempat dia bekerja.
Malam semakin larut dan Iwan tidak kunjung pulang. Hapenya tidak aktif, tidak bisa dihubungi.
Onee menghubungi kantor Iwan, dan ternyata Iwan tidak datang hari itu. Ke hotel maupun ke kantor.
Onee dan keluarga akhirnya melaporkannya ke polisi, dengan detail kejadian hari itu.
Iwan berangkat dengan motor dinas Vario warnah merah, dengan plat merah bernomor H 9799 RA.
Polisi pun mengecek CCTV, dan memberikat informasi, motor tersebut terlihat di Jalan Raya antara Jl. Prof Sudarto Undip dan Akpol Semarang.
Terakhir, Iwan terlihat mengendarai motornya di salah satu perempatan di jalan itu.
Seminggu tak ada kabar, kantor dan keluarga Iwan berusaha mencari Iwan dengan menyebar informasi di sosial media. Twitter, grup Facebook, Instagram, semua diposting.
Nihil.
***
Kamis, 25 Agustus 2022
Sehari setelah kejadian itu, seharusnya Iwan dijadwalkan menjadi saksi sebuah kasus.
Kasus dugaan korupsi hibah tanah dari PT Karya Deka Alam Lestari di Kecamatan Mijen Kota Semarang. Tanah itu berlokasi di Perumahan Bukit Semarang Baru.
Kasus ini mulai diselidiki polisi atas laporan masyarakat.
Iwan dijadwalkan menjadi saksi di hari itu, surat undangan dari Kepolisian sudah diterima oleh kantornya.
Iswar Aminuddin, sekretaris daerah kota Semarang mengkonfirmasi hal itu.
Iswar juga menjelaskan tentang kasus korupsi ini, "Anggarannya kalau tidak salah Rp3 miliar, tetapi baru digunakan sebanyak Rp300 juta atau Rp400 juta untuk tim, kepengurusan dan sebagainya."
Jadi hanya 10% dari anggaran 3 milyar yang dipakai. Ke mana sisanya?
Tapi Iwan hilang, dia tidak hadir.
***
Sabtu, 27 Agustus 2022
Polisi mendeteksi ponsel Iwan akhirnya menyala kembali, posisi ponselnya terlacak di Balai Kota Semarang.
Mereka langsung mengecek ke sana. Tapi nihil, ponselnya tidak aktif lagi.
Mereka kehilangan jejak.
***
Kamis, 8 September 2022
Seorang petugas kebersihan Pantai Marina sedang memotong rumput.
Sampai di suatu titik, alat berat itu nyangkut di benda aneh. Sebuah motor, tapi dalam keadaan hangus terbakar. Petugas itu langsung melapor.
Setelah polisi melakukan pengecekan nomor, jenis, dan rangka mesin, polisi memastikan motor itu adalah motor yang dipakai Iwan.
Langsung dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Di lokasi, ditemukan name tag "Iwan Boedi P." Pencarian lebih lanjut dilakukan.
Tak jauh dari situ, ada temuan yang mencengangkan: sebuah jasad, hangus terbakar, semua terbakar, 100 persen. Kepalanya hilang, kedua telapak tangannya tidak ada, salah satu kakinya juga hilang.
Polisi langsung melakukan tes DNA. Setelah hasilnya keluar, terkonfirmasi.
Jasad itu adalah Iwan Boedi Prasetyo Paulus, suami Onee.
Kepalanya dan bagian tubuh lainnya tidak pernah ditemukan, sampai hari ini. Iwan dimakamkan tanpa bagian tubuhnya yang hilang.
Dia meninggalkan istrinya Onee Anggarwati, dan empat orang anak.
***
Sampai hari ini, kasus ini belum ditutup dan belum ada kejelasan siapa pelakunya.
"Hari ini sudah memasuki tahun kedua, dan proses penyelidikan masih berjalan untuk mengungkap pelaku di balik pembunuhan ini," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng, Kombes Pol. Dwi Subagio tanggal 27 Desember 2024.
"Kami mohon, jika ada yang mengetahui sesuatu mengenai kasus ini, segera hubungi kami. Setiap informasi sangat berarti."
Bagaimana dengan kasus korupsinya?
Sama, juga belum ada kejelasan hingga hari ini.
Apakah ada hubungannya? Entah, mungkin waktu yang akan menjawab, atau hanya Tuhan yang tahu nantinya.
Semoga keluarga mendapat keadilan.