Couples in healthy relationships also argue, have different opinions, feel frustrated, insecure and bored at times. Healthy doesn't mean perfect. What makes a relationship perfect is HOW you choose to move through those challenges TOGETHER.
A man marries someone equal or lower.
A woman marries someone equal or higher.
Gausah kaget kalo liat wanita2 mapan Pemda DKI, DJP, OJK, BI, Big4 dan lainnya masih single.
Kerap terjadi di kota2 besar.
Ingat girls, this is not disney, u don't need a Prince to have happy ending
@parlefeu Stoik:
- sounds inteligent
- well educate
- cumlaude material
- ✨ culture ✨
"Wong liyo ngerti opo"
- grassroot
- civil power
- gusti mboten sare
@keharyapatihan Gajadi orang teknik yang salary 2 sampai 3 digit gaapa, yang tiap insta story selalu tentang proyek oil n gas, atau proyek high rise nya.
Cukup jadi orang teknik yang kerja nya cuman otak atik laporan sama kena semprot owner aja deh, yang penting gaji cukup untuk hidup.
personal boundaries:
- tidak diajak, jangan ikut
- tidak dikasih tau, jangan kepo
- tidak didengarkan, berhenti bicara
- tidak dilibatkan, jangan ikut campur
- tidak diminta, jangan memberi saran
- tidak diprioritaskan, jangan memprioritaskan.
Mengapa Dwifungsi ABRI (sekarang TNI) yang coba dihidupkan melalui Revisi UU tahun 2004 itu harus dikritisi bahkan ditolak?
1. Amanat Reformasi 1998
Jutaan mahasiswa dan masyarakat sudah melakukan upaya memperbaiki sistem demokrasi yang saat itu otoriter & korup (cont).
Nganggur itu berat, tapi lebih berat lagi kalau dihina di rumah sendiri.”
Kalau kamu pernah ngerasain nggak dihargai di rumah cuma karena lagi nganggur, gue cuma mau bilang: gue ngerti rasanya.
Apalagi kalau sampai ada yang nyebut kamu “bangkai”, cuma karena kelihatan tidur terus atau nggak sibuk kayak orang lain.
Rasanya? Sakit. Bukan cuma karena kata-katanya, tapi karena yang ngomong itu keluarga sendiri, orang-orang yang seharusnya jadi tempat paling aman buat pulang.
Tapi pertanyaan yang lebih penting adalah:
Kamu terima nggak diperlakukan kayak gitu?
POV kelas menengah SMA negeri kabupaten mikir-mikir mau daftar kuliah ke LN:
1) Tes IELTS/TOEFL itu nggak murah, sekali ambil 3 jutaan, ya mikir berkali-kali lah ambilnya.
Belum nanti kalau gagal. Mesti ambil tes lagi.
2) Modal belajarnya juga gak murah. Apa yang bisa diharapkan dari belajar bahasa Inggris modal main Pokemon dari Emulator Game Boy?
Les? Meh, gak kuat bayarnya. Pilih, mau ambil tesnya tanpa les, atau ambil les tanpa tesnya.
3) Tempat tes juga jauh, bisa 6 jam perjalanan. Terus gak ada saudara yang bisa ditumpangin nginep di sana.
Cari penginapan yang deket tempat tes, mahal karena di tengah kota.
4) Belum tes tambahan kaya SAT/ACT/A-level/semacamnya, nambah duit lagi 1.5 juta.
Sekali lagi kalau gagal gimana? Bayar lagi? Duitnya siapa?
Les? Duit maneh.
5) Ulangi poin 3 karena Jadwalnya gak akan barengan itu tes.
6) Daftar ke univnya juga mahal, jutaan sendiri buat registration fee.
Dua-tiga univ didaftarin? Nambah lagi.
***
"Wis tho le, daftar nang STAN ae kae."