Istana mengklarifikasi biaya perjalanan Prabowo ke Paris yang tembus miliaran:
"Segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan negara, sepenuhnya ditanggung pribadi Presiden Prabowo."— Seskab Teddy Indrawijaya, 1 Juni 2026
Mereka kira ini jawaban yang bikin tenang
Ternyata ini justru membuka masalah yang jauh lebih besar.
ICW: Pembiayaan urusan negara dengan uang pribadi berpotensi melanggar UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Kegiatan negara tidak boleh dilakukan jika anggaran tidak tersedia ,solusinya bukan nombok dari kantong sendiri.
FITRA: Kegiatan negara harus dibiayai APBN secara transparan dan akuntabel. Dana pribadi yang masuk ke kegiatan pemerintahan tidak bisa dipertanggungjawabkan karena tidak tercatat dalam sistem keuangan negara.
CELIOS: Publik berhak tahu ,biaya apa yang dibayar presiden, berapa nilainya, bagaimana mekanisme pencatatannya?
Menteri Keuangan Purbaya saat ditanya:
"Enggak ada aturannya."
Dalam 1,5 tahun: 50 kunjungan luar negeri, 95 hari di luar negeri, estimasi APBN yang sudah keluar Rp500 miliar. (FITRA)
Sementara program efisiensi anggaran memotong dana pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur daerah.
Jadi kalau anggaran negara kurang ,dipotong rakyat.
Kalau anggaran presiden kurang ,nombok sendiri, tidak tercatat, tidak bisa diaudit.
Dua aturan. Dua rakyat yang berbeda.
Lo gak pantas ngomong kayak gini bro. Karena:
- lo ga kompeten
- lo gagal
- lo akhirnya jadi penjilat
- gausah bahas2 visi, gak pantes org mencla mencle kaya lo ngomong soal visi. Apalagi presiden skrg ini juga ga punya visi jelas.
Gausah denial ya, deep inside lo tau lo gagal.
Menyaksikan mas Tyo BEM UGM berdebat dengan dengan bro Astrio Gerindra. Saya pikir ada hal yang belum terjawab di acara Kompas TV itu.
Waktu masih jadi "new entry" di dunia kerja, saya berpikir bahwa kompetensi seorang leader itu diukur dari seberapa dekat pekerjaan/pendidikan dia terdahulu dengan bidang/sektor yang dikerjakan sekarang.
Tapi seiring saya bertumbuh, saya sadar bahwa bukan soal pekerjaannya, tapi spesifik skillsetnya, apakah skillsetnya cocok dengan visi kepemimpinan saat ini. Pekerjaan terdahulu itu cuma proxy variable.
Demikian.
Ngomong apa sih….
Prabowo ini gak ada bagus2nya. Kok ada aja org sok2an berteori dan berkelakar soal Prabowonomics.
Prabowonomics adalah mimpi basah penjilat2 Prabowo.
Prabowo gak punya kemampuan jadi presiden, ini fakta.
Prabowo presiden terburuk.
MBG DAN CITA-CITA PRABOWONOMICS.
Oleh: Fahri Hamzah
(Mantan Wakil Ketua DPR RI, Koordinator Kesejahteraan Rakyat 2014-2019)
Dalam paham ekonomi liberal, memberi makan rakyat bukan urusan negara. Itu urusan pasar. Itu urusan individu. Tapi kita, yang lahir dan besar di Timur, mewarisi keyakinan yang berbeda, dan keyakinan itu sudah ada jauh sebelum kata “kebijakan publik” dikenal: bahwa sebuah bangsa sejatinya diukur bukan dari indeks yang dikutip di forum internasional, melainkan dari meja makan, dari apakah setiap anak, di setiap sudut kepulauan ini, duduk dengan perut yang tidak kosong dan masa depan yang tidak lapar.
Menariknya, tradisi ekonomi liberal pun, yang selama ini sering dikontraskan dengan keberpihakan negara, telah lama membuktikan bahwa investasi gizi anak adalah investasi ekonomi paling rasional yang bisa dilakukan sebuah negara. Tapi kita tidak perlu menunggu pembuktian ilmiah untuk mengetahui itu. Keyakinan itu sudah ada jauh sebelumnya, bahkan menjadi syarat dasar legitimasi kepemimpinan: dari Konfusius hingga Kautilya di India kuno, dari tradisi Islam hingga kearifan Nusantara, semuanya mengajarkan hal yang sama, bahwa pemimpin yang membiarkan rakyatnya lapar telah kehilangan haknya untuk berkuasa.
Inilah, saya percaya, yang ada dalam benak Prabowo Subianto ketika ia bermimpi tentang Makan Bergizi Gratis (MBG). Belakangan, kita membaca begitu banyak teori yang membenarkan keputusan ini: teori modal manusia (human capital), eksternalitas positif, poverty trap theory, teori keadilan distributif, dan seterusnya. Tetapi jauh sebelum teori-teori itu dikutip para akademisi, keyakinan itu sudah hidup dalam diri seorang prajurit yang tidak bisa tidur nyenyak membayangkan anak-anak bangsanya yang lapar.
Saya mengenal pikiran Prabowo ini bukan dari jarak jauh. Selain mendengar langsung, saya membacanya dalam Paradoks Indonesia dan Strategi Transformasi Bangsa, dua buku yang ditulisnya jauh sebelum ia menjadi presiden, ketika banyak orang masih meragukan apakah ia sungguh-sungguh memikirkan masa depan generasi atau sekadar mengejar kekuasaan. Di halaman-halaman itu, saya menemukan seorang pemikir yang resah, yang tidak bisa berdamai dengan satu kenyataan: Indonesia adalah negeri yang kaya raya, namun jutaan warganya masih hidup dalam kemiskinan yang sesungguhnya tidak perlu terjadi. Paradoks itulah yang menggerakkannya. Dan paradoks itu jugalah yang mendorong saya, sejak lama mengikuti perjalanan pemikiran Prabowo, untuk berdiri bersamanya, bukan karena kalkulasi politik semata, tetapi karena saya percaya cita-citanya adalah cita-cita yang benar.
Keputusan Presiden mengganti pimpinan Badan Gizi Nasional pada 2 Juni 2026 perlu dibaca dengan hati yang jernih, bukan sebagai drama politik, bukan sebagai penghinaan atas kerja keras yang telah dilakukan, tetapi sebagai sesuatu yang jauh lebih bermakna: seorang pemimpin yang menolak membiarkan jarak antara cita-cita dan kenyataan terus melebar tanpa koreksi. Itu adalah tanda bahwa visi masih hidup, bahwa mimpi belum menyerah pada rutinitas birokrasi.
Prabowo adalah figur yang kompleks, seorang prajurit yang membaca sejarah ekonomi bangsanya dengan rasa sakit yang personal. Ia tumbuh di lingkungan intelektual dan bangsawan yang memikirkan bagaimana Indonesia bisa berdiri di atas kakinya sendiri. Kita sering mendengar, dalam banyak kesempatan formal maupun tidak formal, apa yang paling ia sesali dari perjalanan panjang Indonesia sebagai bangsa merdeka. Jawabannya selalu singkat dan berat: “Kita sudah merdeka delapan puluh tahun lebih, tapi masih ada anak-anak kita yang tidur dengan lapar.” Dari rasa sakit itulah lahir apa yang kita kenal sebagai Prabowonomics, sebuah keyakinan bahwa Pasal 33 UUD 1945 bukan sekadar teks konstitusi, melainkan janji moral bangsa kepada dirinya sendiri: bahwa kekayaan bumi ini harus mengalir kepada seluruh rakyat, bukan menggenang di tangan segelintir orang.
Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐️
Kita apresiasi effort Prabowo kali ini. Upaya untuk cabut sholat Eid-nya kembali berhasil. Nextnya kita tunggu keberhasilan Prabowo dalam merayakan ulang tahun sespri bottynya.
Presiden Prabowo Tiba di Paris, Kunjungan Resmi Kenegaraan Perkuat Kerja Sama Super Strategis
Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Bandara Orly, Paris, Republik Prancis, Selasa (26/05/2026) sekitar pukul 10.00 waktu setempat untuk melakukan kunjungan resmi kenegaraan. Ketibaan Presiden Prabowo disambut oleh Menteri Tenaga Kerja dan Solidaritas Prancis dan regu jajar kehormatan.
Di hotel tempatnya bermalam, ratusan warga negara Indonesia (WNI) menyambut kedatangan Presiden Prabowo dengan penuh antusias.
Dalam keterangan tertulisnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa kunjungan resmi kenegaraan kali ini diharapkan semakin memperkuat hubungan strategis antara Indonesia dan Prancis, mengingat saat ini kedua negara memiliki sejumlah kerja sama strategis di berbagai bidang.
Sebelum memulai rangkaian acara resmi kenegaraan, Presiden Prabowo dijadwalkan akan melaksanakan salat Iduladha dengan WNI di Wisma KBRI Paris.
Sumber: BPMI Setpres
#KemensetnegRI
#RilisPresiden
Pernyataan Resmi Menlu RI Terkait Pembebasan 9 WNI Relawan GSF 2.0
Pemerintah Indonesia dengan penuh rasa syukur menyampaikan bahwa 9 (Sembilan) Warga Negara Indonesia yang ditangkap oleh militer Israel dalam pencegatan kapal dan penangkapan relawan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 saat ini dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel menuju Istanbul, Turki, dan akan segera melanjutkan perjalanan kembali ke Tanah Air.
Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Turki atas peran aktif dan dukungan penuh dalam memfasilitasi proses pemulangan ini.
Perkembangan positif ini merupakan buah kerja keras dan koordinasi erat yang dilakukan Pemerintah Indonesia secara intensif sejak menerima laporan pencegatan armada GSF 2.0. dan Kemlu RI melalui Direktorat Pelindungan WNI telah mengoptimalkan seluruh kanal diplomatik yang tersedia, termasuk melalui KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, dan KJRI Istanbul, serta menjalin komunikasi aktif dengan otoritas dan mitra internasional terkait guna memastikan keselamatan dan percepatan pembebasan seluruh warga negara Indonesia.
Pemerintah Indonesia sekali lagi menegaskan kecamannya atas perlakuan tidak manusiawi yang diterima para relawan selama masa penahanan. Tindakan yang merendahkan martabat warga sipil dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional yang tidak dapat ditoleransi.
Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses pemulangan ini hingga seluruh WNI tiba kembali ke tanah air dengan selamat.
Kami mengucapkan terima kasih juga kepada seluruh warga negara Indonesia yang telah mendoakan keselamatan para saudara-saudara kita yang ditangkap ini, dan terima kasih juga kepada Bapak Presiden Republik Indonesia atas arahannya sehingga proses ini bisa berlangsung dengan lancar.
Terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Komisi 1 DPR RI, yang terhormat, serta semua pihak yang tidak mungkin kami bisa sebut satu per satu tanpa mengurangi rasa hormat. Semua pihak sudah berupaya sehingga saudara-saudara kita dapat keluar dari wilayah Israel dan kita harap semoga segera kembali ke Indonesia dalam keadaan selamat, sehat dan tidak kurang suatu apapun.
Terima kasih.
Berdasarkan putusan terbaru per 12 Mei 2026, Mahkamah Konstitusi menegaskan bahwa Jakarta Ibu Kota Negara Indonesia.
FYI, anggaran untuk IKN per 2025 aja udah 75 triliun. Terus gak jadi apa-apa.
Bisa bangun berapa sekolah itu harusnya😭😭😭
Adik-adik, kakak-kakak semuanya. Kali ini gw mau bicara tentang sesuatu yang sudah menyiksa rakyat Indonesia selama bertahun-tahun. Bukan korupsi. Bukan inflasi. Tapi sesuatu yang lo rasain setiap kali mau mudik atau liburan dan buka aplikasi Traveloka, lalu langsung menutup aplikasinya lagi karena tidak sanggup melihat angkanya.
Yes. Tiket pesawat domestik Indonesia. Yang harganya bisa lebih mahal dari tiket ke luar negeri. Yang bikin relawan bencana harus muter lewat Malaysia dulu baru bisa ke Aceh. Yang udah dikeluhkan jutaan orang tapi tidak pernah beneran berubah.
Gw udah baca risetnya. Gw udah cek datanya. Dan sekarang gw mau cerita ke lo semua, pelan-pelan, dengan bahasa yang bisa dimengerti semua orang, kenapa ini terjadi dan siapa yang sebetulnya diuntungkan dari penderitaan kita bersama. 🧵