Walau gue tahu Prabowo tuh goblok banget. Tetap aja gue heran setiap kali diksi yg keluar dari mulut dia kek orang ga pernah sekolah. Diksi dia tuh MINUS dan DANGKAL banget wkwkwkwkkwwwkkwkw kek beneran bukan orang terdidik, sering banget make low-level vocabulary anjinggg😭😭😭
"ada orang pinter bilang, ada yg lebih genting dari perut lapar" dan tanggapan dia, "saya kira gak ada yg lebih genting dari perut lapar" WALLAHI WE'RE FINISHED, FIX MBG GAK AKAN DI STOP YA GUYSSS 🙂
Barusan beli jeruk 2kg kata penjualnya rasanya manis
Eh taunya kecut
Akhirnya balik lagi ke penjualnya dan komplain
Kata penjualnya sampean masih mending 2kg, lah saya kena tipu 400kg 😭
"kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg"
"kami mau melapor ke tentara, tentara punya dapur sppg"
"kami mau melapor ke DPR, anggota DPR banyak yg punya dapur SPPG"
"ini jalan terakhir kami mengadu. kepada konstitusilah kami berharap, ya kalau ga punya dapur"
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
🚨 Patrice Evra blasts Zlatan over his criticism of Cristiano Ronaldo:
🗣️ Patrice Evra:
“Bro, I saw Sweden beat Tunisia 5-1 and the first thing I asked was: 'Where's Zlatan?' Was he at the game? No. Did he watch the game? No. Where was he? At a UFC event. (laughs)
That's when I realized maybe I should stop taking football opinions from people who aren't even watching football.
The funny thing is that whenever it's time to talk about Ronaldo, everybody suddenly becomes an expert. Everybody has something to say. Everybody has criticism ready.
But before you spend all that energy criticizing Cristiano Ronaldo, at least do one thing first. Score a goal at the World Cup. Bro, you never did that.”
gaisss lewat postingannya 50 menit lalu, Tiyo (Eks Ketua BEM UGM) bilang kalo dia nemuin alat pelacak di kendaraan yg ia gunakan 😭😭😭😭😭 ini rezim apa sih??? anak muda yg kritis dan peduli sama perbaikan bangsa kok kalian musuhi. jijik kali memang cara klen lah
GAPAPA BANGET MACET YA GUYS, INI BUKAN SALAH YANG DEMO.
SALAH YANG BUAT KEBIJAKAN SAMPE PENDEMO HARUS TURUN KE JALAN, MEWAKILI KITA SEMUA AGAR BISA HIDUP MERDEKA.
STAY SAFE ALL
Tugas rakyat itu “mengawasi” bukan “memuji”
pejabat dan government kerja bagus itu ya bare mininum lah. Kalian digaji dari pajak yg disetor warga kok.
Mager banget baca narasi d tiktok yg anggep pihak yg kritik pemerintah itu = musuh.
Astaga.
Bener kata bang Pandji. Orang ini dari kecil hidup dari keluarga kaya yg membuat tidak ada org yg berani mendebat dia, semua keinginannya pasti dituruti. Saudara, ART, dan temannya pasti mengiyakan dia. Mungkin cuma orang tuanya yg bisa bilang 'tidak' ke dia (itupun kalo orang tuanya tegas).
Ditambah dia masuk militer yg emg sistemnya 'siap ndan'. Semua hal dilakukan atas perintah atasan, bukan hasil duduk bareng dan saling challenge pendapat seperti di lingkungan kampus.
Udah gitu jadi ketua partai pula. Tau sendiri partai di Indonesia itu fanboy club. Ngga ada ideologi tapi semua arah partainya ditentukan tokoh partai tersebut. Hampir semua bawahannya pasti ABS.
So, selama dia hidup ngga biasa dgn kritikan. Karena dia biasa diiyain segala keinginannya. Sampai pada titik dia jadi presiden. Yg mana presiden adalah jabatan publik. Banyak org yg mengawasi dan mengkritik.
Alhasil pas jadi presiden ya begini. Kaget kalo ternyata dia bisa dikritik orang banyak dan dihajar kanan kiri. Jadi lgsg cap yg kritis itu nyinyir, antek asing, musuh negara, dll.
guys lu pada tau kan hari ini
prabowo, bahlil dan teddy ada pidato
tapi tak satu pun dari mereka
menyinggung tentang kenaikan pertamax
kenapa dan bagaiamana nya lohh
Masih inget ga, dulu SBY mau naikin harga bensin 400 perak aja sampai pidato live di TV, minta maaf berkali-kali dengan wajah yang beneran sedih.
bahkan ada pengumuman seminggu
sebelum dinaikkan
Beliau punya banyak kekurangan tapi momen itu susah dilupain.
Pas Tsunami Aceh, beliau stay di lokasi bencana dan turun langsung. Bukan sekadar konferensi pers dari Jakarta.
Itu bukan hal yang luar biasa sebetulnya itu memang standar minimum seorang pemimpin. Tapi terasa luar biasa karena sekarang jadi langka.
Karena yang rakyat butuhkan dari seorang pemimpin di saat krisis sebenarnya sederhana:
Diakui. Ditemani. Dan kalau terpaksa ada kebijakan yang menyakitkan minimal dikasih penjelasan yang jujur, bukan denial.