Bulan Juni-Agustus, ortu mulai banyak pengeluaran: daftar sekolah & seragam, buku & peralatan; belum lagi yg kuliah: UKT, kost dll, semoga Allah mudahkan & baca doa berikut
yang gak disorot para LGBT
1. MUI mengecam kiai cabul & membentuk satgas pencegahan kekerasan seksual
2. MUI menyoroti masalah pesantren bermasalah dan mendorong evaluasi sistem pengawasan
3. MUI: Koruptor Hendaknya Dijatuhi Hukuman Berat, Perlu Dipidana Penjara Seumur Hidup atau Pidana Mati
intinya, lu pandir dan cherry picking, yang muslim menerima fatwa MUI, elu yang bukan muslim ngamuk-ngamuk karena kultus LGBTnya disenggol lmao
Saya memohon maaf bila pernah share cerita tentang pasien yang tidak etis di sini.
Terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa bahkan cerita yang “dianonimkan” sering kali masih bisa diidentifikasi ulang, terutama di komunitas kecil atau dengan detail unik.
Suatu penelitian menunjukkan bahwa dari 754 tweet dokter dan tenaga kesehatan yang menceritakan pasien lain, 98% tidak menyebut nama sekali, tapi 32,1% bisa diidentifikasi oleh keluarga/teman, dan 46,6% kemungkinan bisa diidentifikasi oleh pasien itu sendiri.
Selain itu, 84% pasien menyatakan kepercayaan mereka menurun drastis pada dokter yang menceritakan atau menarasikan pasien dengan tidak hormat. Namun ada potensi peningkatan kepercayaan pada 35% yang membaca narasi hormat dokter pada pasiennya.
Selain itu, berbagi data pasien di media sosial memiliki risiko privasi yang ternyata signifikan, meskipun tujuan awalnya adalah edukasi.
Dampak tertinggi dapat dirasakan pada pasien rentan, seperti ODHA/HIV, kesehatan mental, atau isu seksual. Narasi negatif pada mereka bisa memperburuk stigma, ketakutan, dan menghalangi orang mencari pengobatan.
Sekali lagi saya mohon maaf bila pernah melakukan hal seperti itu.
Terima kasih.
Sumber:
-Public Disclosure on Social Media of Identifiable Patient Information by Health Professionals: Content Analysis of Twitter Data
-Risks and benefits of sharing patient information on social media: a digital dilemma
You’d think one polite explanation of the rules would be enough. That’s basic etiquette in any civilized setting.
But apparently, compliance is optional for some people these days.
Thank God the guards walked away unharmed and she didn’t stab them in the heart.
Just saw another clip from Pranit More's show and it's disgusting 🙏
He asks a dentist "Does it ever happen to you that a patient comes in and she has some residue of male sperm in her teeth?"
The dentist went numb like she couldn't believe what he had just asked.
Then he asked "If an aunty comes to you and there is some residue on her face, what do you say to her? Aunty, have you given somebody a BJ or is this a cavity?"
The dentist looked genuinely uncomfortable. He kept asking "Is there any problem with swallowing?"
The dentist said "No" and then he replied "then why don't girls swallow?"
The poor girl felt creepy and said "I don't know"
If Himanshu and Sejal get punished, then why doesn't he? He should be banned from doing stand up comedy. His every show just revolves around porn, sex and dirty jokes. 🤡
Orangnya dah ditegur sama komunitas queer sendiri krn twit2nya dia dinilai membahayakan. Lah dia aman di negeri orang makanya enak nyocot sembarangan, gak mikirin dia gmn nasib orang2 sekaumnya di sini. Dari situ aja dah ketaker karakternya....
Great question.
Yes, blood will come out if you poke almost anywhere.
But for a blood test, we don’t just need blood—we need a clean, continuous sample.
Veins are:
✅ Closer to the skin
✅ Larger and easier to access
✅ Low-pressure vessels (safer)
✅ Less painful than hitting arteries
If we “chook” randomly, we may get:
❌ Very little blood
❌ Tissue fluid mixed with the sample
❌ Bruising and pain
❌ An inaccurate test result
Think of it this way:
A vein is like tapping directly into a water pipe.
Poking anywhere else is like digging randomly in wet soil and hoping to collect enough water.
🩸
Bapak itu ikut ngantar anak ke Posyandu karena Istri lagi sakit. Terpaksa gantiin.
Satu ruangan isinya ibu2. Dia satu-satunya bapak yg duduk di pojok, prasaan Canggung.
Dokter anaknya,perempuan, 40-an, selesai periksa satu bayi. Noleh ke arah pojok. Ngeliat satu-satunya bapak di ruangan.
"Pak, boleh saya tanya?"
"Anak Bapak minum apa sehari-hari?"
"...susu formula, Dok. Yang bagus kok. Yang mahal, dia baru 3 bulan"
Gak juga. Sahabat sy, dokter spesialis juga, sering menyuarakan kegelisahannya tentang bahaya boti ini di FB dan status wa- nya. Hampir setiap hari malah. Tapi tetep saja pasiennya 50 % lebih boti. Mereka tetep pilih beliau, tdk mau pindah k RS lain. Bahkan sampai ada yg organize pasien2 dr kalangan mereka untuk berobat k sahabat sy tsb. Dan sahabat sy tetap melayani mereka dgn profesional. Karena itu ranah pekerjaan. Tp diluar rumah sakit, kami juga punya hak sebagai sesama WNI utk bersuara. Yang merasa gelisah dgn maraknya LGBT.
@tanyarlfes Jangan kepancing.. Narasi2 yg menormalisasi penyimpangan cukup dicounter di sosmed jg. Gausah dibawa ke dunia nyata. Toh mereka jg jagonya di sosmed doang kn. Kalo di dunia nyata mereka gak macem2 ya kita jg gausah ngapa2in mereka...
Tyler Mane, who is a former pro wrestler and played Sabertooth in the X-Men/Deadpool and Wolverine movies, reveals that he has breast cancer.
“Yep. I have breast cancer. And yep, it’s super rare. Only 1% of breast cancers are men. I’ll be honest, my first reaction was to keep it secret. I mean it’s kind of embarrassing. But then I found out that men are more likely to be diagnosed in advance stages BECAUSE it’s not talked about and not looked for. In fact, my doctors all dismissed it and it was only because my wife pushed me to get the lump removed that I got in early. So let’s start talking about it! 1 in 755 men will be diagnosed with breast cancer in their lifetime and if caught early, it’s VERY treatable. Time to answer the Wake Up Call! Like, Save, Share, Comment let’s spread the word!”
(Tyler's social media)