@Iaavinia ใ ค
Figaro tidak membalas satu patah kata pun hingga akhirnya sampai di ruang tengah. Setibanya di sana, ia berdiri tepat di depan sofa lalu menoleh ke arah Faust.
ใ ค " Sebelum itu mari duduk. " Senyuman belum juga lepas dari wajah.
ใ ค
@Iaavinia ใ ค
ใ ค " Jangan panik. Aku tidak akan membawamu ke tempat yang berbahaya. " Figaro tertawa kecil, sebelum memberikan gestur agar ikut dengannya.
ใ ค " Ayo. " Mendahului langkah, hendak memimpin jalan.
ใ ค
@Iaavinia ใ ค
Tidak lupa untuk tersenyum, ia menggeleng kecil.
ใ ค " Tidak. Aku memang ingin berbicara denganmu, tapi bukan di sini. Bisakah kau ikut denganku sekarang? "
ใ ค
ใ ค
pasti selalu mengkhawatirkan kesehatan penghuni tempat ini, terutama dirimu. " Walau tersenyum, caranya berbicara sedikit tegas untuk didengar. " Ayo makan denganku. "
@Iaavinia
ใ ค
ใ ค
barang sedikitpun, tubuh membungkuk guna mengecup pipi Faust lalu kembali ke postur tubuh semula diiringi senyum tanpa tanda bersalah.
ใ ค " Dan pola makan yang seperti itu tidak baik. Dengar, kau pasti masih ingat bahwa aku seorang dokter. Dokter yang baik hati ini -
ใ ค
@a_fliction ใ ค
ใ ค " Menurutmu begitu? Hmใ kalau begitu akan kuhampiri di lain waktu. Tentu tidak dengan tangan kosong. " Dengan maksud tak akan datang tanpa membawakan oleh-oleh untuk puan kecil itu.
ใ ค " Ah, begitu. Melihatmu bekerja keras seperti itu sungguh membuat ayah angkat -
ใ ค
@SweetxNorth ใ ค
Betapa abai Figaro menanggapi ujaran Owen, seperti biasa. Ketenangan menyelimuti penyihir asal asli Utara ini. Senyum kian terukir. " Kau selalu berkata hal yang sama. Bukankah begitu, Owen? "
ใ ค