Di atas tungku tanah yang hitam, aku melihatnya patuh bekerja.
Aku terpaku menatap gerak jemarinya yang merah,
menyaksikan bagaimana fana bekerja begitu indah.
Api melahap sepi, mengubah dingin menjadi hangat, doa-doa merayap naik menembus atap rumbia yang rapuh. - @tinjuanapi
Aku kembali menghitung jarak
antara duka di dadaku dan bahagia di tempatmu.
Ia sudah melarut menjadi udara, menjadi angin dingin yang hanya sanggup menggigilkan pundak orang-orang kesepian.
Kupastikan ejaannya tepat, tak ada yang cacat.
- @tinjuanapi
Kesedihan telah merias wajah manusia sejak beriburibu tahun lalu, tapi aku mau kau yang menata bagaimana seharusnya airmata; dijatuhkan atau dihapus. - @menjelaskan
membuka lengan yang memeluk diri,
menerima badai, ombak, kerikil
dan semua yang tak berpihak
penolakan-penolakan luruh
di sebuah sungai,
seperti bangkai-bangkai dijernihkan arus,
dihantarkan sampai ke hulu
untuk kau renangi. - @82_dwinta
aku suka menatapmu,
mata, hidung, bibir dan semua lekuk
yang belum sempat tersentuh.
kegelapan tak mampu menyembunyikanmu
dan cahaya meredup dalam pandanganmu:
tetapi tak satu pun mampu kukatakan
baris-barisnya agar kau mengerti
Neil, aku diam mendengarkan hati.
- @82_dwinta
Jarak ini menjelma padang gurun yang harus kutempuh dengan kaki telanjang.
Kau melangkah membawa separuh silsilah dalam ingatanmu, meninggalkan aku di beranda rumah, menghitung musim yang berganti rupa.
Rindu telah belajar berjalan, melompati batas samudra. - @tinjuanapi
SABDA CINTA
cinta, bagiku
yang bersitahan
saat ruh meninggalkanmu
sendirian
cinta, bagimu
yang tetap utuh
ketika jasadku dilebur
kesunyian
cinta itu
yang bisa melembutkan
maut
dengan satu ciuman
- @finrul
siapa punya air mata, siapa ingin dibakar rindunya?
kata-kata mulai menyala
mengapa kau bungkam
bungkuk dan menahan
sementara sabda api kepada kayu kau paham: cinta itu berisik, tegak dan melepaskan.
- @sajakindie
ia membaca perkiraan cuaca,
"hari ini turun hujan".
ia bersiap-siap,
membawa segala sebelum benar pergi,
meraba-raba dengan takzim
perasaan mana yang musti ia kenakan sebagai payung.
- @habisbaca
SABDA MAUT
di bawah deras arus sungai
mengalir keniscayaan
guratan waktu pada pasir batu
juga lumut yang hijau
kefanaan adalah hadiah istimewa
bagi manusia—yang mudah celaka
sebab maut tetaplah maut
dengan atau tanpa cinta
- @finrul
gusar jantung berdebar
dibidik moncong kamera.
di luar jendela, blitz cahaya menyalin parasmu menjadi nominal angka suatu harga
semalang jiwa dipasak dogma dan kecantikan dikehendaki perih sanggama. - @Diesone__
SABDA PUISI
kita tidak boleh takut
kepada maut
namun jangan terlalu berani
melawan mati
maka, menulislah!
sebab kata-kata
tidak akan mengkhianati dukamu
sebab puisi adalah makam terbaik
bagi kesepianmu. - @finrul
seperti hijau selembar daun, di luar musim gugur. terlepas jatuh, jauh dari tangkainya. untuk beberapa peristiwa kita dibuat menua; mendesak, dan tiba-tiba. - @bunyikecil
hari ini, sayang, kesedihan telah
jadi umum
masih berkenankah lukamu kucium?
airmata diunduh secara digital
agar bisa menangis dengan klise
tak ada lagi rahasia
antara dukamu dan cintaku
yang kini sudah diketahui oleh manusia
- @finrul
luka yang sama, sakit nan serupa
telah menjadi otot dan tulang kesungguhannya bangkit dari trauma.
perempuan itu tak ingin lemah seperti kaumnya; tak berdaya oleh mekar bunga di pendengarannya, sedangkan tangkainya di manis kata lelakinya.
- @dentingsunyi__
dan kau dengar
jerit waktu, gumam cuaca
derik pasar pagi
sebelum dunia sekitarmu
menjadi begitu senyap
mungkin saja yang tersisa
hanya patahan suara
yang dulu kau ucapkan
di telinga seseorang - @finrul