Gila, negeri ini isinya cuma perlombaan tikus got berdasi.
Yang satu sibuk nilep anggaran makan gratisan pakai modus tata kelola, yang satu lagi Silmy Karim asyik panen duit mingguan 100 juta lewat perasan dokumen imigrasi. Rakyat di bawah mati-matian nyari sesuap nasi sampai tipes.
B4jingan kalian tikus got ‼️
Justru krn blio paham soal 98, mk blio sdh memastikan 98 ga trulang:
>Kasih proyek ke parcok-parjo
>Kasih makan & kerjaan ke orang desil bawah via MBG & KOPDES
Memastikan ga ada yg kelaparan utk turun ke jalan. Can't you see?
Yg ngeluh itu middle-class yg mager turun ke jalan
Kejadian Agustus tahun lalu pecah pun itu outlier krn arogansi + nirempati pejabatnya yg nyentuh ke isu "harga diri"
Sejak saat itu, bisa dilihat, pejabat blunder jauh lebih cepat minta maaf dibanding sbelumnya
Dari dua tahun lalu, saya konsisten mengingatkan segenap masyarakat untuk bijak mengelola risiko dan melindungi nilai tabungan kita. Ketika beban utang yang luar biasa diwariskan kepada kita, dan tren kebijakan fiskal semakin tidak terkendali, diversifikasi tabungan – termasuk menyimpan sebagian tabungan dalam mata uang yang stabil (hard currencies) seperti Dollar, Singapore Dollar, atau Euro – bukan lagi sekedar opsi investasi, melainkan langkah penting untuk melindungi keuangan keluarga dan keuangan pribadi.
Perlindungan daya beli ini adalah hak masyarakat. Tentu saja, perlindungan daya beli terbaik tetap berada di tangan Pemerintah melalui perubahan orientasi kebijakan yang fundamental. Tanpa perubahan orientasi kebijakan yang menyeluruh dan mendalam, sulit melihat Rupiah dan daya beli kita bisa pulih.
For the past two years, I have consistently urged the public to prudently manage risks and protect the value of our savings. With an immense debt burden inherited from the previous government, and a fiscal policy drifting further out of control, diversifying our savings – including holding a portion in stable hard currencies like the US Dollar, Singapore Dollar, or Euro – is no longer just an investment choice. It has become a vital step to protect personal and family finances.
Safeguarding our purchasing power is a fundamental right of the people. Ultimately, the best solution for restoring our financial security lies in the hands of the Government through a fundamental shift in policy orientation. Without a comprehensive and deep policy overhaul, it is difficult to see how the Rupiah and our purchasing power can truly recover.
Jangan sampai KMPDK (Koperasi Merah Putih Desa dan Kelurahan) menjadi perusak ekonomi rakyat dan penggusur pengusaha desa krn KPMDK dikelola oleh pengangguran dan preman desa yg didukung oleh politisi demi suara.
Kepala BPOM ngucapin selamat ke Teddy karena jadi Lulusan Terbaik Seskoad. Ga nyambung.
Segitunya pejabat2 ini pingin ngejilat seskab kesayangan Presiden
Disgusting🤮🤮
Ancur dah itu aspal..
Lewatnya ngga sampe 5 menit, tapi perbaikan aspalnya nunggu 1 periode ganti bupati/gubernur
Emang mau perang sama siapa wira-wiri di jalan aspal ?! 😔