Ada penjelasan ilmiahnya kok. I forgot thr scientific term, tp when we "iseng2" to do anything we put off the psychological burden to succeed, dan ujung2nya jd relax, dan malah dr luar keliatan konfiden.
Mkny banyak yg sukses karena "iseng" (tp aslinya emang udah punya skill).
Tadi abis seminar sama psikolog, dia bilang: bukan kewajiban kalian buat orang seneng sama diri kalian, kewajiban kalian adalah seneng karna diri kalian sendiri. Terlihat simple tapi ga semua orang bisa terapin hal itu. Pulang seminar gue masuk angin gegara duduk depan blower.
🚨 Pengabdian 27 tahun 3 bulan seorang ASN. Lenyap begitu aja..
Dari Eselon 3a, di mutasi ke Maluku Utara & jabatannya turun menjadi Pelatihan Teknis — yg setara dg golongan 2d.
Semua karena Menteri PU yang dzalim 🤡☠️
@tanyakanrl nder bantu jawab kalo tower harusnya di harga puluhan ya per tahun atleast 20 dan perlu ada perjanjian tertulis kl bs secara hukum terlindungi jg misal materai dll
Sedikit jelasin mas, ini tuh masalah kredit macet yang kompleks sebenarnya. Jadi kalo liat data dari OJK emang mengkhawatirkan, bersanding lurus dengan kekhawatiran "bankir" yang seharusnya lebih "terasa" disitu ada macet kredit.
Jadi secara total, kredit macet (NPL) bank itu ada di 2,17% an. Tapi kalau dibongkar, segmen UMKM itu naik tinggi banget ke 4,36% & multifinance (leasing) naik ke 2,87%.
Kok bisa?
Jawabannya karena efek "Bantalan" Hilang, jadi waktu Covid kemarin, ada relaksasi (kebijakan kredit rada dilonggarkan atau gampangnya saat itu, catat kredit telat sebagai 'lancar'). Begitu kebijakan ini selesai, borok aslinya langsung kelihatan.
Fenomena "Makan Tabungan", pasti tau kan berita belakangan, banyak PHK & harga barang pokok naik, nah ini buat kelas menengah kehabisan tabungan. Akhirnya, cicilan terpaksa dikorbankan atau dibiarin mandek.
Dampaknya? Bank jd super pelit kasih pinjaman baru (kredit UMKM cuma tumbuh 0,6%!). Kondisi riil di akar rumput lagi megap-megap, makanya bankir panik karena ini bukan siklus bisnis biasa. Ini efek domino dari kebijakan sebelumnya.
Maaf kalo salah, sedikit share pengetahuan aja.
keinget dulu umur 21 pernah dugem sama kakak-kakak cewe umur 26-30, drunk yapping and they said "it gets better after 25. you'll get hotter, smarter, richer, and have your priorities straight"
and i still think about that sometimes