๐๐๐๐๐๐๐๐๐ IS A MALADY THAT MUST BE ๐ช๐ผ๐น๐ฌ๐ซ. AND HERE, ๐ ๐๐๐ ๐ ๐๐๐ TO GIVE THE ๐๐๐๐๐๐ A ๐ชอ๐จอ๐ณอ๐ณ.
๐๐๐๐๐๐๐๐๐ IS A MALADY THAT MUST BE ๐ช๐ผ๐น๐ฌ๐ซ. AND HERE, ๐ ๐๐๐ ๐ ๐๐๐ TO GIVE THE ๐๐๐๐๐๐ A ๐ชอ๐จอ๐ณอ๐ณ.
napas yang menerpa wajah masing-masing. Namun, datangnya pertanyaan tersebut membuat Ratio menjauhkan diri dan kembali mendengus, melepas kacamata yang sedari tadi bertengger. โTidurlah.โ @FinalVictore
lekat pada ungu yang bersitatap. Jemari masih bertengger pada dagu. Dengan gerakan lembut, diusapnya pipi tersebut. Ibu jarinya bergerak pada bibir, mengusap jejak air yang tersisa. Dalam jarak seperti ini dengan keheningan yang singkat, keduanya bahkan dapat merasakan hembusan
kembali diraihnya, tidak langsung diberikan pada tangan yang menadah, melainkan langsung pada depan mulut. Meski terlihat kasar, jemarinya dengan halus mengangkat dagu tersebut. โObatnya akan berbeda jika dibuka,โ katanya sembari menempelkan sedikit kapsul yang dia bawa pada
@FinalVictore Oh, aku mengerti sekarang. Jadi, semua orang yang bermain 'permainan keberuntungan' bersamamu akan mendapatkan hadiah istimewa berupa cinta darimu?
ujarnya penuh penekanan sembari jemari yang menekan pipi itu geram. Lama-lama dirinya yang sakit kepala menghadapi kekonyolan Aventurine di sisinya.
โMelihat cengiran bodohmu itu, aku asumsikan kamu sudah sehat. Sudah.โ Sengaja dikibaskan tangan tempat si pirang bersandar
untuk duduk bersandar di sana. โAku sudah bawa obatnya.โ
Terulur tangannya menarik tangan yang lain. Dengan sengaja memberi pijatan kecil pada telapak tangan tersebut dengan sebuah genggam. Bermaksud untuk membantu Aventurine menghilangkan kebas di tangan atau berpura-pura
obat dirinya kembali duduk di sisi. Melihat Aventurine yang tengah terpejam sedikit menenangkan hatinya yang sempat gelisah. Setidaknya, tidak terjadi apa-apa. Dalam diam tangannya terulur, mengusap lembut pipi tersebut secara hati-hati. Takut-takut jika sang empunya terganggu.