Media arus utama Sina Entertainment dan China News Network menggandeng pakar hukum untuk membedah kasus finansial yang menyeret keluarga Aijing A2O LITE.
Berdasarkan dokumen pengadilan, status 'Pihak yang Dieksekusi' dengan utang 3,45 juta Yuan yang menjerat kedua orang tua Aijing berasal dari sengketa dengan perusahaan penjamin pembiayaan.
Meski nggak disebutkan oleh dokumen pengadilan, masalah penunggakan gaji karyawan divalidasi oleh pengakuan ibunya Aijing melalui pernyataan di media sosial pada 14 Oktober.
Sang ibu ngasih alasan perusahaannya mengalami kesulitan finansial parah sehingga gagal melakukan pembayaran tepat waktu.
Dalam berbagai diskusi, kerap muncul pembelaan bahwa 'masalah bisnis orang tua nggak ada hubungannya dengan sang anak.'
Pakar hukum yang diwawancarai oleh China News Network, pengacara Chang Sha dari Firma Hukum King & Capital Beijing, membenarkan prinsip tersebut, namun dengan satu garis merah yang tegas:
Hukum sama sekali nggak mengizinkan dalih 'jangan libatkan anak' dipakai sebagai celah untuk melakukan pengalihan aset.
Artinya, sangat menyalahi aturan jika orang tua sengaja menahan harta yang seharusnya wajib dipakai untuk melunasi utang atau membayar gaji pekerja, tetapi malah mengalihkannya menjadi pengeluaran mewah, misalnya membiayai karier idol sang anak.
Terkait nasib Aijing, status debitur bermasalah (Lǎolài) orang tuanya secara hukum memang nggak membatasi kebebasan sang anak untuk bepergian atau berkarier ke luar negeri.
Namun, ancaman terbesarnya ada di ranah 'risiko komersial'. Sangat besar kemungkinannya pihak brand atau sponsor akan mundur teratur setelah melakukan background check, demi menghindari risiko hancurnya reputasi mereka akibat skandal ini.
Pengacara juga ngasih peringatan keras kepada penggemar: jangan pernah berinisiatif bikin penggalangan dana terorganisir untuk melunasi utang keluarga Aijing karena tindakan itu sangat berisiko melanggar hukum.
Kini, media nasional mengajak publik untuk mengubah arah pengawasan.
Daripada sekadar berdebat kusir, tuntutan harus difokuskan pada transparansi hukum dan investigasi aliran dana keluarga tersebut.
Publik berhak tahu secara pasti: apakah dana fantastis di balik debut Aijing benar-benar bersih, atau justru mengalir dari hak para pekerja dan korban yang sengaja ditahan.
@ihalfsouL Supporting her to leave the group/ go on hiatus because of her parents wrongdoings can be ethical, considering she is a 13-year-old. But condemning and cyberbullying her instead of holding her parents accountable is an entirely different matter.
@sunqchn@iowon1235 Thank you for your prayers! Wishing you all the best, too. I hope you’re not directing your anger at the wrong people.
Wishing you can demand accountability from those who are ACTUALLY responsible without dragging their 13 years old child. 🙏
@stroberihaterss@sunqchn@iowon1235 Well my point is, stop bullying a child when it HAS NOT YET been proven that she knew about her parents’ wrongdoings. You said it right there “kebanyakan” STOP ASSUMING.
TUNTUTLAH orang yg melakukan kesalahan, bukan orang yg mempunyai hubungan darah dengan pelaku.
Jujur ye my personal opinion, her leaving the group jujur gw gak masalah. Or getting a hiatus dll. But bullying her is not supposed to be the way to do…
@nerdysuga_ calling a literal 13yo a bitch is fucking disgusting she was obviously just trying to avoid standing on the sewer grate like omg i genuinely need you freaks to leave this child alone
sahabat gue yang baru ditinggal meninggal ibunya 6 hari lalu, kemarin udah berangkat ke kalimantan buat jadi relawan pemadaman kebakaran hutan. dia bilang "gamau berlarut dalam kesedihan, mau ikut berbagi dalam kebaikan". 6 hari lalu, dia meluk gue sambil nangis. Hormat! 🫡
⚠️JUST IN!
Berdasarkan data dari Dinkes setempat, jumlah korban peracunan MBG dari kubangan lumpur (SPPG) Kalijaga 05 di Cirebon kini mencapai 395 (TIGA RATUS SEMBILAN PULUH LIMA) orang. Semuanya terdiri dari guru, anak-anak sekolah, bahkan PEGAWAI KUBANGAN LUMPUR ITU SENDIRI.
Innalillahi wa innalillahi rajiun 🥀🥀
Ini mau sampai kapan Kebakaran Hutan dan Lahan terus terjadi?
Mau berapa korban lagi sampai jadi Bencana Nasional?
Wallahi….😭😭😭
do indonesians even understand the destruction of kalimantan is due to the bourgeoisie & the landowners, and the government is either bourgeois or landowning (or both) themselves or otherwise deputed by the two classes? or is this too scary?- too close to communism (which it is)?