Waktu itu kami dukung pilihannya. Kami sebarluaskan pesannya.
Sekarang, kami sadar nggak ada yang pernah tahu rasanya ada di posisi beliau.
Sehat-sehat selalu, Mama Yasinta. ❤️🩹
Menurutku ibu dan anak udh di tahap saling menerima situasi.
Mamanya infoin kl dia anak hasil “MBA” supaya paham nantinya status dia di hukum waris gimana dll. Yg mamanya ga expect adalah anaknya itu nyeritain aib ortunya ke org lain
Tapi salut jg sih sama mamanya, karena banyak loh ortu yg ga infoin kl si anaknya ini hasil MBA, apalagi kl anaknya perempuan. Pas nikah tetap pakai binti bapaknya dan diakadkan bapaknya. Akhirnya pernikahan anaknya pun jd ga sah dan jatohnya zina seumur hidup
Kesimpulannya sederhana sekali, saudara-saudara. Tiket pesawat mahal bukan karena Indonesia memang susah. Bukan karena avtur. Bukan karena geografi kepulauan. Semua itu adalah narasi yang sangat berguna bagi mereka yang diuntungkan kalau lo percaya bahwa ini adalah takdir yang tidak bisa diubah.
Yang sebetulnya terjadi adalah: Ada dua grup maskapai yang menguasai 96 persen langit Indonesia, dilindungi oleh regulasi yang mempersulit pesaing baru masuk, dibantu tarif batas bawah yang mengunci harga tinggi, dan didukung oleh struktur pajak yang justru memukul penumpang domestik lebih keras dari penumpang internasional.
Dan setiap kali ada krisis baru seperti lonjakan avtur April 2026, narasi "ya wajar lah" itu semakin mudah dijual. Padahal krisis itu hanya mengekspos lebih telanjang betapa rapuhnya industri yang dari dulu memang tidak pernah dibangun di atas kompetisi yang sehat.
Langit Indonesia milik seluruh rakyat Indonesia. Bukan milik dua grup konglomerat.
Sumber: LPEM FEB UI Working Paper 041 (2019), https://t.co/bfPsVb3LFe (Apr 2026), GoodStats (Apr 2026), CNBC Indonesia dan Media Indonesia (Jan 2026), DPR RI (Jan 2026), Databoks/Traveloka (Mei 2026).