Ada yang mau ancam2 saya, karena Twit tentang Dody Menteri PU.
Ini sudah jelas pelanggaran data pribadi, sampai tahu data KK. Bahkan lokasi device saya saat ini.
Saya cek nomor yg WA terhubung dengan website ini
mohon perhatian @CCICPolri data warga diretas begini.
Pernyataan Sikap FH UGM terhadap tindakan kepada Mbak @nabiylarisfa .
Siap membantu mengawal dan melaporkan tindakan tersebut, biar ditelusuri ke akar akarnya siapa yg memerintahkan ancaman tersebut..
Harus dilawan!
Kalau perlu wajib PTUN sesuai dgn postingan awal mbak Nabiyla!
Sudah mengirim somasi ke nomor yang mengancam, saya lampirkan juga somasinya secara terbuka melalui twit ini, agar bisa dijadikan periksa oleh pihak terkait.
Silahkan bagi warganet yg mau menggunakan substansi somasinya bila mengalami situasi serupa. Bisa dikirim secara pribadi.
@archeerl Dalam bayangan saya, tingkat kerumitannya melampaui apa yang diperankan Leonardo DiCaprio dalam film Catch Me If You Can. Bukan sekadar soal berbohong atau menipu, tetapi membangun keseluruhan konstruksi agar lakon itu tampak masuk akal.
Sumber: https://t.co/wgJCxaGjPL
@archeerl Dalam bayangan saya, tingkat kerumitannya melampaui apa yang diperankan Leonardo DiCaprio dalam film Catch Me If You Can. Bukan sekadar soal berbohong atau menipu, tetapi membangun keseluruhan konstruksi agar lakon itu tampak masuk akal.
Sumber: https://t.co/wgJCxaGjPL
@ratnafathmas Dalam bayangan saya, tingkat kerumitannya melampaui apa yang diperankan Leonardo DiCaprio dalam film Catch Me If You Can. Bukan sekadar soal berbohong atau menipu, tetapi membangun keseluruhan konstruksi agar lakon itu tampak masuk akal.
Sumber: https://t.co/wgJCxaGjPL
Dalam bayangan saya, tingkat kerumitannya melampaui apa yang diperankan Leonardo DiCaprio dalam film Catch Me If You Can. Bukan sekadar soal berbohong atau menipu, tetapi membangun keseluruhan konstruksi agar lakon itu tampak masuk akal.
Sumber: https://t.co/wgJCxaGjPL.
@ardisatriawan Dalam bayangan saya, tingkat kerumitannya melampaui apa yang diperankan Leonardo DiCaprio dalam film Catch Me If You Can. Bukan sekadar soal berbohong atau menipu, tetapi membangun keseluruhan konstruksi agar lakon itu tampak masuk akal.
Sumber: https://t.co/wgJCxaGjPL
Penipuan riset Rifaldy Fajar & timnya ini bukan masalah kecil yang bisa diselesaikan cuma dengan MAAF.
Harus ada AUDIT dan PENARIKAN-Retraction semua hasil karya mereka yg abal2.
Semua abstrak dan proceeding dari mereka harus dilapor & diaudit secara menyeluruh oleh panitia konferensi, penerbit proceeding, Kemdikbudristek, BRIN, atau lembaga berwenang lainnya krn kemungkinan ada fabrikasi & pelanggaran etika.
Krn ternyata Rifaldy Fajar beserta timnya (Prihantini, Sahnaz Vivinda Putri, Rini Winarti, dll) sudah melakukan pola ini bertahun-tahun. Kalau gugling Google Scholar sj keliatan mereka punya puluhan abstrak dan publikasi. Banyak yang lolos di konferensi internasional dan masuk conference proceeding resmi, terindeks di jurnal ilmiah seperti AIP Conference Proceedings, Malaysian Journal of Science, ESMO Open & puluhan prosiding lain di bidang pneumonia, pneumokokus, vaksin, onkologi, genetika, epigenetik, Alzheimer, HIV, kanker, dan kesehatan lainnya.
Dobel bahaya banget karena mayoritas topiknya langsung nyambung sama kesehatan manusia. Bagaimana kalau ada yg mengutip “hasil modeling” mereka sebagai referensi & masuk literature review, proposal kebijakan kesehatan, guideline klinis, atau penelitian lanjutan.
Di riset kesehatan, data palsu atau dimanipulasi tdk Cuma merusak ilmu pengetahuan tapi bisa langsung membahayakan nyawa orang.
Belum lagi dampak jangka panjangnya ke ekosistem riset Indonesia, peneliti2 yang kerja keras ikut tercemar reputasinya di mata dunia.
Ini tdk boleh berhenti cuma karena mereka “sudah minta maaf”. Jangan sampai ini cuma viral sesaat lalu dilupakan.
Bagaimana sih prosedurnya agar karya2 mereka bisa di-audit? @direktoridosen@dosenkesmas@dospeng@AdamPrabata@ardisatriawan
Makin kesini makin terkorek aja nih soal riset riset Rifaldy dkk. Teman teman dokter yang memang paham di bidangnya mulai speak up.
Djoedjyoer djanggyal..🤔
Ini bagus sih jadi para ahli dan dokter langsung cek biar jelas itu penelitiannya valid atau engga.
@hoteliercrypto SBY bagus. Ekonomi sampai 6 persen. Politik tetap demokratis. Dan mampu penjarain besannya yang korupsi. Artinya penegakan hukum, bagus.
𝗣𝗿𝗲𝘀𝗶𝗱𝗲𝗻𝘀𝗶𝗮𝗹, 𝗣𝗿𝗲𝘀𝗶𝗱𝗲𝗻 𝗦𝗶𝗮𝗹, 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗿𝗲𝘀𝗶𝗱𝗲𝗻 𝗦𝗶𝗮𝗹𝗮𝗻
Ada tiga jenis Lembaga Kepresidenan, yaitu:
1. Effective Presidential (Presidensial), yaitu Presiden yang didukung oleh relasi dengan parlemen yang konstruktif. Kontrol diberi ruang dan berjalan efektif. Koalisi partai pendukung presiden Pas Terbatas (minimal-winning coalition).
2. Minority Presidential (Presiden Sial), yaitu presiden yang berhadapan dengan relasi parlemen yang destruktif. Koalisi pendukung presiden terlalu kurus (undersized coalition). Presiden menjadi sial, rentan dimakzulkan.
3. Majority Presidential (Presiden Sialan), yaitu presiden yang relasinya kolutif-koruptif dengan parlemen. Nyaris tanpa kontrol. Koalisi partainya terlalu gemuk (oversized coalition). Presiden menjadi semau-maunya membuat kebijakan publik, sehingga menjelma menjadi presiden yang - maaf - sialan.
Menurut anda, presiden jenis manakah yang sedang dialami Indonesia?
Tuliskan pendapat anda di kolom komentar.
Salam Integritas!
Lapangan Kerja, Sektor Pertanian dan Urgensi Peran Credit Union via ICCI https://t.co/K9VxknzvDT
Inilah momentum bagi CU untuk menjawab isu lapangan pekerjaan secara sistemik sekaligus “Sekali dayung, dua-tiga pulau terlampaui”.
pertumbuhan ekonomi Q12026 5,61% terdengar luar biasa.
tapi kalau angka itu dibaca lebih detil, ada yang mesti diwaspadai:
- konsumsi rumah tangga sbg jadi motor utama pertumbuhan ditopang daya beli yang belum pulih,
- konsumsi pemerintah melonjak 21,81% sebagian besar karena THR dan MBG. padahal ini pengeluaran siklikal dan programnya diakui pemerintah sendiri banyak celah korupsi, dan
- ekspor hanya tumbuh 0,9%.
selain itu:
- pengangguran memang hanya turun sedikit, tapi porsi pekerja formal menyusut ke 40,58%. ini berarti lebih banyak orang bekerja dalam kondisi rentan, tanpa jaminan, tanpa kepastian, dan
- di saat sama, rupiah tembus Rp17.435/USD dan diperkirakan banyak analis bisa menyentuh Rp17.550 dalam pekan ini.
dan yang paling penting: apakah pertumbuhan itu dirasakan oleh kebanyakan rakyat kita? silakan dijawab sendiri .. 😀
jadi, sebaiknya kita memang perlu tetap waspada.