"…dan kadang sebesar apapun pintu rezeki itu terbuka, jika kita menutup rapat-rapat pintu syukur, bisa jadi sesisi dunia ini pun tidak bisa membuat kita merasa kenyang"
OBSESSION seperti berusaha mengemis iba untuk laki-laki incel, dan juga mimpi basah laki-laki. Navarrette's exceptional performance couldn't even save this lame film. Film sama sekali gak menunjukkan keberpihakannya pada seseorang yang hak otonominya dirampas gitu aja sama orang yang super duper cupu dan gak berani bertanggungjawab itu. Pun, setelah banyak kejadian aneh—terutama satu kejadian yang menyedihkan itu—Bear ngga diberikan sedikitpun rasa bersalah atas apa yang ia lakukan pada Nikki, bahkan sampai akhir filmnya. Bear hanya merasa bersalah dan sengsara ketika kenyamanannya diusik, bukan karena ia sadar ia telah menyengsarakan orang lain.
Film juga ngga mempertanyakan kewarasan Bear di setiap kejadian anehnya, ia justru mempertanyakan Nikki—Barker menciptakan karakter teman-temannya yang melihat Nikki sebagai "si cegil" dan menempatkanya sebagai sumber masalah, hingga (sebagian) penonton pun dibuat berpikir demikian. Sampai akhir pun, Nikki tetaplah "the freaky Nikki" tanpa agensi atau victory apapun, very unfortunate karena she was a lovely person in the beginning. Yhaa tapi kalau kita hidup di tengah lingkungan yang apa-apa menyalahkan perempuan—termasuk penggunaan kata "cegil" yang ditujukan kepada perempuan yang "menggila" akibat tindakan laki-laki—susah juga...
Ada kalanya, seorang murid harus berdiri di hadapan gurunya. 🇯🇵 🇧🇷
Selama puluhan tahun, Jepang memandang Brasil sebagai standar tertinggi sepak bola. Mereka mengagumi cara Brasil bermain, mempelajari filosofinya, bahkan mengundang Zico pada awal 1990-an untuk membantu membangun fondasi sepak bola modern mereka.
Dari sanalah perjalanan itu dimulai.
Jepang tumbuh. Sedikit demi sedikit. Dari tim yang hanya bermimpi tampil di Piala Dunia menjadi salah satu kekuatan terbesar di Asia. Kini, lebih dari tiga dekade kemudian, mereka kembali bertemu.
Bukan dalam laga persahabatan. Bukan pula sebagai tim yang sekadar ingin memberi perlawanan. Tapi di babak gugur Piala Dunia.
Brasil tetap datang dengan lima bintang di dada dan sejarah yang begitu besar.
Jepang datang membawa keyakinan bahwa mereka akhirnya mampu mengalahkan siapa pun.
Karena setiap murid pasti pernah bermimpi menjadi sehebat gurunya.Namun ada satu momen yang akan datang dalam setiap perjalanan.
Saat rasa kagum harus berubah menjadi keberanian.
Bukan karena rasa hormat itu hilang.
Melainkan karena satu-satunya cara untuk membuktikan bahwa perjalananmu benar-benar berhasil... adalah dengan berani mencoba mengalahkan orang yang dulu menginspirasimu.
Malam ini, Jepang memiliki kesempatan itu. 🇯🇵 🇧🇷
Kalau kalian yang memilih, siapa yang akan keluar sebagai pemenang malam ini? Sang guru atau sang murid? 🇯🇵 🇧🇷
• 8 Nov Tigers Jaw
• 10 Nov Touché Amoré
• 12 Nov Men I Trust
• 14 Nov 5 Seconds of Summer (5SOS)
• 22 Nov My Chemical Romance (MCR)
• 27 Nov The Jesus and Mary Chain
• 27 Nov Simple Plan
• 28–29 Nov Joyland Sessions (Fazerdaze, Slowdive, +)
• 28–29 Nov Kings of Convenience
Sama satu lagi ada di November, ada yang tau kira-kira siapa? 👀
Just announced! We’ll be playing Indonesia for the first time ever. Bali on Thu 26 Nov and Jakarta on Fri 27 Nov. Tickets on sale Sun 28 Jun.
https://t.co/1H48myRHBt