Ada Apa dengan Singapura? Ratusan Restoran Tiba-tiba Tumbang dalam Sebulan!
Fenomena penutupan restoran banyak terjadi di Singapura belakangan ini. Beberapa tempat makan legendaris terpaksa gulung tikar. Lalu apa yang sebenarnya terjadi dengan SIngapura?
#detikcom
Tak sampai 24 jam, videotron capres 01 Anies Baswedan yang dipasang Olppaemi Project bersama Aniesbubble di Bekasi dan Jakarta diturunkan. Padahal, videotron tersebut seharusnya tayang selama seminggu. #pemilupedia#newsupdate#update#news#videonews https://t.co/282IOIexzK
Jangan minta kami ikut-ikut serang @gibran_tweet, kan kalian yang buka pintu gerbang tumbuhnya Dinasti Keluarga itu menjadi besar.
Apa kalian sudah lupa disaat masa pandemi dan Presiden menetapkan social distancing lewat Kepres No.9/2020, tapi kalian tutup mata tutup telinga manakala Dinasti Keluarga justru diproses lewat Pilkada Solo dan Medan serentak tanggal 9 Desember 2020..?
Kemana kalian ketika masa jabatan Ketua MK dan Ketua KPK diperpanjang..?
Kemana suara kritis kalian ketika laporan di KPK atas dua putera mahkota tak jelas duduk perkaranya..?
Sudahlah, jangan berlagak jadi pahlawan kesiangan, silahkan kalian robohkan sendiri “Lata dan Uzza” karya Fir’aun yang kemarin kalian jadikan sesembahan, itu menjadi tanggung jawab klen.
Adapun tanggung jawab kami adalah membuka mata banyak orang akan bahaya besar “Pornografi” dan menyelamatkan moral bangsa dari kerusakan akibat bebas dan terbiasanya menerima segala bentuk Asusila.
Ancaman merebaknya Pornografi menjadi keniscayaan manakala rakyat terjebak dan tertipu oleh siasat licik pemimpin penyuka Video Porno dengan segenap pencitraannya yang menipu dan mengelabui rakyat.
Bangsa dan Negara yang beradab serta religius ini tak boleh hancur akibat moral rakyatnya menjadi bejat dan jauh dari nilai-nilai luhur yang turun temurun diwariskan oleh nenek moyang mereka.
Tinggalkan pemimpin penipu, pembual, tukang dusta dan penyuka pornografi. Bangsa ini harus mengubah pola pikir dan sikap, bahwa pemimpin negara haruslah sosok yang memiliki rekam jejak bersih, pintar, relijius dan berani membela kepentingan rakyat, sekalipun yang dipertaruhkan jabatan kekuasaannya.
𝐊𝐀𝐑𝐌𝐀
Menurut jadwal dan tahapan penyelenggaraan pemilu 2024 yang ditetapkan oleh KPU (https://t.co/5Pf3N5oYmz), Pencalonan Presiden dan Wakil Presiden dijadwalkan pada tanggal 19 Oktober hingga 25 November 2023.
Pada tanggal 1 September 2023 (55 hari sebelum tanggal pendaftaran berakhir), Koalisi Perubahan mendeklarasikan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar sebagai pasangan Capres dan Cawapres.
Akibat penetapan deklarasi tersebut, Partai Demokrat berang, tidak terima dan keluar dari gabungan koalisi lantaran merasa dikhianati oleh Partai Nasdem (SP), yang menurut kader Partai Demokrat telah ingkar janji untuk mencalonkan AHY sebagai Cawapres pasangan Anies Baswedan.
Sakit hati dan emosional kader dan pimpinan Partai Demokrat seketika itu juga menelurkan keputusan hengkang dari koalisi mendukung Pencapresan Anies Baswedan, terlepas dari siapapun Cawapresnya jika bukan AHY.
Publik sontak teringat pada jadwal dan tahapan pemilu 2009 yang menetapkan jadwal pendaftaran bakal pasangan capres dan cawapres mulai Minggu 10 Mei 2009 hingga Sabtu 16 Mei 2009.
Ketika itu, Partai Demokrat bersama koalisinya PKS juga membangun komitmen mengusung pasangan SBY dan HNW (Hidayat Nurwahid) sebagai Capres dan Cawapres.
Namun mendadak disaat masa pendaftaran sudah dimulai, tepatnya tanggal 15 Mei 2009 (https://t.co/cPZhJrqnGh), di Gedung Sasana Budaya Ganesha kota Bandung, justru SBY menetapkan nama Budiono sebagai pasangan Cawapresnya.
Praktik politik SBY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat kala itu dinilai oleh para kader PKS sangat keterlaluan, karena tidak memberi kesempatan waktu sama sekali kepada kolega koalisinya PKS untuk mengambil sikap politik atas perubahan sepihak keputusan penetapan Cawapresnya.
Jika dibandingkan sakit hatinya kader Partai Demokrat atas penetapan Surya Paloh menetapkan Cak Imin sebagai pasangan Cawapres Anies yang disampaikan hampir 2 bulan sebelum jadwal pendaftaran Capres-Cawapres ke KPU, maka derajat sakit yang dirasakan oleh PKS kala itu (yang oleh Partai Demokrat kini ditafsirkan sebagai “pengkhianatan”) tak ada apa-apanya, karena sakitnya keputusan SBY bagi PKS tak terkira pedihnya.
Pada pemilu 2023 ini PD masih memiliki waktu yang cukup untuk berbalik arah dukungan politiknya, sedangkan PKS pada 2009 itu betul-betul “terjebak” (jika tidak ingin disebut “dijebak”) oleh keputusan SBY yang tak memberi sedikitpun ruang untuk PKS menggunakan potensi politiknya.
Namun hebatnya, pada 2009 itu baik pengurus maupun kader PKS tetap istiqomah, sabar dan ikhlas menerima rasa sakit yang ditorehkan SBY, betapapun pedihnya, PKS tetap mendukung koalisi Pencapresan SBY, siapapun pilihan Cawapresnya.
Sejarah memang akan selalu memotret setiap peristiwa dan seringkali pula membalikan peristiwa serupa kepada para pelakunya, mungkin itulah yang disebut 𝗞𝗮𝗿𝗺𝗮.
Semoga peristiwa sejarah ini jadi pembelajaran bagi semua, wallahua’lam bishawab.
Dishub DKI Jakarta menutup operasional tiga dari empat terminal bus AKAP (antar-kota antar-provinsi), terkait dengan larangan mudik dari pemerintah.
#akap#terminalbus#mudik https://t.co/RESaqCPf3F
Cerita Penyandang Disabilitas Kreatif di Jombang, Sulap Limbah Jadi Karya: Musibah yang merenggut kaki kirinya membuat Sodiq (55) kesulitan ekonomi. Tak mudah menyerah, dia tetap berkarya dengan menyulap limbah sabut kelapa menjadi karya kerajinan. https://t.co/LLLiXULFyy