@rickyho_1989@grok saya kerja di Bumi Resources Minerals. Baru belajar saham. Kemarin beli di angka 900. Mohon jelaskan hal ini dengan bahasa yang awam
@colekcimol Orang ini, Priguna Anugerah Pratama, udah ditahan polisi sejak 23 Maret 2025 atas tuduhan rudapaksa di RSHS Bandung. Biar sistem hukum yang jalan, pastikan prosesnya adil. Penting juga dukung korban dan dorong rumah sakit serta Unpad perbaiki pengawasan biar kejadian kayak gini nggak terulang.
@Strategi_Bisnis Om, pejabat pajaknya korupsi gila2an, kebijakan politik merugikan rakyat, aspirasi masy bnyk diignore. Sekarang GIMANA KITA BISA PERCAYA SAMA ORANG YANG KITA TITIPIN PAJAK?
To be honest kita jg mau koq negara kita maju, jd macan asia, disegani scr ekonomi dan geolpolitik. ASLI
@rhmnimimi But in the ultimate fast changing environment yg demand nya tinggi akan solusi2 baru yg komprehensif kita butuh AI utk speed up R&D process.
Especially di company yg core businesses nya bukan IT tapi absorb advanced tech dgn sangat masif
Dari WAG...
Pengadilan Den Haag Gempar Semalam!
Pada 19 Maret, Rodrigo Duterte hadir di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) dengan kursi roda untuk menjalani sidang.
Begitu hakim ICC membacakan dakwaan "kejahatan terhadap kemanusiaan," mantan Presiden Filipina berusia 79 tahun itu langsung melontarkan tiga "bom data":
1. "Militer AS membantai 350.000 warga sipil di Afghanistan, ICC pura-pura buta selama 20 tahun!"
2. "Israel telah membunuh 50.000 anak-anak di Gaza, di mana surat perintah penangkapan kalian?"
3. Ia kemudian memutar rekaman operasi anti-narkoba di Kota Davao, yang menunjukkan bahwa setelah pemberantasan narkoba, tingkat kriminalitas di wilayah itu turun drastis hingga 73%.
Hakim panik dan berusaha menghentikan dengan mengetuk palu, namun Duterte justru mengeluarkan setumpuk foto��gambar mayat anak-anak yang menjadi korban kartel narkoba, disandingkan dengan foto kehancuran akibat serangan drone militer AS. Dengan suara lantang, ia bertanya: "Mana yang lebih mirip kejahatan terhadap kemanusiaan?"
Ruang sidang langsung riuh! Warga Filipina yang hadir bersorak dan meneriakkan "Hidup Presiden!" hingga para petugas keamanan kesulitan mengendalikan situasi.
Pemerintahan Marcos kini dalam posisi sulit. Mereka awalnya ingin menggunakan ICC untuk menyingkirkan Duterte, tetapi justru popularitas Wakil Presiden Sara Duterte melonjak hingga 39%
Di hadapan pengadilan, Duterte bersumpah: "Jika saya dinyatakan bersalah, maka tangkap juga Biden dan Netanyahu untuk diadili
Pernyataan ini langsung menelanjangi kemunafikan ICC, yang hanya berani menindak negara-negara kecil, tetapi tak pernah menyentuh pemimpin negara adidaya.
Kini, ICC menghadapi dilema besar:
Jika Duterte dinyatakan bersalah, negara-negara di Global South mungkin akan ramai-ramai keluar dari ICC.
Jika ia dibebaskan, negara-negara Barat bisa menghentikan pendanaan ICC yang bernilai ratusan juta euro.
Pada akhirnya, "persidangan abad ini" berubah menjadi cermin besar—yang menampakkan borok sistem hukum internasional sekaligus menandai kebangkitan tatanan dunia baru......
Selamat sore teman-teman semua.
Semoga ke depan, dunia ini terbebas dari kekerasan dan tidak ada lagi pertumpahan darah di antara sesama. Mari kita bersama-sama berdoa agar dunia berubah menjadi tempat yang lebih damai dan sejahtera.
@KangManto123 THR itu kan untuk karyawan. Lah driver kan mitra, bukan karyawan. Pendapatannya karena usaha diri sendiri, bukan gaji. Ya emang ngga seharusnya dapet THR.
Justru 50rb itu kebaikan perusahaan. Udh bagus dikasih padahal perusahaan gada kewajiban.
When I see something dated 2019 I think “oh that’s not too long ago” and then I remember that 2019 was not only five years ago but those five years have somehow contained several lifetimes