@KRathalos97@Rifqieffendiask Sama ketersediaan fasilitas olahraga tsb yg sesuai standarisasi. Sepak bola di tingkat profesional saja, cukup kesulitan mendapat lapangan yg standar dan ideal, apalagi di akar rumput. Sdgkn futsal/badminton, relatif mudah mendapat fasilitas yg ideal dan standart di akar rumput.
@dittolongdit Jadi penasaran, seberapa "dijunjung" sih Anies di sini.
Algoritmaku kebanyakan memang kritis ke pemerintah, tapi juga gak suka-suka amat sama Anies. Dan Pilpres kemarin, dipilih cuma karena lesser evil aja, bukan karena beneran mendukung.
@Indouncensored@KarinaShen54587 Sebaliknya, gerakan pro referendum: baik Papua, TimTim banyak muncul di Jawa yang sebagian besar isinya juga orang Jawa.
@koko_Riki70@_BangFu@rajaminyak_oil Selain uang dan kekuasaan, masih ada ancaman keselamatan. Itu yg paling susah, bisa jadi gak tergiur godaan, tapi takut dengan keselamatan diri dan keluarganya.
BBC News Indonesia nerbitin investigasi panjang soal Yasinta Moiwend alias Mama Yasinta, perempuan adat Marind-Anim dari Merauke yang selama 2 tahun vokal nolak PSN.
Tiba-tiba pergi dari kampungnya 23 Mei, muncul di Jakarta, terus LAPORIN koalisi masyarakat sipil yang selama ini nemenin dia ke Polda Metro Jaya.
Mama Yasinta pergi di hari yang SAMA pas Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dateng ke Kampung Wanam. Keluarganya juga ragu dia punya duit buat terbang ke Jakarta, selama ini cuma jualan sayur di pasar.
Di Jakarta, Yasinta ketemu 3 advokat + 1 perempuan Papua asal Mimika bernama Eka Kora. Dua dari empat orang ini punya jejak digital yang nyambung ke BIN. Salah satu advokat kerja di firma hukum milik pengurus DPP Gerindra.
Soal Eka Kora: dia pegawai Kemenag Mimika yang pada 2022 jadi orang nomor satu di Papua Muda Inspiratif, komunitas yang dibentuk & dibina BIN. Pembina utamanya pejabat BIN.
Di video klarifikasi, Eka bilang "kebetulan ketemu" Yasinta di Jakarta dan "diminta temani". Tapi dia juga tiba-tiba deny pernah ada di Papua Muda Inspiratif, padahal jejak digitalnya ada.
Salah satu pengacara Yasinta, Tongku Daulay, kliennya adalah Ahmad Dedi, pejabat Bea Cukai yang lagi diperiksa KPK soal kasus suap impor, sekaligus bendahara di organisasi sayap Gerindra. Tempo bahkan nulis dugaan Dedi juga staf ahli BIN & Kemenko Polkam.
Pengacara kedua, Feri Kurniawan, teridentifikasi bekerja di firma Ahmad Fatoni & Partners, milik Wakil Sekjen Bidang Advokasi DPP Gerindra, yang juga pernah jadi kuasa hukum Prabowo di sengketa Pilpres 2024.
Semua pihak kompak bantah, tidak ada konspirasi, tidak ada pembiayaan, tidak ada keterlibatan militer.
Tapi pola koneksinya terlalu rapi,
BIN β Gerindra β advokat β perempuan Papua yang selama ini lawan PSN, tiba-tiba balik arah dan laporin pendampingnya sendiri.
Yang perlu dijawab publik:
siapa yang beli tiket pesawatnya?
kenapa advokat berlatar Gerindra yang turun tangan?
kenapa Eka Kora deny afiliasi BIN-nya padahal rekam jejaknya ada?
Baca investigasi lengkap BBC News Indonesia ππΌ
@ALuqman18@splittheatoom@rsngprad Setidaknya, ruang publik yg ada bisa kita akses dengan bebas, tanpa ada larangan dan diskriminasi pada masyarakat pribumi.
@splittheatoom@rsngprad Masa Belanda masyarakat dibagi 3 kelas:
Kls 1 Eropa yg lahir-besar di Eropa.
Kls 2 Eropa yg lahir di Hindia, Asia Timur, Asia Barat, pribumi priyayi.
Kls 3 pribumi seperti kita.
Byk ruang publik yg aksesnya dilarang u/ kls 3. Pembangunan di masa Belanda, tentu bukan untuk kita.
Kalau memang mau maling, ngerampok, dia bisa pukul kaca tsb, trus masuk.
Ini jelas cm buat meneror dan cipta kondisi kok. Biar warga sibuk dgn hal remeh temeh begini. Orang yg hidup di masa harto pahamlah yg beginian.
Kurang tepat juga menyebut Jawa anak emas, berdasar pengalaman saya sbg orang Sumatra yg sudah masuk sampai pelosok Jawa.
Orang Jawa banyak juga yang harus berjuang keras spt etnis lainnya. Banyak yang harus ke luar negeri demi menyambung hidup. Ada yg beruntung, ada yg tidak.
Mengacu data, dari Jawa Timur saja ada 69,9 ribu warganya jadi pekerja migran, mencari nafkah di negeri orang. Jawa tengah tdk kurang dari 59 ribu. Juga Jawa Barat ada 40,8 ribu.
Pulau Jawa pun hanya maju di kota-kota tertentu saja; Jabodetabek, Surabaya, dll.
Di pelosok Jawa masih banyak juga yg mirip dgn luar Jawa. Hidup dlm keterbatasan hingga kemiskinan.
Jangan lupa juga, ada 52,75 persen dari angka kemiskinan Indonesia itu justru di Pulau Jawa (data BPS).
Jadi, kritik sajalah spesifik ke masalah yang riil. Bukan pulau atau etnis.
Coba dipikir.
Cita2 pingin industrialisasi, bikin mobil dan ponsel sendiri
Tp belanja APBN Top 3 nya: BGN, TNI, Polri
Programnya: MBG, Kopdes, Gentengisasi
Budget R&D to GDP cuma 0,28%.
Preman di mana2. Kepastian hukum ga pasti.
Gimana industrialisasi dan investasi bisa jalan?
@ahmadfaisal86@pilapoernomo@Nasikin_MA Kalau pakai pendekatan sosio kultural, justru sangat mustahil masyarakat kita yg komunal memakai logika berpikir tidak boleh ngobrol biar kerjanya fokus, yg khas masyarakat individualis barat. Jadi ya sejak awal emang spiritnya klenik dan spiritualitas.