Hari Gajah diperingati dengan terbakarnya wilayah di Way Kambas
Hari Orangutan diperingati dengan terbakarnya wilayah di Kalimantan
Negara kita memiliki cara unik untuk merayakannya ☺️👍🏻
Mas Media was right.
Monyet yang rakus hanya bisa menghabiskan 2 tandan pisang.
Gajah yang lapar dan beringas mungkin hanya mampu menghancurkan 10 batang pohon.
Tetapi manusia dengan akalnya bisa merusak hutan, menghancurkan pulau, dan gunung.
"apa apa demo apa apa demo" ya kalo kerjanya mantep warga juga ogah anjeng panas panasan buat nuntut yg bener, itu karna kerja lo pada ga bener makanya pada turun, udah turun pun kaga di waro monyeddddd monyedd
jujur aja lama-lama bisa depresi kalo punya presiden kayak gini… aku ngerasanya kok aku nahan emosi ku krn gabisa apa-apa & gapunya wewenang apapun, dibikin capek karena berita-berita bodoh, dipaksa bertahan hidup, apakah kita warga indonesia emang gaada harga dirinya kah.. pls
i swear to god, gue ga akan pernah maafin siapapun yang bikin indonesia jadi kayak sekarang, termasuk kalian yang masih sibuk belain pemerintah, paid or unpaid. if justice never finds you in this life, i'll ask for it in the afterlife. i'll remember every bit of it
Why are we surprised by this? Prabowo himself clearly stated this on Mata Najwa three years ago.
“banyak ASET SAYA, PABRIK SAYA yang MANDEK karena saya tidak dapat kredit, karena SAYA TIDAK BERKUASA 20 TAHUN, Mbak!”
????
And you, still choose him, as our president?
Why we should aware about them too?
1. Bekantan.
Monyet berhidung panjang ini memiliki sistem pencernaan khusus yang hanya bisa mengolah daun-daun mangrove dan gambut.
Kalo habitatnya abis, mereka gak cuma kehilangan tempat tinggal, tapi juga perlahan mati kelaparan karna gak bisa memakan buah manis atau makanan lain.
2. Orangutan.
Sang Petani Hutan: Sebagai penyebar biji utama, hilangnya satu ekor orangutan akibat karhutla sama saja dengan mematikan masa depan regenerasi ribuan pohon hutan tropis.
3. Pohon Tualang (Koompassia excelsa).
Pohon raksasa yang tingginya bisa melebihi 80 meter ini rumah utama bagi lebah madu hutan. Sekali terbakar, butuh waktu ratusan tahun untuk menumbuhkannya kembali.
Belom lagi kita bahas Gajah, Burung-burung besar, Reptile dan lain-lainnyaa.
Sementara itu, mungkin bagi pembuat kebijakan, bekantan dan orangutan yang mengungsi ke pemukiman warga itu dianggap lagi melakukan kunjungan kerja atau studi banding kali yaa,
Lalu lagi-lagi alam yg disalahkan atas kemarau panjang, pdahal yang ngasih izin pembukaan lahan gambut — rumah bagi para fauna ini — bukan angin El Niño~ 😗
Shame on them.
Doanya masih sama:
May all governance and enablers rot in deepest hell.
STOP SUPPORTING RANS!!! TIDAK ADA LAGI CELAH UNTUK DUKUNG MEREKA ANTEK ANTEK RAFFI AHMAD DAN NAGITA SLAVINA!!! mereka dengan lantang nginjek nginjek kita yang lagi kesulitan. Semua orang sedang saling bantu dengan keadaan NTT dan Kalimantan. What they did is unacceptable. Sangat tone deaf!!!! Sibuk untuk menaikkan citra junjungannya yang sampai sekarang pun blm keliatan batang hidungnya!
And even more sad, kemaren adalah HARI 'ULANG TAHUN' ORANGUTAN sedunia 🦧
Dan para Orang Utan di Indonesia itu diberikan 'hadiah' ulang tahun dengan cara yang paling tidak pernah dibayangkan oleh mereka, kita dan semuanya.
================
Kemarin dunia sibuk merayakan Hari Orang Utan Sedunia, bikin unggahan manis, dan saling mengingatkan betapa berharganya primata yang satu ini.
Tapi kalau diliat apa yang terjadi di lapangan, kado yang diterima orang utan di Kalimantan jujur bikin semwa orang geleng-geleng kepala.
Rumah mereka bukan cuma dipangkas, tapi benar-benar dibumihanguskan oleh bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang tanpa solusi tuntas 🔥
Bayangkan, di saat mereka harusnya dilindungi, udara yang mereka hirup justru penuh asap pekat dan habitatnya hangus jadi abu. Sementara itu, pemerintah seolah-olah cuma bisa sibuk bagi-bagi imbauan dan rapat koordinasi yang hasilnya itu-itu saja, seakan kabut asap dan jeritan satwa liar cuman takdir tahunan yang wajib diterima 🙃
Lucu rasanya melihat bagaimana narasi "penanganan karhutla" selalu digaungkan, tapi setiap tahun apinya tetap saja melahap rimba terakhir kita 😂
Di panggung global, kita bangga mengaku sebagai paru-paru dunia dan rumah bagi spesies langka. Tapi di tanah sendiri, pembiaran dan lemahnya penegakan hukum terhadap pemicu karhutla membuat orang utan Kalimantan harus meregang nyawa, terkepung api tanpa punya tempat untuk lari.
Mungkin buat para pembuat kebijakan, asap tebal ini cuma gangguan jarak pandang sementara, dan orang utan yang mati cuma sekadar 'kerugian ekologis' di atas kertas. Toh, mereka nggak bisa ikut nyoblos atau protes ke kantor gubernur apalagi menteri dan presiden, kan? 🤷♂️
Kalau setiap Hari Orang Utan Sedunia hadiahnya selalu kabut asap dan hutan yang membara, jangan kaget kalau sebentar lagi kita cuma bisa pamer orang utan dalam bentuk patung (dan emoji 🦧) — karena yang aslinya sudah habis oleh kelalaian kita sendiri.
Aku sendiri sudah sejak 2025 lalu menjadi orang tua asuh untuk salah 1 bayi Orang Utan jantan bernama Galaksi (you can read full story of Galaksi and adopt one for you too at https://t.co/wKp2OHeuZD )
Kalo Galaksi kenapa-kenapa I swear I will mentioning your name in every prayer of mine, Mr Prabowo and Co.
God, please forgive us.
https://t.co/aK17fs4Bkb
Nemu kalimat bagus
"Jika pemerintah lebih sibuk mengamankan kekuasaanya daripada mensejahterakan rakyat, maka itu bukan pemerintahan, melainkan penindasan baru."
- H.O.S. Tjokroaminoto