bantu share, klo salah satu rare ancient species lizard di indonesia ga cuma komodo tapi juga borneo earless lizard. adanya spesifik cuma di kalimantan (incl malaysia) klo hutan kita dirambah terus, dibakar terus,siap2 besok klo mau liat spesimennya kudu ke tetangga sebelah.
Jujuurrr, gue sukaaa bangeet sama orang malaysia yang dari kemarin ngeroasting pejabat indo. Seruu banget ngeliat merka ngata2in pejabat dengan leluasa 😭😭
Kalau liat wni ngeroasting sih udah makanan sehari hari soalnya
even if her kid gets the best MBG in the country, that still doesn’t answer whether the program is efficient, well-targeted, and worth hundreds of trillions in public money. Kebijakan publik dinilai dari outcomes dan opportunity cost-nya, bukan dari “di sekolah anak saya aman kok.”
tadi dengar bapak bapak bilang "untuk semua orang orang di desa, jangan pergi belanja ke kopdes merah putih, belanja aja ke warung depan rumah. emangnya kalau kalian lagi susah siapa yang lebih dulu tolong kalian? tetangga atau negara?"
yeay antistatisme semakin relevan 🤭
@bibabercerita Duka Anak Baik itu lukanya paling senyap. Mereka belajar meredam rasa sakit demi gak bikin orang lain susah, sampai akhirnya sadar...jadi anak penurut pun gak menjamin bakal aman dari luka emosional. It's a heartbreak of high expectations😔
WN(Lain):
Jarak antara kamu dan mimpimu adalah usaha dan do'amu.
WNI:
Jarak antara kamu dan mimpimu ada pemerintah korup, pajak yang merampok, kemiskinan struktural, ketimpangan literasi, ketimpangan kesempatan antar kelas, kebijakan publik kontra rakyat, usaha, baru do'a.
Fun Fact
Wajar Indonesia gk ikut piala Dunia, soalnya hadiahnya kecil banget
- Juara 1 piala dunia = Rp 831 miliar
- Juara 2 piala dunia = Rp 554 miliar
- Biaya MBG sehari = Rp 1200 miliar
Bukan. Anda diserang bukan karena itu. Anda dikritik karena:
1. Tata kelolanya ngawur, rawan korupsi.
2. SPPG dimiliki oleh para pihak yg rawan konflik kepentingan seperti aparat, parpol dll.
3. Anda ga fokus ke yg benar2 membutuhkan. Minimal lakukan kajian akademis dulu sebelum eksekusi.
4. Anda memilih kepala BGN yg tdk kompeten, bahkan tidak punya latar belakang ahli gizi. Udah gitu korup pulak.
5. Makanannya ga berkualitas, bahkan banyak yg keracunan.
6. Masih banyak alasan lain, tapi yang jelas bukan karena anda mau ngasih makan anak indonesia. Jadi gausah dipelintir.