Menurut gue sih, mereka salah. Tapi reaksi kampusnya juga berasa kebablasan. Orang ciuman di perpustakaan, bukan korupsi dana kampus.
Yang bikin gue lebih concern justru efek domino setelahnya. Nama udah tersebar, keluarga kena imbas, pertemanan berubah, masa depan akademik bisa berantakan. Hukuman selesai dalam hitungan bulan, tapi jejak digital dan stigma bisa nempel bertahun-tahun.
Kalau sampai beneran DO, ya semoga mereka bisa lanjut kuliah di tempat lain, beresin hidup pelan-pelan, cari kerja yang baik, dan move on. Kadang satu-satunya cara buat mulai dari nol adalah pergi dari lingkungan yang udah keburu ngecap lo seumur hidup karena satu kesalahan.
Boleh kasih sanksi. Tapi kalau sampai hidup dua orang harus dihancurin demi jadi efek jera, itu namanya bukan edukasi lagi, tapi tontonan.
setiap aku ngerasa ketinggalan aku selalu sadar bahwa aku ini berangkatnya dari minus, mencapai titik nol udah jadi sebuah pencapaian besar dalam hidupku
Knetz ngeluh kalau jadi fans idol sekarang jauh lebih mahal dibanding dulu, dan menurut mereka itu juga alasan kenapa fans sekarang lebih galak. 😭
Dulu tiket konser masih murah dan fansign benar-benar random (gak perlu beli album segunung). Jadi saat idol bikin kesalahan, banyak fans yang masih bisa memakluminya.
Tapi sekarang album, fansign, konser, membership, sampai merchandise harganya makin tinggi. Jadi kalo idol bikin masalah dikit, fans berasa punya hak untuk maki-maki.
Ada yang nambahin juga, dulu memang sudah ada fansite master (홈마) yang memotret idol, tapi fans yang di barisan depan cuma sibuk merekam pakai HP sepanjang konser atau orang yang mengangkat hand banner besar-besar itu nggak sebanyak sekarang.
Sekarang kalau idol bilang,
"Tolong turunkan HP dan nikmati konser kami bersama!"
Fans bakal langsung membalas, "Memangnya kalau nggak rekam terus aku harus ngapain? Harga tiket konser mahal banget."
Knetz lain juga komentar, mengibaratkannya seperti membeli buah. Kalau beli satu keranjang buah murah lalu ada beberapa yang busuk, orang mungkin masih memakluminya. Tapi kalau membeli buah yang dikemas premium seharga 100.000 won di department store mewah dan ternyata ada yang busuk, pasti langsung komplain ke customer service.
Intinya, menurut mereka, bukan karena fans generasi sekarang lebih kejam. Semakin mahal biaya menjadi fans, semakin tinggi pula ekspektasi dan semakin kecil toleransi terhadap kesalahan idol.