kedepannya kayaknya aku bakalan makin jarang ngetweet atau jbjb, hidup ternyata gini ya apalagi terlahir wni. apapun yg sedang kalian jalanin tetep semangat ya guys 🫶🏻
matilah kita kalau salah pilih pasangan 🥲
bayangin pulang kerja udh capek, masih harus masak, cuci piring, cuci baju, beresin rumah, sementara pasangan tinggal pulang, makan, trs istirahat.
makanya ini reminder jg buat aku sendiri, kalau nanti pilih pasangan, lihat juga how he handles responsibility. punya inisiatif atau harus selalu disuruh? peka sama keadaan sekitar atau harus selalu dikasih tau? bisa lihat pekerjaan rumah sebagai tanggung jawab bersama atau masih menganggap itu “urusan perempuan”?
choose someone who knows how to carry his own weight, sebelum akhirnya kamu yang carry everything.
Semalam, kita gagal HB karena anakku yang masih bayi bangun dan minta nen (DBF). Aku ketiduran nggak sengaja.
Sampai jam setengah 1 aku bangun. Aku samperin suamiku, kan.
Beliau marah-marah, bilang, “Udah, tidur aja sono.”
Terus langsung nyuruh aku tidur di luar, di ruang tamu. Anak-anakku juga dipindahin ke luar.
Iya, aku sama anak-anak itu tidur di kamar, beliau di ruang tamu karena di kamar pakai AC. Biar anak-anak nyaman.
Terus anak-anakku diangkat dan dipindahin ke depan dengan emosinya.
Aku tanya lah,
“Ngapa sih kamu kayak gitu?”
Jawabannya nggak mengenakkan.
“Gue mau tidur. Gue yang kerja nyari duit. Bego lo.”
Sumpah pengen nangis.
Hati aku sakit banget dia ngomong begitu. 😭
Menurut kalian, wajar nggak kalau perkataan seperti itu bikin pasangan merasa sangat terluka, meskipun lagi sama-sama capek dan emosi?